
setelah makan bersama yang penuh dengan ketegangan, Sari duduk santai bersama juragan Wawan di teras.
sedang Yuni bermain ponsel, satu menyambut kedatangan Ripin, Arip dan Fendi, tak lupa meminta mereka menemui teman mereka yaitu Nanang.
"wah apa kabar bro, lama gak ketemu, wah wes meteng ae, kapan buatnya? kok aneh ya yang dua tahun gak jadi, yang selingkuhan kok langsung mbelending," kata Arip dengan nada bercanda.
"itu membuktikan jika aku yang subur sedang wanita itu busung," kata Azila dengan sombong.
"aduh mbak, kalau merebut suami orang mah jangan sombong, lagi pula dari pada melihat mu, aku mah suka melihat Sari sekarang, udah seksi begitu matamu buta kali ya?" tanya Ripin.
"sudah tutup mulut kalian, itu pilihan Nanang,membuang emas demi batu kali," kata Fendi kesal.
"alah ini juga sama sewot, gak bisa dapat sari dan Yuni, mengsedih deh," ledek Arip.
sebuah pukulan di kepala pun melayang di kepalanya karena Fendi kesal
terlihat orang tua dari Sari juga datang dan mereka mrngunakan baju batik yang sama, sebenarnya itu adalah seragam untuk acara pengajian kemarin lalu.
setelah isya', rombongan dari calon suami Yuni datang, juragan Wawan dan Nanang mendampingi adiknya itu.
sedang Sari duduk di barisan tim rewang, saat tukar cincin semua melakukan foto keluarga.
Nanang merangkul Azila di depan semua orang yang mulai berbisik-bisik.
sedang untuk Sari dia memilih menjauh toh itu bukan wilayahnya karena dia hanya orang lain.
__ADS_1
tapi tanpa di duga Yuni menariknya dan meminta dia berdiri di samping juragan Wawan.
itu pun menjadi sorak Sorai pasalnya Sari dan juragan Wawan juga terlihat begitu pantas.
setelah itu, para tamu dan undangan pun makan dan menikmati hidangan yang di sediakan.
"ya Allah besan, terima kasih atas sambutannya yang meriah seperti ini. saya tak mengira ini lamaran kok sampai meriah begini?"
"tidak usah sungkan Bu, ini semua adalah ide dan gagasan dari sari dan Yuni,kita akan jadi keluarga jadi tak perlu sungkan," kata juragan Wawan.
pukul sepuluh malam acara selesai, semua sudah di bongkar malam itu juga, sari dan Yuni langsung berganti pakaian dan membersihkan rumah.
kue juga sudah di bagikan ke tetangga, pukul sebelas malam lebih semua baru selesai.
Azila dengan tenang menaruh piring bekasnya makan dan tak mencucinya, melihat itu Yuni marah, "eh tangan mu cacat ya kenapa tak cuci piring juga,"
"dasar wanita tak tau malu, ternyata benar-benar mas Nanang buta memilih wanita seperti mu dan meninggalkan wanita sebaik Sari, dasar wanita sialan," kata Yuni yang masih marah.
"sudah Yuni, diamlah kamu tak lelah mengomel, sudah biarkan saja dulu, lebih baik kita istirahat, aku susah sangat mengantuk." ajak Sari yang menginap bersama Yuni.
"eh wanita tak tau malu, kenapa kamu menginap di rumah ini,ini rumah bukan tempat mu, dasar wanita muka tebal," hina Azila.
"aku robek mulut mu berani menghina Sari lagi, dia itu tetap sahabatku meski bukan ipar ku lagi, jadi biarkan saja dia menginap di sini, apa peduli mu,dan untuk mu yang tak tau, mas Nanang sudah di usir oleh ayah,jika bukan karena aku kamu juga tak akan ada di sini,jadi sekarang siapa yang bermuka tebal, sari atau kamu, dasar wanita tak tau malu," marah Yuni.
mendengar itu Azila hanya bisa diam, sekarang dia mengerti kenapa Nanang tak memiliki apapun saat kabur bersama dengannya.
__ADS_1
Sari mengunci pintu kamar Yuni dan langsung beristirahat, dia mengirimkan pesan pada juragan Wawan.
jika lapar tinggal menghangatkan mie goreng yang tadi sempat dia buatkan khusus untuk pria itu.
akhirnya semua beres, Nanang tadi juga susah membersihkan kamar lamanya.
jadi malam ini mereka akan menginap dan besok baru pulang. juragan Wawan memilih makan dulu sebelum tidur karena sudah di buatkan mie spesial oleh calonnya.
Nanang yang juga punya kebiasaan makan malam juga ikut bergabung dan tak menyangka bisa makan masakan mantan istrinya lagi.
sedang Yuni masih berkirim pesan dengan Farid, sedang Sari sudah tidur karena kelelahan.
"ayah tadi bercabda ya ingin menjadikan Sari istri, karena hanya ingin membela dia di depan Azila?" kata Nanang dengan suara parau
"tidak,aku sungguh-sungguh, aku akan menikah dengannya sebelum Yuni, benang kenapa? aku tak harus punya izin darimu untuk menikah bukan?" jawab juragan Wawan.
"tapi apa ayah tak takut jika semua warga akan mengejek kalian, terlebih perbandingan usia kalian terlalu jauh," kata Nanang yang seperti tak rela sari menjadi milik dari ayahnya.
"memang kenapa, banyak di luaran sana yang menikah dengan perbedaan usia yang banyak mereka tetap bahagia," jawab juragan Wawan.
"tapi ayah,itu sangat tak baik untuk image mu sebagai juragan berwibawa di desa ini," kata Nanang lagi.
"semua sudah hancur saat ibumu itu membunuh Adelia,jadi sekarang aku ingin hidup dengan caraku dan aku berhak bahagia dengan wanita pilihan ku, jadi aku tak harus mendengar ucapan orang, aku makan dan kerja tidak dari yang mereka, jadi kenapa mereka yang sibuk mengurusi hidupku,susah setelah makan lebih baik istirahat besok kamu bisa kelelahan saat pulang ke rumah ku, dan aku peringatkan jangan mencoba untuk menyakiti Yuni atau bahkan Sari, sedikit saja," kata juragan Wawan yang kemudian pergi.
Nanang tak me Fira ayahnya bisa sekejam ini dalam mengancam hanya demi seorang wanita.
__ADS_1
tapi itu pasti benar saja, terlebih Sari yang sekarang sangat berbeda,dia cantik, tubuhnya juga sempurna.
"kenapa kau bodoh Nanang, kamu membuang wanita sebaik itu demi wanita mu sekarang, jadi sekarang apa hak mu saat dia ingin bahagia dengan pria manapun, kamu sudah tak berhak, sudah tak berhak...." gumamnya.