aku istrimu, bukan pembantumu

aku istrimu, bukan pembantumu
Kejadian itu.


__ADS_3

Yuni tersenyum dan bersikap biasa saja, dia melihat semua orang terlihat melihat tegang.


"loh ada apa ma, aduh kok mama matanya merah, habis nangis ya?" tanya Yuni penasaran.


"tidak Yuni, aku hanya kelilipan saja," jawab Yuni.


"owh begitu, mama ku yang cantik aku ingin mengajak mu untuk membeli sesuatu, mau kan karena ayah tak mengizinkan aku pergi sendiri," kata Yuni memohon.


"baiklah ayo, tapi nanti kita mampir ke rumah ku dulu untuk mengambil beberapa keperluan ya," kata Sari


"baiklah apapun yang mama katakan," kata Yuni yang begitu menyayangi Sari.


semua orang pun diam, saat mereka sibuk menggunjing Yuni dan Sari, tapi keduanya malah nampak sangat harmonis.


mereka berangkat ke pasar di kota untuk membeli kopiah hitam untuk Farid.


setelah itu Sari dan Yuni berkeliling untuk mencari gamis yang serupa karena dia ingin memakainya nanti bersama saat ada acara.


setelah semua belanjaan dapat, kini mereka menuju ke rumah Sari, di sana Keduanya memilih tidur karena merasa lelah dengan semua ini.


Yuni pun ingat bagaimana dulu dia dan Farid bisa kebablasan. dan itu terjadi setelah pernikahan sari dan juragan Wawan.


dia dan Farid sedang duduk-duduk saja di sana, ",ayo jalan-jalan dari pada di rumah," ajak Farid.


"memang kita mau kemana mas, udah siang gini loh," kata Yuni yang memang sedikit lelah karena acara dari ayahnya itu.


"sudah ikut saja, toh tidak jauh ini," bujuk Farid.


"baiklah tapi ingat jangan berbuat yang macam-macam," kata Yuni.


keduanya pun menuju ke sebuah kebun salak yang memang di miliki oleh keluarga Farid.


dan di sesampainya di sana, malah kehujanan, mereka sendiri serasa aneh karena kehujanan karena Dati tadi langit cerah.


"mas bagaimana ini, kita jadi basah gini deh," kata Yuni yang merasa sedikit kesal


"maaf ya aku tak tau jika kita malah kehujanan gini, sudah kita masuk saja toh ini juga rumah kakak ku, dan dia sedang berada di rumah mertuanya," kata Farid


mereka masuk dan mengeringkan badan serta rambutnya, tapi entah setan mana yang membisikkan kata-kata rayuan itu.

__ADS_1


Keduanya yang merasa sudah punya ikatan langsung saling berciuman dan berpelukan.


dan akhirnya Farid pun melakukannya bersama Yuni, di tengah suara hujan yang turun, dua anak manusia itu sedang melakukan hal seharusnya belum boleh mereka lakukan.


bahkan Farid dan Yuni pun seakan ketagihan dan terus mengulanginya, dan hubungan mereka terus terulang sebulan ini tanpa ada jeda setiap bertemu.


itulah kenapa Yuni sangat panik saat Farid marah dan bertengkar dengannya.


Yuni merasa ketakutan akan di tinggalkan oleh pria itu, itulah kenapa dia sebisa mungkin menurut pada calon suaminya itu


Sari sedikit mulai tenang, dan dia sedang menunggu Yuni yang masih tertidur dengan sangat pulas.


gadis itu kalau tidur sulit di bangunkan, sedang juragan Wawan sudah terus menelpon dirinya karena hari mulai sore.


"akhirnya kamu bangun Yuni," kata Sari yang melihat anak sambungnya itu menggeliat bangun


"iya, memang kenapa?" tanya Yuni yang setengah sadar dan sedikit merasa tak nyaman Karena ingat semuanya lagi.


padahal itu tak salah saat dia dan Farid yang saling mencintai untuk melakukannya.


"tidak ada yang salah, hanya saja ayah ku terus mencari kita dan meminta kita pulang, sepertinya ada sesuatu yang ingin dia katakan," jawab Sari.


Sari mengemudikan mobil ke rumah, dan terlihat juragan Wawan yang menunggu mereka.


tapi Sari tanpa menyapa suaminya langsung pergi untuk masuk kedalam rumah sambil membawa semua belanjaannya.


Yuni merasa ada yang aneh, karena Sari dan ayahnya tak akan mungkin bertengkar dingin seperti ini.


"ayah kenapa bersikap seperti ini?" tanya gadis itu merasa sedih.


"sudah kamu istirahat saja dulu, lusa pernikahan mu," kata juragan Wawan mengusap kepalanya.


sedang Sari mengunci kamar dan memilih menangis di dalam, dia tak mengira jika suaminya akan membentak dirinya seperti tadi.


padahal bukan dia yang mengajak Yuni keluar tapi putrinya itu yang mengajak Sari.


juragan Wawan hanya bisa duduk di ruang tamu, dia tak mengira jika emosinya yang meledak sesaat sangat menghancurkan.


dia sadar ucapannya tadi melukai istrinya, padahal niatnya tadi tidak seperti itu.

__ADS_1


dia hanya ingin menanyakan tentang apa yang di lakukan oleh Sari, tapi nyatanya salah dia bahkan terpancing emosi saat tau istrinya itu pergi dengan Yuni.


"kenapa kamu mengajak Yuni keluar, kamu tau kan jika dia akan menikah, bagaimana jika dia celaka!!" bentak juragan Wawan.


"aku akan menjaganya, tak perlu mas membentak ku seperti ini, yang mengajak ke pasar juga Yuni yang ingin membelikan hadiah untuk Farid, ke apa mas menyangka aku yang mengajak Yuni tanpa sebab, bisa .as tidak keterlaluan untuk mengintimidasi ku," kata Sari yang langsung menutup telpon.


entah kenapa Sari belakangan ini juga sangat sering marah dan sangat sensitif.


di tambah juragan Wawan yang juga sangat terbebani dengan pernikahan Yuni yang mendadak di tambah lagi semua gunjingan para warga tentang pernikahan putrinya.


bukan menggunjing tentang Yuni tapi Sari sebagai istrinya yang menjadi kambing hitam.


"ya Tuhan, bagaimana aku harus bersikap, aku tak berniat membentaknya, aku hanya takut jika terjadi sesuatu yang buruk padanya dan Yuni," gumam juragan Wawan


sedang Yuni merasa sangat bahagia saat ini karena pernikahannya dengan Farid akan segera di gelar.


bahkan pernikahan itu akan jadi pernikahan yang sangat meriah, dia pun tak sabar lagi bahkan persiapan sudah selesai.


Sari pun menghapus air matanya dan mencoba bangun tapi tiba-tiba kepalanya sangat pusing dan akhirnya dia pingsan.


tubuhnya sudah tak kuat lagi menopang semua masalah yang menyerangnya.


juragan Wawan masuk ke dalam kamar dengan kunci duplikat miliknya, tapi dia terkejut saat melihat sari yang tak sadarkan diri.


"Sari..." kaget juragan wawan.


dia pun langsung menggendong istrinya dan menidurkan istrinya itu ke ranjang.


dan juragan Wawan mengambil minyak kayu putih dan mengoleskan minyak itu ke perut dan dada istrinya.


dia juga mencoba membuat istrinya itu agar terbangun, perlahan Sari membuka matanya.


juragan Wawan merasa hatinya pilu, saat sadar pun istrinya itu menoleh membuang muka dan tak ingin melihat dirinya itu.


"maafkan aku dek, seharusnya aku tak berteriak tadi, aku tau itu salah tapi aku hanya takut jika Yuni terluka,"


"tolong pergi mas, jangan disini aku tak ingin melihat mu untuk saat ini," gumam Sari.


juragan Wawan mengambil baju dan langsung masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri.

__ADS_1


"kenapa kamu tak bisa melihat ku, tolong sedikit saja bela aku sebagai istrimu, kamu sibuk dengan pernikahan putrimu, tapi hanya diam saat aku terkenal gosip yang tak benar, kenapa kamu bisa begitu acuh padaku mas," kata Sari yang kembali hanya bisa sedih.


__ADS_2