
Dewi merasa kesal selama acara berlangsung, pasalnya dia tak bisa mencari keberadaan Fendi.
dia benar-benar kehilangan kesempatan untuk bersama pria itu.
dia marah dan tak suka saat kembali harus ingat bagaimana cara Fendi melihat dan menatap sari dulu, penuh cinta dan rasa kagum.
sedang dia yang selama ini terus bersama dan mendampingi pria itu malah tak pernah di anggap olehnya.
Dewi merasa sedih dan terluka, tapi dia tak bisa melakukan apapun sekarang.
acara selesai pukul dua belas malam dan semua pun pamit pulang, dan rumah Sari pun juga sudah sepi.
dia melihat putranya Satria yang sudah lelap, dia pun mengecup kening putranya sebelum pergi keluar.
dia ingin membuatkan kopi dan camilan untuk para pekerja yang sedang membereskan semua perlengkapan sound sistem dan panggung.
saat sedang sendiri di dapur rumah, tiba-tiba ada seseorang yang jalan mengendap-endap.
Sari sadar tapi dia pura-pura tak tau, tapi saat dia berbalik ternyata itu suaminya.
juragan Wawan tersenyum melihat istrinya itu, terlebih juragan Wawan mengerti kecemasan dari istrinya itu.
sedang di sisi lain ada seseorang yang datang untuk memperhatikan wanita itu diam-diam.
__ADS_1
juragan Wawan memeluk tubuh Sari dengan erat, "lepaskan juragan, itu kopinya harus di antar kedepan, jangan membuatku marah ya,"
"aduh jangan begitu atuh ibu juragan, masak tega sih membuat suamimu ini sedih," jawab pria itu.
mendengar ucapan suaminya, sari geli sendiri, pasalnya pria itu tiba-tiba sangat manja begini.
"sudah bawa ini keluar untuk orang-orang, ingat jangan melakukan kesalahan lagi ya," kata Sari memperingatkan
"baiklah sayang, tapi aku minta sesuatu ya,"
"memang pernah aku menolak mu, jadi sudah pergi sana mas,"usir Sari.
juragan Wawan pun keluar membawa nampan dan kue ke depan.
dia di tarik seseorang Ndan mulutnya di bekap dengan tangan, "siapa kamu, kenapa aku merasa begitu tertarik padamu," kata Fendi yang menghimpit tubuh Sari di tembok.
Sari berusaha lepas tapi tak bisa, dia pun melirik sekitarnya, dan menemukan sebuah vas bunga dan langsung mengambil benda itu.
tapi Fendi sadar dan merebut benda itu, sari sudah ketakutan karena dia merasakan sesuatu di bawah itu.
dia menangis tapi saat Febri lengah Sari menendang ************ dari pria itu dan langsung membuat Fendi mundur karena kesakitan.
"kamu keterlaluan Fendi!!" teriak Sari yang langsung lari ke luar dengan raut ketakutan.
__ADS_1
"mas!!" teriak Sari yang mengejutkan juragan Wawan, dia bingung melihat kondisi Sari.
"ada apa sayang," katanya yang langsung memeluk Sari.
"tolong aku mas, dia ingin melecehkan ku..." lirih Sari memohon.
mendengar itu juragan Wawan kaget, pasalnya siapa yang berani berulah di rumahnya seperti ini.
"siapa dia sayang, dan apa yang sudah dia lakukan padamu," tanya juragan Wawan khawatir
" aku di bekap dengan tangannya, dan dia ingin mencumbu ku," kata sari lirih.
"aku tanya siapa!" bentak juragan Wawan makin marah.
semua orang kaget mendengarnya, pasalnya sudah cukup lama juragan Wawan tak pernah marah.
"mas bisa nrkihat di CCTV, karena aku takut mas tidak percaya..."
juragan Wawan pun langsung menuju ke ruang kontrol CCTV di rumahnya.
dan betapa terkejutnya dia saat melihat sosok Fendi yang dengan jelas tertangkap kamera.
"pria sialan ini ternyata belum menyerah ingin menggoda istriku..."
__ADS_1
juragan Wawan bersumpah tak akan melepaskan pria itu sedikitpun, karena dia tak ingin istrinya itu di sentuh oleh pria lain.