
Yuni hanya bisa bertahan sampai saat ini, dia benar-benar di buat kaget karena ulah ibu mertuanya.
tanpa terasa hari berganti dengan cepat tanpa terasa, sore itu rombongan dari rekan kerja juragan Wawan hari ini datang, dan tanpa sengaja Sari sedang mengendong bersama bayi Satria.
"permisi apa benar ini rumah juragan Wawan," tanya salah satu pria yang berpakaian dengan rapi.
"iya, Monggo silahkan masuk, biar saya panggilkan masnya dulu, tapi tolong cuci kaki dan tangan dulu ya sebelum masuk," kata Sari.
"iya mbak," jawab pria itu yang kemudian semua orang turun dari mobil.
tak lupa mereka juga membawa hadiah untuk bayi juragan Wawan yang baru lahir.
Sari memerintahkan mbak Jum dan mbak Tunah untuk menyambut semua tamu yang sedang duduk di ruang tamu.
tak butuh waktu lama semua sajian dan minuman sudah di suguhkan oleh kedua orang itu.
tak lama juragan Wawan baru datang setelah mandi,"maaf semuanya, saya tak mengira jika tuan-tuan yang begitu sibuk telah menyempatkan datang kesini," kata juragan Wawan pada semua tamu.
"iya tidak apa-apa mas Wawan, ini hanya hadiah kecil saja untuk anak rekan kerja, tapi aku tak melihat ibu juragan?" tanya pria itu.
"loh bukannya sudah ketemu ya, kalau begitu saya akan panggilkan setelah istri saya selesai menyusui ya," kata juragan Wawan.
"iya mas, kami mengerti,"
__ADS_1
"owh ya mas, tadi saya melihat seorang gadis yang masih sangat muda dan mengendong bayi anda, apa dia putri anda," tanya pria yang lain.
"hei tuan Hutomo, jangan memikirkan ingin menikah dengan putri rekan kerjamu, karena istrimu sudah tiga hari," tegur salah satu orang.
Sari keluar dengan baju yang sopan, sambil mengendong putranya, "ah ini dia, kemarilah sayang, perkenalkan nyonya juragan cantik dan tercinta, Sari dan putra kami, Satria," kata juragan Wawan memperkenalkan istrinya.
semua orang kaget, pasalnya wanita yang mereka sangka anak juragan Wawan ternyata istrinya.
"tunggu dulu mas Wawan, bukankah istri anda ini Wiwit ya, dan dia pernah anda ajak ke pesta pernikahan saya?"
"ah itu, saya sudah bercerai dengan wanita itu, dan sekarang ini adalah istriku, jadi anda tak usah mengingat kejadian dimasa lalu," terang juragan Wawan.
"ah maaf mas, saya tak tau jika kalian sudah tak bersama, maafkan saya," jawab pria itu.
para pria itu tak mengira jika istri dari juragan Wawan sangat muda dan sangat cantik.
bahkan membuat ke-enam pria itu seakan tersihir, pasalnya meski baru saja melahirkan tapi Sari masih sangat menggoda.
mereka membicarakan tentang pekerja, mbak Tunah mengendong bayi Satria, sedang Sari di minta untuk makan karena wanita itu belum makan lagi.
dan dia terlihat sangat menikmati makanan yang sudah di siapkan oleh kedua asisten rumah tangganya yang begitu enak menurutnya.
dia pun sampai nambah lauk dan juga buah, setelah selesai sari minum air hangat.
__ADS_1
"aduh ini den Satria masih bayi saja, begitu tampan, dan lihatlah bibirnya yang mungil ini, bikin aku gemas," Kata mbak Tunah.
"benar ucapan mu mbak Tunah, setiap aku melihat den Satria yang masih bayi saja bisa membuat gemas, apa lagi saat besar nanti," kata mbak Jum.
pukul tujuh malam semua tamu pulang, "sayang besok acara untuk Satria kan, bagaimana dengan persiapannya, dan cateringnya bagaimana sayang apa kamu sudah memastikan semuanya?"
"tenang mas, semua berjalan lancar karena semua di tangani oleh mbak Dian, dan lihatlah semua sudah ada di sana, lihat bahkan kemasan sembako juga sudah sangat siap, besok semua pasti sempurna,"
sedang di rumah Japar, Dian benar-benar sibuk karena dia yang mengurus semua yang di perlukan untuk acara besok.
malam itu juragan Wawan pergi membersihkan rumah dan mengeluarkan semua kursi yang ada di rumah.
karena besok pagi setelah sholat subuh akan ada orang yang akan khataman Al Qur'an.
dan benar saja ada lima orang datang setelah sholat subuh, dan mulai acara itu.
tak lama ada duan yang datang sendirian untuk memasak untuk sarapan para hafidz itu.
setelah itu Dian memastikan semua aman dan semua catering juga, siang itu kue yang di pesan Dian datang.
tak hanya itu setelah sholat dhuhur semua catering datang dan langsung di kemas.
karena acara akan berjalan saat setelah Magrib, dan acara hari itu berjalan sangat lancar.
__ADS_1
Sari pun tak mengira jika Dian adakah pelaksana pesta yang begitu cekatan dan sangat sempurna.