
pria itu pergi, sedang Farid menunjukkan foto wanita yang harus mereka lecehkan.
kepala preman itu kaget pasalnya tidak hanya satu orang, melainkan tiga orang yang menjadi incaran pria brengsek itu.
"perjanjian batal, harga kemarin itu untuk satu orang,bukan toga orang, jika seperti ini aku minta tiga kali lipat," kata kepala preman itu.
"aku sudah membawakannya, tenang saja jadi lakukan saja apa yang seharusnya kalian lakukan, mengerti," kata Farid.
mereka pun setuju, Japar kembali dan kaget melihat Faris sudah pergi, dia langsung mengulurkan tangannya untuk melihat siapa target pria itu.
tapi kepala preman itu tak memberikannya, "kamu mau mati,"
geram Japar.
"tentu saja tidak, ini bisnis kami, anda tak bisa mengacaukannya," kata pria itu.
"baiklah terserah padamu,tapi jika aku sampai mengetahui rencana mu dan memergoki kalian melakukan hal ini karena perintah pria tadi,ku pastikan aku akan membunuh semua keluarga kalian seluruhnya," ancam Japar.
"kamu tak akan berani," kata ketua preman itu.
tanpa di sangka japar langsung memelintir tangan pria yang menantangnya itu hingga patah dan mengejutkan semua pria yang ada di sana.
"jangan kira aku tak berani melukai kalian, kalian jangan lupa siapa aku,"
"ini foto para wanita yang ingin di minta oleh orang itu untuk di lecehkan," kata anak buah preman itu.
Japar meremas salah satu foto itu, "kenapa dia mengincar istriku juga!!" marah Japar menginjak meja hingga hancur.
semua kaget melihatnya, Japar benar-benar marah meninggalkan markas itu.
dia menuju ke rumahnya untuk bertanya tentang Faris pada istrinya itu, karena dia butuh penjelasan kali ini.
__ADS_1
Dian yang sedang bermain dengan putranya kaget, saat Japar datang dan menyeret dirinya ke kamar.
Ibram yang melihat mamanya di perlakukan kasar pun langsung menangis keras sambil berlari sebisanya mengejar kedua orang tuanya.
"ma.. ma.." tangis bocah itu yang bahkan jatuh hingga bibir dan dagunya berdarah.
"ada apa mas! minggir putra kita menangis itu di luar," kata Dian yang bingung.
"diam Dian! jangan menguji kesabaran ku!!" teriak Japar marah.
Bu Khuswatun yang mendengar tangisan cucunya bergegas menghampiri dan kaget melihat bocah berusia dua tahun itu sudah berdarah.
"Ibram putuku!! Dian!! Japar!! putra mu berdarah!"teriak Bu Khuswatun.
mendengar itu Dian mendorong Japar dan berlari keluar dan kaget melihat putranya itu.
"kenapa sayang, ya Allah kita ke rumah sakit," panik Dian yang mengajak ibu mertuanya itu pergi.
sesampainya di UGD puskemas terdekat, ternyata bocah kecil itu mengalami luka robek di dagunya cukup dalam dan lebar.
Dian memegangi putranya yang terus berontak saat akan di jahit, Japar datang, "biar aku yang mengendongnya,"
Dian pun memberikan putranya itu pada Japar, dan dia membantu memegangi tangan dan kaki putranya itu.
Bu Khuswatun tak bisa melihatnya, bagaimana bisa bocah sekecil itu mengalami hal seburuk ini, Japar pun menetes kan air mata penyesalan karena sudah melukai putranya dan bertindak kasar pada Dian.
setelah mendapatkan lima jahitan, Japar mengendong putranya itu, sedang Dian hanya diam melihat suaminya itu dengan tatapan marah.
setelah menyelesaikan administrasi, mereka pun pulang, Japar tetap membawa putranya itu karena tak mau ikut siapapun.
sesampainya di rumah, Bu Khuswatun mengambil cucunya yang sudah tertidur karena obat.
__ADS_1
"kalian ini sudah menjadi orang tua, kalau ada masalah di selesaikan dengan baik-baik bukan seperti ini, lihat putra kalian yang jadi korban, dan Japar aku tak pernah mengajarimu berteriak pada istrimu, jadi selesaikan sekarang juga," marah Bu Khuswatun yang kemudian pergi.
Japar melihat Dian,"maafkan aku... aku lepas kendali karena cemburu.."
Dian menampar dada suaminya pelan, "kenapa, aku pernah menyebut nama pria lain, apa aku pernah menghubungi pria yang tak mas kenal, apa aku bertemu pria sendirian, kenapa dan katakan alasan mu cemburu mas," kata Dian yang sudah sangat kecewa.
"aku cemburu saat ada seorang pria yang diam-diam menyukaimu dan dia berniat jahat padamu, apa hubungan kalian," tanya Japar.
"siap?" bingung Dian.
"Farid, suami Yuni," kata Japar.
"pria itu, dia hanya orang gila yang pernah hampir kamu bunuh waktu itu, dia adalah orang yang aku tolak saat ingin melamar ku, karena dia selalu memberikan ancaman," terang Dian.
"ah aku ingat pria berambut gondrong dan memiliki jengot timbun itu," kata Japar yang baru ingat.
setelah itu dia pun langsung memeluk Dian erat, "lain kali jangan berpikir aneh dan mengatakan hal yang mustahil, karena aku tak akan pernah mengkhianati mu mas, jadi percayalah,"
"maafkan aku... karena aku tak bisa mengendalikan diriku yang terlanjur marah besar seperti tadi," kata Japar memohon maaf.
Japar pun menceritakan semua pada istrinya itu, Dian pun tak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh suaminya.
"kalau begitu, cepat hubungi juragan Wawan dan menceritakan itu mas,agar juragan Wawan dan keluarga bisa bersiap," kata Dian.
"pasti sayang karena aku juga akan membantu mereka untuk membereskan pria itu," kata Japar.
di rumah juragan Wawan kaget membaca pesan dari Japar, dia tak mengira Farid bisa bertindak seperti itu.
"kamu ingin bermain,tentu aku akan ikuti permainan mu, kamu kira aku akan diam,dasar pria bodoh..." gumam juragan Wawan.
terlebih dia tak ingin istri dan putranya itu terluka, dia juga menghubungi Nanang untuk menjaga Yuni di rumahnya untuk malam ini, dan mereka akan menyergap Farid di rumah Yuni.
__ADS_1
karena Japar sudah membereskan semua preman yang akan bertindak kecuali di rumah Yuni.