aku istrimu, bukan pembantumu

aku istrimu, bukan pembantumu
hidup bahagia


__ADS_3

Sari hari ini merasa senang pasalnya hati ini mereka merayakan ulang tahun putra mereka yang pertama.


semua teman dan saudara diundang, bahkan pesta perayaan ini terlalu mewah untuk bocah yang bahkan belum mengerti jika ini pesta.


tapi mau bagaimana pun terserah yang mengadakan pesta, selain itu nanti malam akan di adakan pengajian untuk meminta tolong meminta doa untuk putranya yang sedang berulang tahun.


Sari menyapa semua tamu dan


para warga sangat antusias mendengar itu.


Dewi adalah satu-satunya gadis yang belum pernah menikah, sedang Yuni sedang dalam proses perceraian.


"hei ada apa ini, kenapa kalian menatap ku seperti itu, memang kenapa dengan ku yang belum menikah, ada yang salah?" tanya gadis itu.


"kamu kenapa sih masih ngeyel mau menunggu wanita yang bahkan tak pasti mau atau tidak dengan mu, dia bahkan susah membuatmu dan keluarga malu bukan?" tanya Dian pada temannya itu.


"kamu tak bisa mengatakan seperti itu, karena aku yang mengetahui perasaan ku, jadi jangan mengurui ku," kata Dewi kesal.


"ayolah ini semua juga demi kepentingan mu, tapi ya terserah saja," kata Sari yang tau watak gadis itu yang keras kepala.


"ya kalau aku mah gak papa deh dapet duda asal dia setia dan gak brengsek saja," jawab Yuni.


"hei non, itu sama kayak statusmu, jadi jangan mimpi yang aneh-aneh deh," kata Dewi kesal.


"hei memang kalau aku dapet perjaka kenapa, memang salah, gak kan," kata Yuni yang membungkam Dewi.


sedang Sari dan Dian hanya geleng-geleng saja mendengar pertikaian kedua orang itu.

__ADS_1


"sudah semua orang bisa jadi imam yang baik, asal dia memiliki kebaikan hati dan iman yang kuat," kata sari menengahi.


"iman sih kuat ya say, tapi kau si Otong yang tak kuat dan gak puas kan repot," jawab Dian dengan tawa


"maaf ya nyonya, anda ini mau bantu apa mau memperkeruh ya," kesal Sari mendengar ucapan temannya itu.


"kan aku cuma buat perumpamaan, jadi kalau punya suami ingat di buat kenyang tuh Otong, kalau enggak bisa bahaya kalau cari di luar,"


"iya deh iya, yang Otong suaminya doyan makan," jawab Sari yang membuat Dian tersenyum geli sendiri.


"kalian ini suka banget sih pamer, sudah tau aku gak punya pasangan,"


"ya cari dong Yuni, masak mesti di cariin juga," kata Zahra.


"sak karep mu rek,sak karep ku," kesal Yuni dan Dewi yang jadi bulan-bulanan ledekan ketiga teman mereka.


diam dan Japar memilih tetap tinggal karena mereka membantu persiapan.


"bagaimana menurutmu tadi, bukankah Dewi terlihat aneh," tanya Sari yang merasa salah satu temannya itu sedikit berubah.


"kita pantau saja, jika dia berani ingin menggoda salah satu dari suami kita, maka aku akan pastikan dia akan tau bagaimana sialnya membangunkan singa betina tidur," kata Dian


"ya kamu benar," jawab Sari.


ya mereka memang sedikit curiga dengan Dewi, yang sekarang terlihat beberapa kali begitu dekat dengan suami orang.


kedua wanita ini pun memiliki ketakutan tersendiri, karena bagaimanapun Dewi masih belum melahirkan.

__ADS_1


sedang keduanya sudah pernah melahirkan dan masih berusaha untuk kembali ke bentuk tubuh awal.


"bang sepertinya kita harus hati-hati dengan Dewi, karena aku lihat tatapannya pada mu itu berbeda," kata Japar.


"lah ku kira dia mengincar mu, soalnya dari tadi arah tatapannya ke arah mu," jawab juragan Wawan.


"aku sih jujur gak minat, buat apa gadis seperti itu, istriku mah yang paling wah pokoknya," kata Japar.


"kamu betul, mereka sih sudah tak usah di ragukan kalau masalah servis, nomor satu deh," jawab juragan Wawan tertawa.


dan mereka kaget saat mendengar suara di belakang mereka, "assalamualaikum lagi bahas apa ini?"


"waalaikum salam, gak bahas apa-apa, kamu sudah datang, sayang ini Dewi sudah datang," panggil Japar yang langsung ngibrit takut dengan wanita itu.


"Dian tolong ya, aku mau lihat anak sound dulu," kata juragan Wawan yang juga lari


"mereka kenapa sih, kok aneh gitu?" tanya Dewi melihat tingkah dua pria itu.


"memang mereka begitu, sudah ayo gabung bareng Sari, kebetulan ada tenaga tambahan bisa bantu-bantu membungkus camilan untuk para jamaah pengajian," kata Dian.


Dewi pun mengangguk, sebenarnya dia datang cepat ingin bertemu dengan seseorang yang dia sudah pastikan akan datang.


dan benar saja, Nanang datang bersama istri dan ketiga temannya itu.


Dewi tersenyum senang saat melihat rombongan dari mereka, yang ternyata ada Fendi, tapi pria itu langsung pergi saat melihat Dewi.


Dewi ingin mengejarnya tapi pria itu malah seperti tak ingin betemu dengannya dan itu membuatnya sedih.

__ADS_1


__ADS_2