
hari ini tanpa siapapun menduga, juragan Wawan datang mengantarkan panggilan terakhir untuk mengucapkan ikrar talak.
"assalamualaikum nduk," kata juragan Wawan yang nampak makin kurus dan sedikit tidak terawat.
"waalaikum salam ayah, ayah datang, silahkan masuk ayah," kata sari dengan sopan.
bagaimana pun juragan Wawan adalah mertuanya yang sangat baik.
bahkan pria itu sangat menyayanginya selama dia menjadi istri dari putranya.
"kalau boleh satu tahu ada apa ayah datang? apa Sari melakukan kesalahan?" tanya Sari.
"tidak nduk,jangan ngomong seperti itu, ayah datang cuma ingin memberikan ini padamu, ini adalah panggilan terakhir dari persidangan mu,dan ayah harap kamu datang untuk mendengar keputusan dari pengadilan agama," kata juragan Wawan.
"bukan Sari tak mau ayah, tapi Sari takut pada mas Nanang, dia mungkin bisa menyakiti ku disana nantinya," kata Sari.
"tenang saja nduk, ayah akan bersama Nanang untuk memastikan dia tak akan melakukan apapun yang mungkin menyakitimu, tapi jika kamu tak ingin juga tak apa-apa nak," kata juragan Wawan.
"baiklah ayah, Sari akan pikirkan, oh ya sari ingin mengembalikan tabungan dan ATM ini pada ayah," kata sari memberikan buku tabungan itu.
"tidak nak, tolong simpan buku ini karena ini sepenuhnya untuk mu, karena ini keputusan ayah, dan kalau begitu ayah pamit ya nduk," kata juragan Wawan pamit.
__ADS_1
"inggeh ayah, tolong ayah jaga kesehatan ya," kata Sari yang merasa sedih.
"bagaimana mau jaga kesehatan, orang tidak ada yang buat kue dan kopi lagi sekarang," kata juragan Wawan tertawa.
pria itu tetap sangat baik pada satu, sedang bu Wiwit sedang merancang sesuatu yang mungkin tak di bayangkan sama semua orang.
terlebih wanita itu sudah muak dengan kehidupannya dan melihat tingkah dari wanita simpanan suaminya itu.
terlebih sekarang wanita itu makin berani menunjukkan jika dia kesayangan suaminya.
Sari benar-benar berubah, yang awalnya kurus dan cukup pucat saat bersama dengan Nanang.
sekarang gadis itu malah seperti gadis yang tengah tumbuh ranum-ranumnya.
jadilah gadis ini makin cantik dan segar, bahkan banyak pria yang menginginkan agar bisa memiliki gadis itu.
bahkan Adelia sendiri heran melihat pertumbuhan dari Sari yang begitu seksi, terlebih saat senam gadis itu makin singset.
"wah... sekarang kamu makin segera ya beb, lihatlah bahkan aku saja kalah loh dengan uh..." kata Adelia memutar tangannya di depan dada
"hei mbak, apa maksudmu, ini karena vitamin dan susu dari mbak, jadi pertumbuhan ku sangat berlebihan seperti ini," kata Sari tak bisa berkata-kata lagi.
__ADS_1
Adelia pun hanya tertawa, "oh ya mbak, tiga Minggu dari sekarang mau menemaniku tidak untuk sidang putusan?"
"ya dek,aku tidak bisa menemanimu, karena aku di hari itu ada suatu tempat yang harus aku kunjungi," kata Adelia.
"baiklah, kalau begitu aku akan mengajak ayah ku saja, tapi jika mbak butuh apa-apa tolong bilang padaku ya," kata sari yang tak ingin melihat temannya itu kesulitan
"pasti dok, karena sekarang aku dan kamu itu sudah seperti saudara," kata Adelia memeluk Sari erat.
mereka pun menyelesaikan senam dan menuju ke salon untuk melakukan facial treatment dan juga mengecat rambut dengan warna dark brown.
Sari mencari suasana baru di dalam hidupnya, dan dia juga memotong rambutnya sebahu juga.
pukul empat sore, mereka pun memutuskan untuk berada di cafe untuk menikmati suasana tenang itu.
seorang pria menghampiri meja mereka, "maaf... bukankah Anda mbak Sari yang beberapa kali ke klinik dengan kondisi yang sangat menyedihkan," kata pria itu.
"aduh dokter, tolong jangan buka rahasia dong, padahal sekarang aku sudah tidak seperti dulu loh," kata Sari tersenyum.
sesaat dokter itu menatap sari dengan mata yang penuh kekaguman, karena wanita itu sudah banyak berubah.
"hei dokter,matamu mau keluar itu, Sari tak akan pernah kamu miliki hanya dengan kamu memelototinya seperti itu," ledek Adelia
__ADS_1
"ah apa, bukan begitu, terakhir aku melihatnya itu, dia itu sangat kurus dan pucat, tapi sekarang terlihat begitu ceria dan segar, jangan bilang pria kasar itu mati," kata dokter itu penasaran.
"bukan mati, tapi aku membuatnya membuang pria tak guna itu," kata Adelia yang langsung tertawa.