aku istrimu, bukan pembantumu

aku istrimu, bukan pembantumu
sabar ih..


__ADS_3

juragan Wawan melongo mendengar itu, "kamu jahat banget sih," kata pria itu menahan Sari di pangkuannya


"habis jadi orang kok mesum, tunggu lusa ayah setelah itu bebas mau ngapain," kata Sari tertawa.


"baiklah aku akan menunggu mu, tapi boleh buatkan sesuatu satang, aku ingin ngopi nih," bisik pria itu.


"bagaimana aku bisa berdiri, jika ayah menahan ku seperti ini," bisik Sari yang merasakan sesuatu.


"baiklah aku akan melepaskan mu," kata juragan Wawan


Sari pun membuatkan kopi dan ada mie instan cup juga, sedang juragan menonton tv yang sedang menyiapkan acara sepak bola.


sedang pak Wasis mengundang beberapa tetangga untuk hadir di acara selamatan pernikahan sari lusa.


dan untuk pernikahan Tata, masih menunggu ganti tahun suro karena keluarga pihak pria baru saja kehilangan kakek mereka.


semua orang terkejut, pasalnya Sari yang di lamar banyak pria menolak tapi mau menikah dengan mantan mertuanya.


tapi tak ada satu orang pun yang berani membicarakan tentang pernikahan itu karena pengaruh juragan Wawan yang sangat kuat.


karena hampir semua orang bekerja untuk pria itu, dan semua orang tau bagaimana kebaikan pria itu.


"ayah mau mandi," kata sari yang datang dengan nampan.


"boleh, di kamar ini ada kamar mandi?"


"iya, handuknya ada di dalam kalau gak salah," kata Sari.


akhirnya pria itu pun mandi dan sari menikmati waktunya, dia tersenyum melihat juragan Wawan keluar dengan tubuh yang hanya memakai kaos datam.


"anda mau pamer tubuh, kemana kaosnya ih..."


"jatuh di kamar mandi jadi basah, aku sedang gantung di dengan jendela," jawab pria itu.

__ADS_1


Sari pun melihatnya dan ternyata benar, tak terduga juragan Wawan menekuk Sari dari belakang.


"ayah hentikan... ah... aku tak bisa ... aku sedang mens..." kata Sari yang menghentikan pria itu.


"baiklah tapi tolong bantu aku saja, mau kan," mohon pria itu.


"bantu apa?" tanya Sari.


"tolong bantu garuk dong punggung ayah, gatel nih," kata juragan Wawan yang membuat Sari syok.


"mukanya jangan kaget gitu dong, biasa aja sayang," kata juragan Wawan tersenyum.


malam itu juragan Wawan pun pulang, dan sedikit kaget saat melihat Yuni belum pulang juga.


"hei gadis ini..." gumamnya yang langsung masuk kedalam rumah.


juragan Wawan tadi sempat membawa makanan dari tempat sari.


dia menghangatkan makanan itu,dan setelah itu memeriksa semua pekerja yang di laporkan oleh anak buahnya.


"ada apa kamu datang?"


"maaf juragan, saya dapat kabar buruk jika semua usaha kelapa sawit terganggu, jadi juragan harus ke Kalimantan sekarang," kata pria itu.


"kamu gila lusa aku menikah, dan kamu menyuruhku pergi," kata juragan Wawan yang tau kondisi di tempat itu dan tak mungkin dia bisa pulang dalam hitungan hari.


"tapi ini penting juragan," jawab pria itu.


"kamu pergi duluan,ulur semua masalah, apa kamu tak bisa begitu saja," jawab pria itu.


"tidak semudah itu juragan, saya juga ada kepentingan mendadak, jadi bagaimana?" tanya pria itu yang balik nanya


"sudahlah kamu tak becus, aku akan menghubungi anak buah ku yang lain, jika itu masalah sepele habis kami," kata juragan Wawan marah.

__ADS_1


ternyata hanya ada miskomunikasi antara penjaga di sana dengan Supri.


ingin sekali rasanya juragan Wawan memukul pria itu, tapi dia menahannya.


motor Farid baru datang ke rumah, terlihat mereka sangat senang, "apa cuma itu saja laporan mu,atau masih ada yang lain?" tanya juragan Wawan.


"tidak ada juragan, kalau begitu saya pamit, maaf saya melakukan kesalahan," pamit pria itu.


Yuni dan Farid mencium tangan juragan Wawan, "ada apa ayah?" tanya Yuni.


"itu Supri salah informasi, dia bilang jika usaha ayah yang di luar kota terbakar, dan membuat kaget aja, ternyata salah informasi, masuk di nak," kata juragan Wawan pada calon menantunya.


"tidak ayah,saya langsung pamit pulang saja, ini sudah malam, maaf baru mengantarkan yuni pulang, karena tadi Yuni di tahan ibu," kata Farid.


"tak apa-apa, kalian sudah ada ikatan,jadi kalau ada apa-apa itu berarti tanggung jawab mu," kata juragan Wawan.


"benar ayah,kalau begitu saya pamit," kata Farid pergi.


Yuni dan juragan Wawan masuk kedalam rumah, "Yuni kemarilah, sudah ingin mengatakan sesuatu,"


"ada apa ayah,kenapa wajah Ayah tegang begitu, apa tak dapat restu?" tanya Yuni meledek ayahnya.


"aduh kamu itu kalau meledek ayah jago sekali, ayah ingin bilang jika ayah ingin memberikan beberapa usaha padamu dan kaku harus mengelolanya bersama suamimu," kata juragan Wawan.


"loh ada apa ayah,kenapa ayah seperti ini?" bingung Yuni.


"ayah cuma tak ingin nanti di kemudian hari kamu menyalahkan pernikahan ayah dan merasa di kucilkan karena waktu dan uang ayah akan jadi milik istri ku," kata juragan Wawan.


"tapi ayah, seperti ini malah Yuni merasa jika itu benar,ayah di rebut dariku oleh sari," kata Yuni sedih


"bukan begitu nak, sari dan ayah akan keluar dari rumah ini karena ini rumah mu,dan rumah lama Nanang akan tetap jadi miliknya, kamu juga akan ayah berikan sawah, dan beberapa usaha,jadi ayah tak ingin ada hal yang mengganjal nanti,"


"tidak ada apa-apa ayah, aku sudah setuju jadi ayah tenang saja, aku tak mungkin akan ada yang kecewa tenang saja," kata Yuni meyakinkan.

__ADS_1


"baiklah, kalau begitu," kata juragan Wawan.


tapi dia tetap saja membagi semua yang dia miliki secara adil, bagaimana pun dia tak ingin ada yang bermasalah suatu saat nanti.


__ADS_2