
siang itu seorang anak buah juragan datang untuk mengambil makanan untuk juragan Wawan fan juga cemilan.
tapi dia kaget melihat begitu banyak kotak plastik yang berukuran besar, "anu ibu juragan, ini kok banyak banget,"
"buat di bagi-bagi ya sama yang lain, punya suami saya sudah ada di dalam tas, oh ya apa ada kejadian buruk di gudang?" tanya Sari yang merasakan ada yang tak enak di hatinya.
"iya sedikit ibu juragan, tadi mas Nanang datang terus marah ke juragan Wawan, katanya bagaimana bisa ibu juragan hamil padahal mandul,dan juragan sangat marah mendengar ucapan itu," jawab pria itu jujur
"ya sudah kalau begitu, kamu kembali dan ini untuk mu beli rokok, terima kasih atas informasinya," kata sari memberikan uang tiga puluh ribu pada pria itu.
dia tak mengira pria itu tetap tak tau malu seperti ini, padahal dulu mereka bercerai juga dia tak ada tanggung jawabnya sama sekali.
saat dia akan masuk rumah sebuah mobil berhenti di depan gerbang, dia tau itu mobil milik siapa.
dan saat kedua orang itu turun, Sari hanya bisa tersenyum melihatnya, itu adalah Yuni dan ibu mertuanya.
"pak Paiman minta tamu masuk bersama mobilnya," kata Sari kejauhan.
mobil Yuni pun masuk kedalam rumah, melihat itu mbak Jum dan mbak Tunah langsung siap takut ada apa-apa pada ibu juragan mereka itu.
"selamat datang, mari silahkan masuk," sapa Sari dengan lembut.
"terima kasih,ya Allah saya baru bisa datang kesini setelah pendak pasar, maaf ya baru bisa jengguk," kata ibu Farid dengan lembut.
"iya Bu, mari silahkan masuk, jadi bagaimana kondisi kamu Yuni, apa baik-baik saja, kata Dewi kamu sempat pingsan?"
"tidak apa-apa kok, cuma kelelahan saja," jawab Yuni.
"mbak tolong kue dan minum ya," kata Sari.
"iya buk," jawab mbak Tunah.
mbak Jum tetap duduk tak jauh dari ruang tamu,memastikan bahwa sari tetap baik-baik saja.
__ADS_1
ibu Farid sekarang mengerti kenapa juragan Wawan memilih untuk memilih Sari,karena gadis itu sudah cantik dan juga bisa menempatkan diri dengan sangat baik.
"ini Bu besan dan Yuni Monggo di incip, tadi iseng bikin lemet dan jemblem kesukaan dari mas Wawan," tawar Sari.
"iya mbak, saya kesini mau tinjau setelah pernikahan, sebenarnya harusnya yang datang itu Yuni sama Farid, tapi ya gimana Farid sudah harus mulai kerja lagi, jadi terpaksalah saya yang mewakili tak apa-apa kan mbak?"
"tentu tak apa Bu besan, yang penting tetap melakukan tradisi," jawab Sari yang memang tak ada kepikiran aneh-aneh.
"apa kamu tau tentang pak Hartono ma?" tanya Yuni tiba-tiba.
"hanya sedikit karena ayah mu tak ingin membahasnya, meski dia bukan ayah kandung mu,tapi baginya kamu tetap putrinya,meski pas pernikahanmu dia tak datang karena tak nyaman dengan mas Nanang dan ibu mu, tapi baginya kamu tetap anaknya," kata Sari dengan lembut.
"terima kasih mama dan ayah memang yang terbaik, maaf jika Yuni selalu membuat kalian marah dan kesal, aku juga tak berhubungan dengan mas dan ibu lagi, aku terlalu malu dengan kelakuan mereka," kata Yuni.
"jangan seperti itu Yuni, bagaimana pun dia itu tetap ibumu," terang sari.
mereka pun berbincang ala kadarnya, dan tak butuh waktu lama mereka pun pamit,Yuni membawakan cemilan yang tadi di buatnya dan memberikan sedikit uang sebagai syarat tinjo.
setelah mobil Yuni pergi sari pun masuk kedalam rumah dan meminta mbak Tunah dan mbak Jum membawa pulang yang tadi di bawakan oleh Yuni dan ibu besannya.
terlebih dia terlalu kecewa dengan semua yang menimpanya, mbak Jum dan mbak Tunah mengerti.
di gudang tempat juragan Wawan bekerja, semua sedang merasa senang menikmati cemilan yang di berikan oleh ibu juragan.
sedang juragan Wawan sedang makan siang dan bekalnya kaki ini tak ada sayur tapi buah yang banyak.
tapi dia tidak tau jika sayurnya di isi di dalam bola-bola tahu. juragan Wawan ingin sekali tertawa pasalnya istrinya itu sangat kreatif dan kadang memperlakukan dirinya seperti anak kecil yang harus makan sayur hingga mencoba berbagai resep.
tapi itu menjadi kebahagiaan sendiri, bisa makan dengan masakan yang terus bervariasi setiap hari.
sore ini mereka baru akan mulai panen beras ketan putih dan beras ketan hitam.
kebetulan sudah waktunya, jadi juragan Wawan memecah menjadi dua tim agar semua pekerjaan langsung selesai tepat waktu.
__ADS_1
karena mulai sekarang dia tak ingin ada lembur karena waktunya di malam hari adalah milik istrinya.
sore hari sari sedang berjalan di pelataran rumah sambil menikmati suasana sore, saat dia melihat penjual bakso lewat.
"mbak beli yuk," ajak Sari pada kedua pembantu di rumahnya.
"mbak kan gak boleh makan yang aneh-aneh," kata mbak Jum
"kalian beli lah, aku cuma mau satu pentol dan kuah saja, tapi beli ceripingnya yang banyak ya," kata sari.
"baiklah ibu juragan sesuai keinginan," jawab mbak Tunah.
dia pun menghentikan penjual itu dan membeli sesuai dengan apa yang di perintahkan oleh sari.
dia benar-benar cuma makan satu pentol dan ceriping yang banyak dengan mengunakan kecap dan saus sambal saja.
setelah itu Sari memberikan uang lima puluh ribu pada mbak Tunah untuk membayar bakso itu.
dia akan masuk kedalam rumah sesaat sebelum itu seorang wanita menerobos masuk kedalam rumah.
mbak Tunah otomatis menarik wanita itu hingga keluar gerbang, mbak Jum langsung mengajak Sari masuk agar tak melihatnya.
"apa sih mbak, itu mbak Tunah kenapa?"
"sudah buk, ibu masuk biar mbak Tunah dan suami saya yang membatasi masalah itu, tolong ibu jaga kondisi tubuh ibu," kata mbak Jum.
ternyata itu ibu Wiwit yang datang ingin melabrak sari, tapi dia tak mengira jika rumah mantan suaminya itu di jaga seketat ini.
"pergi dari sini atau aku suram dengan kuah bakso mendidih ini?" kata pak Paiman.
"sialan kalian berdua, cuma seorang pembantu saja sok, kalian tak tau siapa aku," kata Bu Wiwit.
"kanu itu wanita tak tau malu, punya suami hamil dengan orang lain, dasar mempermalukan derajat dan kaum wanita saja, sudah sana pergi jangan sampai kami lapor pada juragan," kata mbak Tunah dengan sangat garang.
__ADS_1
pak Paiman tak mengira jika wanita itu yang biasanya bicara lembut, bisa seseram ini, "untung bukan istriku..." batin pria itu