aku istrimu, bukan pembantumu

aku istrimu, bukan pembantumu
pergi bersama ku


__ADS_3

Adelia memberikan kaosnya pada Sari, dan gadis itu memakainya. "kenapa hanya menyalahkan mas Nanang, Sari juga bersalah karena kemarin dia kegatelan menggoda mas Fendi, bahkan dia jijik padamu asal kamu tau itu," kata Yuni yang baru datang.


"ah kejadian itu, aku akan jatuh dari tangga di toko kue itu, dimana letak aku menggodanya, toh dia sendiri yang reflek menyelamatkan aku," kata Sari


"kamu juga ingin membela kakak mu yang sudah salah, kalian ini kenapa semuanya!!" marah juragan Wawan.


"kami kenapa? bukan kami tapi kamu, demi membela menantumu itu, kamu membuang keluarga mu," marah Bu Wiwit.


"wah Bu juragan menunjukkan sisi terburuknya sekarang, lihat sari ibu mertuamu," kata Adelia tersenyum saja.


"sudah ku katakan dari awal, jika dari meminta semua hartaku aku akan memberikannya, karena berkat kakeknya aku bisa hidup sampai saat ini, dan kalian yang tak tau balas Budi, cukup terserah dengan kalian, aku akan pergi," marah juragan Wawan yang langsung meninggalkan rumah.


Sari tak mengira jika akan jadi seperti ini, Nanang yang melihat sari langsung murka.


dia ingin melukai Sari tapi Fendi menahannya, "tidak lagi Nanang, kamu sudah keterlaluan, jika kamu tak suka lepaskan dia dan kalian lebih baik tinggal berpisah bukan," kata Fendi.


"mas Fendi, kenapa kamu membelanya, bukankah kamu mencintaiku, kamu bilang sendiri dulu," kata Yuni yang tak menyukai suasana saat ini.


"kapan itu terjadi? bagiku dari awal hanya ada Sari, dan jika bukan karena juragan Wawan aku sudah membawa dari lari sebelum pernikahan, tapi seharusnya aku tetap melakukan itu karena pria seperti kakak mu itu cuma sampah masyarakat, yang tak bisa berdiri di kakinya sendiri, ah aku lupa jika putra pertama juragan Nanang ini cacat moral," kata Fendi.

__ADS_1


"sudah sekarang kalian nikmati saja, karena Sari akan pergi bersama ku," kata Adelia yang mengajak sari pergi.


"kamu tak akan bisa, bagaimana pun aku tak akan melepaskannya," kata Nanang.


"tapi sayangnya, polisi yang akan menahan mu, dan itu akan lebih mudah bukan juragan muda," ejek Fendi yang tersenyum melihat kehancuran pria sombong itu.


sedang Sari tak mengira jika akan berpisah dengan cara seperti ini, "mbak antar aku ke rumah orang tuaku,"


"kamu yakin, apa bapak mu akan menerima mu dek?" tanya Adelia yang khawatir.


terlebih semua yang di lakukan oleh Nanang mungkin bisa membahayakan gadis itu lagi.


"tidak apa-apa, seharusnya bapak tetap membelaku bukan," kata Sari.


"maafkan bapak nduk... seandainya kamu tak bapak paksa nikah dengan Nanang, kamu tak akan jadi seperti ini..." tangis pria itu.


"iya pa, semua sudah berlalu, sekarang bolehkan sari tinggal di sini dengan bapak dan ibu lagi," kata Sari memohon.


"tentu nak," kata pak Wasis.

__ADS_1


pria itu juga berterimakasih kepada Fendi dan Adelia, karena mereka putrinya bisa selamat dan tak akan bisa mengalami kekerasan lagi.


"tapi semua barang ku masih di rumah itu," kata sari yang baru ingat.


"tenang, sebentar lagi barang mu akan di antar, terlebih pak RT dan pak RW membantu kami setelah tau kebenarannya," kata Fendi tersenyum.


benar saja,sebuah mobil pick-up datang membawa lemari pakaian dan semua barang milik Sari.


Adelia pun tertawa, di saat itulah Sari baru sadar tentang pertanyaan Adelia yang menanyakan tentang barang yang di miliki sari seutuhnya.


dan semua pun di bawa pulang ke rumah pak Wasis, "dari besok aku harap kamu tetap jualan, karena banyak orang yang mencari nasi bakar dan juga kue mu," kata Fendi.


"baik kak, aku akan jualan lagi kok, dan aku tentu harus menghidupi diriku kan, dan membantu orang tuaku," kata Sari.


video perselingkuhan dari Nanang dan Azila pun kini menyebar bagai badai di desa itu.


pria itu benar-benar di permalukan, dan semua orang menatap sari kasihan gadis yang tak pernah melakukan kesalahan.


kini malah harus menderita punya suami seperti Nanang, dan laporan polisi di batalkan asal Nanang mau menceraikan istrinya itu.

__ADS_1


dan atas bujukan Bu Wiwit Nanang pun mau menceraikan istrinya itu, dan juragan Wawan juga pulang karena kasihan melihat putrinya yang hampir bunuh diri setelah tau segalanya.


keluarga harmonis pun hancur sekarang, dan Bu Wiwit tak akan membiarkannya.


__ADS_2