aku istrimu, bukan pembantumu

aku istrimu, bukan pembantumu
ibu-ibu muda kumpul


__ADS_3

saat Dian masih di rumah sari, ternyata Zahra datang bersama kakak Dian.


"ya Allah petok wong Iki neh..." gumam Dian melihat kakaknya.


"kenapa sih, orang aku ngatar mbak mu kok, loh kamu sendirian, suamimu di gondol kucing," kata bidin.


"diam gak," kesal Dian.


Sari hanya tertawa saja, pasalnya meski saudara mereka berdua ini kurang akur.


ternyata tamu Sari cukup banyak dan Dian kini membantu dia orang itu menyiapkan segalanya.


pasalnya makin sore tamu makin banyak berdatangan, "ya Allah mbak Dian istirahat saja, kasihan mbak lihatnya jadi ikut sibuk buat kue,"


"mbak ini gimana, saya sudah terbiasa, jadi tak perlu heran begitu," kata Dian yang nenang terbiasa.


bahkan tangan wanita itu sangat cekatan, akhirnya tanpa terasa sudah terdengar adzan magrib berkumandang.


"ini mereka melayat, apa kecantol di barongan sih," kata sari yang mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi suaminya.


sedang dua pria itu lupa waktu, sebenarnya tadi rencananya mau ngopi sebentar, malah bablas.


terlihat pemilik warung itu terus bersikap manis terlebih ada juragan Wawan dan pemuda yang manis menurutnya.


sedang asik mengobrol, ponsel juragan Wawan berdering, "assalamualaikum..."


"mas pulang atau aku akan menyuruh mu tidur di luar, kenapa kamu begitu mengesalkan," kesal wanita itu.


"iya maaf kami lupa waktu, kami pulang, segera," jawab juragan Wawan yang langsung menyeruput kopi terakhirnya.


Japar pun menepuk dahinya, bisa dapat ceramah cinta dari istrinya ini, terlebih mereka sangat telat pulang.


juragan Wawan memberikan uang seratus ribu pada pak lurah, "buat bayar, kami pulang dulu,nyonya besar bisa marah ini," kata pria itu.


"iya mas hati-hati," kata pria itu.


penjaga warung itu keluar dari dalam warungnya, "juragan Wawan lihat apa sih, orang sari gak cantik gitu bisa memenangkan pria sehebat juragan Wawan," kesalnya.


"kamu buta bisa bilang begitu, dari itu sekarang cantik karena terawat,belum lagi bodinya bagus," kata pak lurah.

__ADS_1


"terus yang tadi itu siapa, sepertinya dia juga pria berduit, tuh buktinya dia bocah tadi dapet uang saku," tanya penjaga warung.


"dia itu saudaranya juragan Wawan, dia itu pemilik pabrik tahu di kampung tetangga, tau UD, jaya sentosa, itu pabrik miliknya, dan istrinya juga pemilik restoran dan cafe di kota," jawab pak lurah.


"owalah orang kaya dan menikah, sepertinya bisa nih jadi istri sirinya, lumayan kan bisa buat perawatan," kata wanita itu terkekeh geli.


"kalau aku jadi kamu,aku akan menghindari berurusan dengan pria tadi, karena dia itu pria paling kejam dan juga mantan preman di kota Surabaya," kata salah satu pamong desa.


"apa!!" kaget penjaga warung itu


keduanya sampai di rumah Juragan Wawan, dan terlihat banyak tamu, Dian langsung mengajak suaminya pulang karena tadi mertuanya bilang jika putranya jatuh.


sedang Sari menatap tajam kearah suaminya itu, dan dengan santai juragan Wawan hanya tersenyum saja ke arah wanita itu.


"mandi dan segera kesini mas," kata Sari.


juragan Wawan mengangguk dan langsung pergi ke kamar mandi untuk menjalankan perintah.


Sari sebenarnya sangat lapar,terlebih tamu tak putus datang, bahkan nasi yang sudah di dinginkan pun belum tersentuh.


mbak Jum dan mbak Tunah merasa kasihan pada sari yang harus duduk di sana agar memastikan tak ada yang mencium putranya.


"itu juragan, ibu harusnya sudah makan, tapi karena tamu banyak jadi ibu belum bisa," jawab mbak Tunah.


tanpa bicara, juragan Wawan mengambil piring itu dan menambahkan semua jenis lauk dan sayur, tak lupa membawa gelas berisi air minum juga.


sekarang pria itu duduk di samping istrinya, "maaf ya, saya harus sambil menyuapi istri saya, takut ASI-nya keluarnya dikit," kata juragan Wawan.


"iya mas, ya Allah perhatiannya juragan Wawan, suami siaga ya," kata salah satu wanita.


"tidak, ini sudah menjadi kewajiban saya menjaga istri dan anak saya," jawabnya.


Sari pun sedikit merasa terbantu, setidaknya kini dia bisa makan dengan bantuan suaminya.


akhirnya setelah semua tamu pulang, giliran Sari yang melayani suaminya.


"tadi mas habis melayat kemana kok sampai magrib sih, kasihan itu tadi Dian,"kata Sari.


"tapi kami sempet ngopi bareng bapak-bapak, eh lupa pulang deh jadinya," kata pria itu dengan santai.

__ADS_1


"dasar mas ini, mbak Jum dan mbak Tunah bisa pulang loh," kata Sari yang tau dua orang ini pasti kelelahan.


"gak papa buk, kami bantu disini, kasihan kalau ada tamu lagi,"jawab mbak Jum.


"ya sudah kalau begitu,sini ayo makan bareng," ajak Sari.


tak terasa sudah seminggu bayi mereka pulang, dan akan segera di adakan acara selapan, dan Sari juga sudah memesan catering untuk aqiqah putranya itu berkat bantuan Dian.


bahkan Dian juga memberikan empat jenis kue untuk acara itu, juragan Wawan tetap saja sibuk bekerja meski acara semakin dekat.


sedang di rumah Yuni, wanita itu baru tau jika Sari melahirkan secara prematur, tapi bayinya sangat sehat.


dia merasa jika ini tak adil, karena dia yang begitu menjaga putranya malah harus kehilangan bayinya.


terlebih sekarang Farid juga bekerja terus di luar dan saat pulang mulai sering marah.


dia pun merasa hidupnya sangat berantakan setelah kehilangan bayinya, siang itu ibu mertuanya datang.


Yuni merasa aneh karena wanita itu tak pernah datang seperti ini Tania pemberitahuan pada dirinya, "loh kok tumben ibu datang kesini? apa ada sesuatu?"


"memang kenapa, gak boleh, ini kan juga rumah Farid, aku kesini mau memberikan kamu jamu adem-ademan, supaya kami bisa hamil lagi, biar suamimu itu betah di rumah juga," kata ibu Farid dengan sedikit ketus.


"tapi ini baru beberapa hari setelah kematian putraku Bu, dan lagi masa nifas ku belum selesai," kata Yuni yang tak habis pikir dengan cara berpikir ibu mertuanya.


"sudah minum saja, kamu mau jika suamimu itu tertarik pada wanita lain setelah ini, kamu itu harus jaga badan juga, masak habis melahirkan anak penampilan mu kayak ibu anak sepuluh,"


Yuni pun merasa sedih, pasalnya dia mengalami perubahan berat badan yang cukup banyak, dan membuatnya gemuk, jadi sekarang dia harus mulai diet agar kembali ke bentuk tubuh aslinya.


Farid pulang ke rumah dan kaget melihat ibunya,"ibu datang, kok gak bilang Farid, dek..." kata pria itu memberikan tasnya pada Yuni.


"ibu cuma mau memberikan ini, jamu untuk istrimu agar segera hamil,kamu itu putra keluarga kita jadi harus segera punya momongan,terlebih ibu belum punya cucu laki-laki," kata ibu Farid


"ya ibu, putra kami saja baru meninggal,biarkan Yuni istirahat dulu, ibu bisa minta cucu laki-laki pada mbak atau Yesa yang mau menikah," kata Farid yang tak suka di paksa.


"kamu ini gimana sih, kaku itu anak laki-laki Farid, jadi itu pantas jika ibu meminta mu yang memiliki anak untuk meneruskan darah keluarga kita," kata ibunya tanpa mau di bantah.


Yuni datang dan menaruh kopi di depan suaminya,dan tak lupa ada cemilan juga.


Sari hanya bisa bertahan sampai saat ini, dia benar-benar di buat kaget karena ulah ibu mertuanya.

__ADS_1


__ADS_2