
tak terasa hari ini juragan Wawan dan sari akan melaksanakan pernikahan di KUA.
bukan tak ingin membuat pesta, tapi mereka memang memilih untuk menikah secara sederhana.
dan setelah pernikahan akan ada santunan anak yatim dan mengundang beberapa tetangga untuk doa bersama sebagai rasa syukur.
Sari sudah siap dengan gamis putih brukat yang kemarin di beli, dia di temani oleh keluarganya.
sedang juragan Wawan mengunakan baju taqwa berwarna putih dan celana hitam.
mereka menuju ke KUA di kecamatan, dan sesampainya di sana ternyata pak lurah dan para undangan sudah datang.
mereka pun langsung masuk karena semua sudah datang, dan Yuni ikut menemani bersama Farid.
tapi mereka menunggu di depan parkiran dan nanti saat sudah sah baru bergabung.
juragan Wawan nampak sangat tegang, dan pak penghulu yang memang kenalan dari pria itu tersenyum saja dari tadi.
"ada apa pak, kenapa senyumnya kok bikin penasaran loh," kata pak lurah yang tau.
"begini mas, aku itu temen mereka sekolah, kami bisa di bilang seusia lah ya, terus ini gimana ceritanya kui nikahin anak temen mu, ya Allah Wawan...." kata pak penghulu itu sambil tertawa.
"alah kamu sok ngomong gitu, kamu dan istrimu juga perbedaan usia sangat jauh bukan, setidaknya usia kalian juga terpaut dua puluh tahun bukan?" tanya juragan Wawan.
"habis yang muda itu yang Krenyes," jawab pak penghulu.
"Podo ae cak," kesal pria itu.
"sudah ini jadi apa enggak sih, ayo Ndang di mulai saja," jawab pak Wasis yang tak ingin mendengar ucapan absurd dari teman-temannya itu.
ya mereka semua memang dari desa yang sama tapi beda pekerjaan, tapi semua tetap teman.
akhirnya pernikahan itu pun terjadi, pak Wasis jadi wali dan yang menikahkan putrinya itu.
juragan Wawan dengan satu kali tarikan nafas dalam mengucapkan ijab qobul dengan benar dan akhirnya sah.
setelah itu keduanya bertukar cincin dan melakukan foto sederhana, Farid dan Yuni bergabung untuk ikut foto.
gadis itu sangat terlihat bahagia, terlebih dia tak mengira jika pernikahan antara ayahnya dan sari benar-benar terjadi.
Nanang yang iseng melihat status adiknya itu pun kaget karena Yuni sudah ada di KUA bersama Farid.
__ADS_1
tapi foto selanjutnya membuatnya hancur, entah kenapa melihat diri itu Nanang merasa jadi pria paling bodoh sedunia.
"kenapa kamu sekarang malah jadi istri ayah ku, apa ini yang namanya penyesalan, seandainya dulu aku lebih baik padamu, mungkin aku tak akan berakhir menyedihkan karena melihat mu menikah dengan pria lain," gumam Nanang yang melihat foto Sari yang di peluk Yuni dengan caption, mama baru milikku dan semoga samawa ya mama.
itu saja sudah membuat Nanang sedih, tapi itu semua adalah kebodohannya, dia sendiri yang membuat wanita sempurna itu pergi dan sekarang dia meratapinya.
dia pun keluar dan melihat tokonya yang sedang cukup ramai, dulu dia bisa mengelola semua uang yang di berikan juragan Wawan dengan seenaknya.
sedang sekarang, dia di buat pusing karena harus memutarkan yang untuk toko itu, tapi beruntung ayahnya mau menjadi supplier untuk beras di tokonya.
"aku pria bodoh ya, membuang kenyamanan, dan berakhir menyedihkan,"
"apa yang menyedihkan sayang?" tanya Azila yang baru datang.
"ah tidak ada, itu hanya ucapan kosong, kenapa kamu kesini? bukankah dokter menyuruhmu banyak beristirahat?" tanya Nanang.
"aku bosan, di rumah tak ada kegiatan mending di sini menemanimu menjaga toko," kata Azila dengan manja.
"baiklah, tapi jangan banyak berkeliling, duduk saja di ruangan ku, oh ya bagaimana kondisi ibu di rumah?" tanya Nanang yang kembali ke kursinya dan memantau semua dari CCTV.
"ibu tadi sedang tidur dan di jaga oleh Mbak Retno," jawab Azila dengan santai.
"ow... baiklah, kamu ingin sesuatu, di kantorku tak ada makanan," kata Nanang
Nanang pun hanya tersenyum saja mendengar ucapan itu, padahal dia tau Azila hanya takut jika dia tertarik dengan seseorang.
sedang di rumah Sari, semua sedang sangat bahagia dengan pernikahan itu.
tadi setelah dari KUA, mereka sekarang mengadakan acara santunan dan sedikit acara resepsi sederhana hanya untuk para tetangga.
meski begitu banyak orang datang mengucapkan selamat pada keduanya.
bahkan Sari tak mengira teman-teman lamanya datang semua karena Yuni yang membagikan berita bahagia itu.
tapi ada satu sosok yang menarik perhatian dari Sari yaitu Dian. gadis yang biasanya sangat ceria dan banyak omong.
kali ini datang sendiri dengan wajah sayu dan sedikit pucat pasi, "selamat ya sayang ku, akhirnya mendapatkan imam yang terbaik,"
"terima kasih,tapi jamu kok sendiri, mana suamimu dan kenapa wajah mu pucat begitu?" tanya Sari yang merasa heran.
"ah itu mas Ghani sedang keluar kota untuk mengantar minyak,ya tau sendiri kamu tentang mas Ghani kan,dia itu orangnya super sibuk," jawab dia tersenyum.
__ADS_1
"oh begitu, kalau begitu ayo duduk dulu kita ngobrol sudah kenal suamiku kan," kata sari tersenyum.
"iya lah, orang dulu kita suka takut sendiri kalau melihat pakde," jawab Dian yang menyapa juragan Wawan
dia bingung mau panggil apa, masalahnya dulu dia memanggil juragan Wawan pakde karena dia ayah temannya.
tapi sekarang pria itu jadi suami temannya, "gak usah bingung gitu, kamu bisa panggil saya apa saja,"
"baik pakde," jawab Dian.
sebenarnya juragan Wawan juga tau bagaimana rumah tangga dari Dian, tapi dia memilih diam saja dan tak ikut campur.
acara berakhir di sore hari, dia langsung memilih merebahkan dirinya karena lelah dari pagi terus menyalami semua tamu yang tak ada hentinya.
padahal mereka tak mengundang teman jauh hanya tetangga, itulah kehebatan mulut, semua orang jadi tau.
"mas mau di buatkan sesuatu?" tanya Sari.
mendengar panggilan itu juragan Wawan tak percaya dan langsung menatap sari.
"kamu memanggilku apa? mas?" kata pria itu dengan sumringah.
"memang salah ya, kalau begitu di panggil ayah saja ya," jawab Sari.
"ya gak gitu loh sayang, panggilan itu saja ya mas.. biar terdengar lbut dan mesra, apa lagi pas kamu -"
juragan Wawan tak bisa melanjutkan ucapannya karena satu membekap mulut pria itu.
"jangan mulai mesumnya,sudah mas istirahat dulu biar aku buatkan kopi, kalau perlu mandi juga," kata Sari yang langsung meninggalkan pria itu.
juragan Wawan ingin menahannya tapi tak bisa, dia pun hanya mengeleng pelan melihat wanita itu pergi.
"dasar kamu ini, kenapa begitu mempesona, ya Tuhan..."
pria itu pun kembali merebahkan dirinya di ranjang.
➿➿➿➿➿
yang penasaran dengan kisah Dian bisa baca di novel lain ya judulnya...
KEBAHAGIAAN CINTA
__ADS_1
terima kasih jangan lupa tinggalkan jejak... like, komen dan vote