
acara sudah selesai, dan delapan berjalan lancar berkat Dian yang mengurus semuanya.
"ada apa mas," tanya Sari yang melihat suaminya tersenyum.
"ayo ikut aku ke belakang kita makan dulu yuk, kamu pasti juga belum makan," kata Juragan Wawan.
"aduh tau saja kalau istrinya ini tadi belum sempat makan," kata Sari yang langsung mengambilkan makanan untuk suaminya.
keduanya pun langsung makan di dalam satu piring berdua, bahkan mereka juga saling menyuapi, setelah kenyang mereka menyempatkan diri untuk menonton tv sebentar.
"aku tak menyangka akan menjadi ayah di usia ku, dan itupun dengan Wanita yang lebih muda," jawab juragan Wawan.
"aku mencintaimu jadi berhenti mengatakan hal itu," kata sari menutup mulut suaminya dengan jarinya.
"sayang apa masih nifas?" tanya juragan Wawan.
"sudah selesai, tapi mungkin akan sakit saat melayani mu mas, karena luka operasi itu," kata Sari.
"maafkan aku kalau begitu," kata juragan Wawan.
tiba-tiba bayi Satria menangis, jadi juragan Wawan langsung menghampiri anaknya itu dan langsung menggendongnya dan berhasil menenangkan putranya itu.
ternyata Pampers bayi itu basah, jadi juragan Wawan langsung menganti dengan telaten dan pria itu sangat terbiasa.
setelah putranya itu kenyang dan kembali tidur, dia ingin istirahat juga tapi dia kaget karena sari langsung mengecup bibirnya.
Sari pun melepaskan sarung suaminya, kemudian dia berjongkok di bawah.
juragan Wawan hanya bisa menahan suaranya agar tak menganggu dan mengusik putranya itu.
dia tak mengira jika istrinya begitu pintar melakukan pelayanan seperti ini.
setelah selesai, sari dengan santai mengecup bibir suaminya lagi dan dia pun berganti baju.
juragan Wawan pun merebahkan tubuhnya yang malam ini sangat puas.
esok paginya, sari sedang berjemur dengan bayi Satria di halaman rumah.
__ADS_1
dia melihat ada tukang sayur lewat, "mbak Jum tolong belanja ya," panggil Sari.
"iya buk," jawab wanita itu mengambil uang dari sari.
"tolong beli ikan bandeng ya, tiga cukup dan sayur ya, karna saya ingin membuat Bali bandeng dan juga tumis sayur saja," kata sari.
"siap, mau jajan sekalian gak buk,"
"boleh deh lumayan kalau ada yang enak ya," kata sari yang mendorong kereta putranya untuk duduk di teras.
dia pun mengambil satria dan menyusuinya, juragan Wawan sudah pergi sari pukul enam pagi tadi karena harus ke daerah wonosalam untuk jual beli tanah.
ya karena Japar ingin membeli tanah dan kebun juragan Wawan yang ada di desa itu untuk di jadikan cafe dan tempat wisata.
Dian mengirimkan kue sehat untuk sari lagi ini, dia menyuruh adik iparnya untuk mengantar.
ya rumah Dian dan mertua bersampingan jadi dia terbiasa menitipkan putranya.
"assalamualaikum mbak Sari, ini ada titipan dari mbak Dian, katanya kue wortel dan brownis pandan, ini mbak Sari makan gak papa karena aman kok," kata gadis itu.
"aduh terima kasih ya, mbak mu ini selalu saja sebaik ini," jawab Sari.
"iya buk," jawab mbak Tunah.
dia pun membawa dua kresek merah besar dan memberikannya pada gadis itu, "tolong bilang sama mbak mu ya dek, terima kasih kue wortel dan brownisnya, ini ada buah tangan untuknya dan orang tuamu," kata sari.
"iya mbak terima kasih,kalau begitu saya permisi, mari..." kata gadis itu pergi.
Sari pun meminta mbak Tunah untuk menyimpan kue itu, dan nanti akan di potong saat semua sudah pulang.
ternyata proses jual beli Hadi ini sedikit ada masalah, karena salah satu warga tak terima saat di lakukan pengukuran.
padahal semua sudah sesuai dengan sertifikat dan tanah itu akan di tembok oleh Japar.
"kalian tak akan bisa batu dan di terima bumi karena memakan tanah ku, aku sumpah demi Allah kalian memakan tanah ku satu meter, itu patokan ada di sebelah sana, kenapa malah mblarah ke sini, kalian keterlaluan!" teriak pria itu.
"tapi kamu punya buktinya, serifikat tanah, dan patokan itu bisa saja di pindah, kalau anda tidak percaya tolong tunjukkan sertifikat anda, kita buktikan siapa yang benar," kata Juragan Wawan.
__ADS_1
"tidak bisa sertifikat milik saya ada di bank, tak mungkin orang bank mau menunjukkannya," kata pria itu sombong.
"anda yakin, saya adalah nasabah yang sudah memiliki nama di bank itu, saya akan minta di kirimkan fotokopian atau mungkin sertifikat aslinya, dan saya tak mau ada masalah di kemudian hari," kata Japar yang balik menantang.
pria itu masih belum takut, ternyata benar, tiga orang datang dari utusan bank membawa bukti sertifikat itu.
Japar benar-benar menunjukkan siapa dirinya, pihak bank juga pernah melakukan pengukuran dan ternyata tanah milik pria itu malah melenceng ke tanah sebelah sebanyak satu koma dua meter.
jadi pria itu tetap tak terima tapi berkat sertifikat dan juga orang dari badan pertanahan Nasional yang menjadi saksi.
akhirnya patok di pindah dan langsung Japar meminta beberapa orang mulai membangun tembok di sepanjang tanah miliknya.
dan dia pun melakukan pembelian dan semua yang di transfer ke rekening juragan Wawan.
Japar hanya tak ingin mengambil resiko dengan membawa uang ratusan juta secara cash.
"aku tak mengira, Juragan tahu uangnya banyak ya, bahkan uang lima ratus juta pun punya, terus omongan mu kemarin itu apa?" kesal juragan Wawan.
"kan yang kemarin itu kan seandainya, dan mas kamu membuktikan jika kamu adakah saudara yang baik," kata Japar.
"sudah sekarang ayo ngopi dulu, aku punya tempat kesukaan yang sangat terkenal di desa ini," ajak juragan Wawan pada semua orang.
warungnya sangat sederhana, dan penjualnya adalah seorang laki-laki yang sudah cukup tua.
benar saja saat mencicipi kopi itu, Japar langsung menyukainya, "wah ini kalau istriku bisa merasakannya, aku jamin dia akan memasukkan kopi ini dalam menu," kata Japar.
"pak anda jual bubuk kopi ini gak, istri saudara saya mau beli," kata juragan Wawan.
"saya punya dua kilo juragan,kalau mau di beli silahkan tapi sedikit mahal karena Semuanya di kerjakan secara tradisional," jawab pria itu.
"berapa pak," tanya Japar penasaran
"delapan puluh ribu den," jawab pria itu.
"tidak apa-apa pak, nanti kalau cocok kira jadi rekan bisnis ya," kata Japar dengan senang hati.
dia pun memberikan uang seratus lima puluh ribu dan pria itu sangat senang.
__ADS_1
tak lama ada tujuh bocah lewat sedang bermain, Japar memanggilnya dan memberikan uang pada mereka semua.
"kamu selalu baik pada anak-anak ya,"