aku istrimu, bukan pembantumu

aku istrimu, bukan pembantumu
kebenaran terungkap (Yuni)


__ADS_3

pak Wasis mengetik pintu,juragan Wawan pun melepaskan pelukannya, Bu Menuk sedih melihat Sari yang harus mendapatkan perawatan medis seperti itu


"kenapa sampai bisa seperti ini sih nduk?" tanya Bu Menuk dengan suara sedih


"maklum Bu, adeknya mau nginep di rumah sakit, karena kebanyakan di ajak mamanya gerak," jawab Sari dengan suara yang malu-malu.


"apa adek bayi,kamu hamil?" kata Bu Menuk dengan suara cukup keras.


mendengar suara Bu Menuk, pak Wasis dan juragan Wawan menoleh, "apa Bu, siapa yang hamil?"


"sudah hampir delapan Minggu, karena saat kita menikah aku baru saja suci dari haid, jadi langsung jadi mas," kata Sari.


mendengar itu juragan Wawan langsung memeluk tubuh Sari dengan sangat bahagia, dan dia tak ingin ada apa-apa jadi dia memutuskan tak hadir di pernikahan Yuni besok.


dan pak Wasis akan datang untuk memastikan semuanya terlebih besok Nanang dan Bu Wiwit juga datang.


sore itu juragan Wawan tiba-tiba hilang, sari yang sedang menunggu pun bingung karena tak melihat sosok suaminya.


"ibu mas Wawan mana? kok aku tak melihatnya," tanya Sari mencarinya.


"tadi pamitnya dia pergi ke kantin, tapi kok aneh juga gak balik-balik," bingung Bu Menuk.


tak lama juragan Wawan datang membawa donat satu kotak penuh dan membawa somay.


"mas dari mana sih?" tanya Sari kesal


"aku tadi dari kantin tapi tiba-tiba pingin makan donat jadi memilih pergi membelinya dari paket, ini jika lelah bisa pulang, biar saya yang menunggunya di sini," kata juragan Wawan.


"baiklah besok ibu akan datang lagi bareng bapak, jadi sekarang titip sari ya," kata Bu Menuk yang sudah di jemput oleh Tata.


Sari dan juragan Wawan pun berbagi donat satu sama lain,bahkan sari beberapa kali membuat suaminya itu tergoda.

__ADS_1


tapi mereka harus sabar karena ini rumah sakit, keduanya pun malam istirahat di ranjang berdua.


keesokan harinya,Bu Menuk datang dengan pak Wasis dan mengajak pria itu ke tempat pernikahan putrinya itu.


"kenapa harus berangkat sih, aku tak ingin kesana, terlebih Sari tak di sampingku," kata juragan Wawan.


"setidaknya kamu harus datang, untuk masalah wali atau apapun itu, nanti biarkan di putuskan nanti."


Sari pun mengangguk dan memeluk suaminya itu sebelum pergi,"ingat ya mas, jangan melakukan hal gila,"


"iya sayang," jawab juragan Wawan yang berangkat mengunakan celana jeans dan kaos oblong biasa.


tapi penampilan pria matang itu sangat mempesona,bahkan belum muncul uban di rambutnya.


itulah kenapa dia sering menjadi rebutan ibu-ibu yang ingin menjadi istrinya.


pak Wasis dan juragan Wawan pun sampai di tempat acara yang sudah sangat ramai.


tapi sebelum masuk seseorang menepuk bahunya, "eh gila lu, masak anaknya jadi manten, ayahnya memakai baju bebas begini, terus mana istri mu yang cantik itu," tanya Hartono dengan wajah menyebalkan.


"tutup mulutmu dan sekarang lebih baik ayo masuk atau aku akan melakban mulut mu," ketus juragan Wawan.


semua orang heran melihat pria itu, saat pak Wasis saja mengunakan kemeja batik tapi ayah pengantin wanita malah memakai baju kaos begitu.


"aduh juragan kok malah pakai baju seperti ini, eh itu ini orang tuanya datang jadi kakaknya tak jadi mengantikan bukan," kata salah satu saudara dari keluarga Farid.


"maaf aku datang hari ini hanya untuk bilang jika aku tak bisa menjadi bagian dari acara ini,karena seharusnya bukan aku yang jadi wali, tapi pria ini," kata juragan Wawan.


"apa maksudnya mas,apa istrimu itu yang melarang mu," kata Bu Wiwit dengan marah menghampiri mantan suaminya itu.


"hei Wiwit kamu benar-benar jahat ya, kamu membuat Wawan menjadi dua anak haram mu,dan membunuh anak kandung Wawan beserta istri sirinya, wah kamu hebat ya," kata Hartono dengan tawa di bibir pria itu.

__ADS_1


Bu Wiwit terkejut melihat sosok pria itu, "Hartono... kenapa kamu ada disini..."


"ku kira kamu sudah lupa, jadi biar aku ingatkan bagaimana kita melakukannya saat pria itu pergi ke Manado secara mendadak, dan saat itu kamu sedang terpengaruh obat herbal yang baru kamu minum,dan kita melakukannya tidak satu kali,itupun di ranjang milik mu dan Wawan, aku bahkan tak bisa melupakan bagaimana kamu yang begitu liar dan mengatakan jika aku lebih baik dari suamimu yang super sibuk dengan bisnis itu," terang Hartono.


semua orang yang datang pun kaget bukan main mendengarnya, ini bukan pernikahan tapi tempat mempermalukan pengantin wanita.


"sudah berhenti mengucapkan semuanya,hari ini pernikahan Yuni, dan bapak penghulu akan jadi wali, karena aku tak bisa melakukan itu. dan aku harus pergi," kata juragan Wawan.


"tunggu ayah, tapi aku ingin ayah yang menjadi waliku," kata Yuni yang menahan pria itu.


"maaf Yuni,ayah tak bisa, karena aku tak ingin kamu sengsara dalam pernikahan mu dan Farid, terlebih aku tak bisa ikut acara ini karena aku harus menjaga Sari yang drop dan harus di rawat inap di rumah sakit,jadi aku pamit, dan semoga kamu menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah dengan Farid ya, Farid titip putriku ini, dan Nanang serta ibumu uang akan menyerahkan mu, maaf Yuni..."


juragan Wawan pun pergi begitu saja dari acara itu, begitupun dengan pak Wasis.


ibu Farid tak mengira jika keluarga calon besannya begitu kacau,bahkan menantunya itu bukan asli anak kandung dari juragan Wawan.


Farid pun mengandeng tangan Yuni, "pak penghulu kita lanjutkan acaranya, dan Yuni minta pak penghulu jadi wali mu," kata Farid yang tetap teguh ingin menikahi Yuni.


akhirnya pernikahan tetap terlaksana dengan baik, meski beberapa orang sudah mulai bergunjing tentang semuanya.


mereka hanya tak mengira wanita yang selama ini begitu baik dan terlihat sempurna.


nyatanya hanya wanita murahan yang suka bermain dengan banyak pria, bahkan dia anaknya juga bukan dari suaminya.


acara pun berjalan lancar, meski Yuni terus terisak di atas pelaminan, sedang juragan Wawan juga merasa sangat sedih karena anak yang dia sayangi itu ternyata juga bukan miliknya.


juragan Wawan langsung menyuruh semua anak buahnya memindahkan semua barang miliknya dari rumah lama yang akan di tempati Yuni dan Farid nantinya.


mereka pindah ke rumah yang tak jauh dari rumah pak Wasis,dan itu adalah rumah mantan lurah yang terkenal sangat besar.


jadi mereka akan punya banyak kamar untuk anak-anaknya nanti bersama dari.

__ADS_1


__ADS_2