
Sari merasa aneh melihat Adelia yang membelikan susu dan menyuruhnya untuk berolahraga.
"mbak tau gak tempat olahraga yang bagus, setidaknya aku butuh tempat yang bagus kan?" tanya Sari.
"aku akan mengirimkan alamatnya padamu, tapi pastikan suami mu yang tukang marah itu setuju, jadi kita bisa senam bersama," kata Adelia.
"siap mbak," jawab Sari semangat.
di tempat Azila, Nanang pun tak mengira apa yang baru saja dia lakukan dengan wanita itu.
meski dia tak mencintai istrinya, menduakan sari adalah kesalahan besar, dan sekarang dia makin jauh dari tujuannya.
"kenapa aku bisa lepas kendali, apa yang kamu lakukan padaku Azila?" tanya Nanang marah.
"aku mencintaimu, tapi ayah mu itu menjodohkan mu dengan gadis busuk yang mandul itu, dan dia juga yang merencanakan untuk pernikahan ku dengan suami ku yang tua, jadi aku ingin merebut pria yang aku cintai ini," kata Azila yang tidur memeluk Nanang.
"berarti sari sadar jika kamu mencintaiku, itulah kenapa dia sedikit kesal saat aku kirim beras kesini," kata Nanang.
"mungkin, maklum insting seorang istri, tapi kita lihat jika kita terus melakukannya dan aku hamil, aku pastikan jika istrimu itu mandul, terlebih apa yang kamu sukai dari gadis kerempeng begitu, lihatlah aku Nanang, tubuh seksi dan berisi ini," kata Azila.
"baiklah, kita lakukan selama tiga bulan, jika kamu hamil aku akan menceraikan istri ku, dan kita menikah, tapi sebelum itu kamu harus menyingkirkan suami mu yang penyakitan itu," kata Nanang menantang Azila.
"tebang sayang, aku akan mengirim pria itu ke tempat tuhan karena aku sudah menguasai semua hartanya," jawab Azila.
Nanang pun sudah lelah di hina orang karena belum bisa memiliki anak, karena dia juga ingin seperti yang lain.
terlebih hasil pemeriksaan terakhir bersama istrinya, Sari yang mengalami masalah jadi dia tak peduli pada istrinya dan sekarang harus fokus bersama Azila.
sore itu, sari sudah membeli beberapa leging khusus untuk senam dengan berbagai warna, tak lupa kaos lengan panjang karena semua berkas luka di tubuhnya belum sepenuhnya hilang.
Adelia pun merasa senang, setidaknya dia bisa melihat senyum sari untuk hari ini.
bahkan dia tak tega menunjukkan video yang di rekamnya, dan dia bertekad untuk melihat apa yang terjadi.
__ADS_1
jadi dua memutuskan untuk membantu Sari berubah menjadi wanita seksi agar Nanang menyesal.
saat Adelia masuk kedalam rumah, dia kaget melihat sudah ada sepeda motor dari suami sirinya.
"sayang kamu datang?" suara Adelia dengan sangat ceria.
pria itu tersenyum dan langsung memeluknya dengan erat, "aku
merindukan mu, tapi kamu dari mana kenapa kelihatan senang seperti itu?" tanya pria itu heran.
"aku dari rumah teman ku, untuk mengajaknya senam agar suaminya tak melirik wanita lain, kenapa? kamu penasaran dengan siapa aku akan pergi?" tanya Adelia dengan manja.
"tidak kok, aku yakin kamu bisa menjaga kepercayaan ku, sudahlah tolong sekarang ayo kita mandi dan setelah itu melakukan ritual kita, boleh," kata pria itu yang sudah tak tahan.
"hei pria tua, kenapa kamu hanya memikirkan ranjang saat kesini, memang istrimu itu tak memenuhi kebutuhan mu?" tanya Adelia dengan meledek pria itu.
"dia tak senikmat dirimu, lagi pula dia sudah peot, bahkan saat aku bilang aku punya wanita lain,dia dengan paruh cuma mengangguk dan tak berani melakukan apapun, karena dia merasa takut anak-anak terluka," jelas pria itu.
"dasar pria gila, bagaimana jika dia datang dan melukaiku?" tanya Adelia takut.
"sudah jangan bicarakan itu, mau ikut aku mandi atau tidak, tapi jika kamu tak menginap, jangan berani meminta lebih," ancam Adelia.
"tenang, aku sudah bilang ingin menginap disini, lagi pula anak-anak juga tak ada di rumah, jadi biarkan saja wanita itu kesepian," kata pria itu dengan kejam.
sedang Adelia menyeringai mendengarnya, dia bukan gadis munafik.
dia menerima siapapun pria yang bisa menawarkan uang banyak padanya.
bahkan setelah dia menerima suaminya itu, dia di belikan rumah mewah, sepeda motor mobil dan uang bulanan yang sangat cukup.
tapi syaratnya dia harus terus menjaga tubuh dan bentuk tubuhnya, bahkan Adelia menitipkan anaknya pada orang tuanya di kampungnya agar tak menganggunya.
karena Adelia bukan asli dari kota itu, dan dia hanya seorang pendatang tapi bisa di bilang sukses.
__ADS_1
Sari sudah menyiapkan makan malam, dia ingat susu yang di berikan oleh Adelia.
"ah coba minum saja sepertinya, karena aku juga ingin punya tubuh sehat dan segera sembuh dari luka-luka ini," kata Sari.
akhirnya dia minum susu itu, dan di campur vitamin hormon yang juga di berikan oleh Adelia.
wanita yang awalnya di curigai menyukai Nanang, kini malah menjadi teman dekatnya, itu pun berkat Fendi yang menjelaskan sifat Adelia Padanya.
setelah itu dia pun memilih untuk mandi dan bersiap, tak lupa dia mengenakan make up tipis-tipis agar tak polos.
Nanang pulang dengan wajah yang sedikit suntuk, dia langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri, dia takut jika istrinya itu curiga.
saat keluar dari kamar mandi, dia kaget melihat seorang wanita mengerai rambut panjang hitam yang begitu lurus.
"kamu mau kemana?" tanya Nanang melihat itu.
Sari menoleh dan mencium tangan Nanang, "tidak kemana-mana mas, hanya ingin saja, tapi apa aku cantik?"
Nanang terpaku melihat Sari yang terlihat lain, hari ini wanita itu seperti berubah menjadi lebih cantik.
"tumben kamu pakai make up?"
"aku hanya ingin dandan, agar suamiku tidak kepincut atau bahkan sampai jatuh ke pelukan wanita lain," kata sari yang langsung membuat Nanang kaget.
"ha-ha-ha ya tidak mungkin," kata Nanang.
"benarkah, kalau begitu bolehkah aku ikut senam mas, ya karena kamu suka melakukan aktifitas ranjang, aku takut jika kurang elastis, seperti kata ibu-ibu jika tidak di rawat, suami bisa mencari yang lebih aduhai di luar," kata sari tertawa.
"baiklah,terserah kamu, asal saat aku di rumah kami sudah di rumah," kata Nanang yang sebenarnya tak peduli.
tapi dia ingin terlihat baik saja, tapi satu tau jika suaminya itu setuju karena tak peduli juga.
sebenarnya sudah setahun ini sari mengerti jika pernikahan mereka adalah pernikahan yang saling menyakiti.
__ADS_1
tapi setiap dia ingin berpisah, ibu mertuanya akan mengancam sari akan bunuh diri dan itu semua karena sari.
itulah kenapa dia tak bisa melakukan apapun sampai saat ini,karena bagi Sari ibu mertuanya itu sangat baik hingga dia tak tega jika harus melukai wanita itu.