
juragan Wawan sudah siap ke gudang miliknya dan mungkin juga akan ke sawah karena ada panen kedelai hari ini.
sedang Sari sudah sibuk menata semua perlengkapan yang akan di jadikan alat praktek di balai desa.
"mbok nanti jika Yuni bangun, semua masakan sudah siap, dan ada cemilan juga di kulkas, dan mbok tinggal memanaskan di oven atau menggorengnya, kalau begitu saya pamit ya, takut kesiangan," kata Sari.
"iya neng," jawab mbok Jum.
dia pun bergegas pergi membawa mobil ke balai desa dan ternyata saat dia sampai.
ada Fendi yang sedang mengatur beberapa tempat yang akan di gunakan.
Sari pun turun dan menyapa ketua PKK dan pak lurah, sedang Fendi dan Dewi juga datang menyapanya.
"selamat pagi ibu juragan,wah tak ku sangka ibu juragan yang sangat sibuk ini bisa meluangkan waktu untuk datang ke acara sepele ini, padahal anda bisa santai di rumah," kata Fendi dengan sedikit menyindir sari.
"seperti itu menurut anda, padahal saya tak keberatan loh karena ini juga bisa meningkatkan taraf hidup keluarga di desa ini, terlebih ibu-ibu bisa mendapatkan uang dan membantu perekonomian keluarga,bukankah itu lebih bagus, bukan begitu ibu ketua PKK," kata sari yang berhasil membuat Fendi terdiam.
"iya setuju mbak,sudah ayo kita kedalam dulu sambil nunggu ibu-ibu yang lain datang," kata ibu ketua PKK.
Dewi melihat ke arah Fendi,"jadi mas Fendi berencana seperti ini dengan memaksa ingin membantuku, aku kira mas Fendi sudah bisa melupakan Sari dan mulai bisa melihatku, nyatanya semuanya kebohongan belaka," kata Dewi sedih
"aku tidak ada niat begitu, tapi melihatnya yang tak bisa diam, aku rasa dia tak bahagia, dan untuk perasaan mu,maaf aku tak bisa menerimanya dan kamu bisa mencari pria lain untuk jadi suamimu, dan karena semua persiapan susah selesai aku pulang dulu, dan nanti cukup rapikan dalam kotak dan aku akan mengambilnya saat semua selesai," kata Fendi yang langsung pergi.
Dewi pun merasa kecewa, bagaimana bisa pria itu sangat dingin dan benar-benar menutup hatinya untuk wanita manapun.
pukul sembilan semua orang sudah sampai dan ada tiga puluh lima orang yang datang.
Sari langsung keluar bersama ibu PKK, dan mulai menjelaskan bagaimana cara membuat dimsum, nugget, dan juga kerupuk dari lele untuk meningkatkan penjualannya.
tak hanya itu juga ada pembuatan keripik singkong balado dan juga keripik mbote balado.
__ADS_1
semua orang nampak antusias, terlebih mereka tau jika Sari adalah wanita yang pintar memasak.
"ibu-ibu jika nanti sudah yakin dengan produknya, insyaallah saya akan memberikan wadah untuk tempat menjualnya, jadi anda semua tak perlu takut jika ingin mulai usaha ya Bu," kata Sari yang mengawasi ibu-ibu yang sedang praktek.
dia melihat dari satu tim ke tim lain, semuanya bekerja dan acara sempat berhenti karena untuk sholat dan istirahat.
akan di lanjutkan nanti, siang ini tanpa di duga juragan Wawan datang ke balai desa dengan sepeda motor CB miliknya.
"wah ada apa ini juragan kok datang,takut istrinya hilang ya," goda pak lurah.
"tidak kok, cuma bawa ini untuk semua ibu-ibu yang sedang praktek, kan sudah jam makan siang," jawab juragan Wawan.
Sari pun menyalami suaminya itu sambil tersenyum senang dan memberikan pelukan hangat.
"hadeh ini nih,pengantin baru maunya nempel terus, tapi apa cuma buat ibu-ibunya nih, bapak-bapaknya tidak nih," kata pak lurah.
"tentu silahkan, semuanya tolong nikmati saja bakso dan es gudirnya ya," kata juragan Wawan.
"wes istri juragan Wawan Joss, meski sudah sibuk jadi istri masih mau meluangkan waktu seperti ini," puji ibu lurah
Sari pun tersenyum saja, tak ada ruginya berbagi ilmu dengan semua orang.
satu desa pun menikmati dua jajanan yang di belikan oleh juragan Wawan, sedang pria itu harus kembali ke sawah untuk melanjutkan panen.
pukul tiga sore akhirnya semua selesai sari juga sudah pulang dengan beberapa jenis camilan dan langsung menyimpannya dalam toples.
setelah itu dia pun mulai membersihkan diri dan mulai membuat sari kedelai karena sedang ingin.
"mbok Yuni tadi kuliah jam berapa? dan apa dia bilang sesuatu?" tanya Sari yang masih memblender kacang kedelai itu untuk mendapatkan sarinya.
"kenapa mencariku ma, aku cuma kuliah satu pelajaran, dan aku tak suka di luar terlebih mas Farid juga marah karena hal kemarin," kata Yuni dingin
__ADS_1
"sudahlah nanti ke sana minta maaf,kebetulan tadi aku membeli kripik singkong buatan ibu-ibu PKK desa, bisa kamu bawa," kata sari yang tak ingin melihat gadis itu terus sedih.
"tidak usah,dia tak akan mau bicara padaku karena dia bilang aku buta hingga mempercayai omongan mas Nanang dan ibu kandung ku dengan begitu saja, padahal ibu kan benar-benar sakit, dan sikap mu juga berlebihan kemarin ma," kata Yuni dengan nada kesal.
"apa ini Yuni,kamu menyalahkan mama mu lagi,sudah ayah bilang semua ini bisa terjadi karena kamu yang memintanya, jika tidak maka ini tak akan terjadi, kenapa kamu ini tidak bisa bersikap dewasa," kata juragan Wawan yang baru datang.
"lihat ayah terus membelanya, ayah dari dulu memang hanya sayang padanya," marah Yuni.
gadis itu pun masuk kedalam kamar dan menutup pintu kamarnya, "sudah mas, kenapa harus marah, aku tau kejadian kemarin sangat menganggu, tapi Yuni hanya melihat dari sisinya sebagai seorang anak,"
"tidak bisa begitu, dia harus dewasa, mau sampai kapan dia terus seperti ini, seharusnya dia bisa membedakan yang baik dan tang buruk, bukan seperti ini.." marah juragan Wawan.
Sari hanya bisa menghela nafas karena suaminya itu yang keras kepala dan Yuni juga sama saja.
"baiklah sekarang mas mandi untuk menenangkan diri," kata Sari.
"mbok lanjutkan pekerjaan istriku, aku perlu bicara sesuatu dengan mu," kata juragan Wawan yang menarik istrinya itu ke kamar.
Sari mengikuti suaminya begitu saja, tapi nyatanya pria itu malah mengajaknya bercocok tanam dengan giat.
Yuni menerima sebuah pesan dari Farid, setelah mendapat pesan itu dia pun terlihat sedikit senang karena Farid minta maaf.
dan pria itu mengajak Yuni untuk ke suatu tempat, yang Yuni akan menyukainya.
dengan semangat empat lima dia pun segera bersiap dan akan pergi, dia keluar kamar dan tak ada orang.
"mbok, mama dan ayah mana?"
"di kamar neng, ada apa?" tanya mbok Jum.
"kalau mereka tanya saya kemana, mbok bilang saya pergi dengan mas Farid sebentar, kami sudah baikan, dan aku bawa keripik singkongnya yang di kresek merah ya," kata Yuni dengan wajah ceria.
__ADS_1
mbok Jum hanya geleng-geleng saja, dia sekarang membayangkan akan melihat ada anak kecil di rumah ini pasti sangat menyenangkan.