
Farid masih tak terima dengan semua yang dia alami, jadi dia pun mencari cara untuk membalas dendam.
"aku harus membuat mereka rasa apa yang telah mereka lakukan padaku, tapi apa?" gumamnya.
dia pun berpikir bagaimana jika anak dari juragan Wawan mati, ah tidak itu terlalu sulit.
berurusan dengan Nanang juga mustahil baginya, jadi dia pun hanya punya satu pilihan yaitu Yuni.
dia satu-satunya wanita dan tinggal sendiri pula, dan dia bisa membuat wanita itu tak bisa berkutik nantinya.
setelah merencanakan untuk itu, Farid pun menghubungi seseorang, dia adalah preman yang bisa di bayar.
tapi dia lupa jika ada sosok lain yang akan membantu keluarga itu.
pukul sepuluh malam, tamu-tamu yang kondangan mulai sepi, Sari terlihat begitu lelah hingga duduk di kursi yang di gunakan untuk para tamu.
juragan Wawan menghampiri istrinya itu setelah menyapa semua tamu, "kamu kelelahan?"
"iya mas, dan bekas operasi sesar ku juga terasa sedikit nyeri," bisik Sari memegang tangan juragan Wawan.
"mau pulang sayang, atau mau minum obat dulu," tanya pria itu tak kalah khawatir.
"aku tak bawa obat, jadi kita pulang ya, aku tak sanggup lagi rasanya," gumam Sari.
juragan Wawan mengangguk, akhirnya dia dan sari memutuskan untuk pulang.
setidaknya istrinya itu bisa istirahat di rumah, karena dia bisa menghendel putranya sendiri.
baru juga sampai di rumah, Sari kaget melihat begitu banyak orang yang berjaga, bahkan rumahnya saat ini cukup ramai.
"mas, kenapa begitu banyak orang di rumah?" tanya Sari penasaran.
"setelah kejadian dengan Farid, aku hanya tak ingin mengambil konsekuensi," jawab juragan Wawan.
__ADS_1
"assalamualaikum semua, sudah makan?" tanya juragan Wawan.
"waalaikum salam juragan, Alhamdulillah kalau tadi sore sudah, kalau sekarang belum," jawab semua orang
"sebentar ya, biar di buatkan nasi goreng dulu," jawab juragan Wawan.
"siap juragan,"
pria itu masuk ke dalam rumahnya, dia pun meminta bantuan mbak Jum untuk memasakkan nasi goreng dan kopi panas.
beruntung malam itu yang di khawatirkan oleh juragan Wawan dan nanang tak terjadi, tapi mereka tak menyangka yang akan di teror adalah rumah Yuni.
tapi para peneror itu malah babak belur di hajar dia orang yang di tempatkan Nanang di sana.
sedang Japar yang tau jika Farid menyewa mantan anak buahnya di terminal pun marah besar.
bahkan malam itu dia pergi dengan murka, Dian tak tau jika suaminya itu pergi tapi Japar menaruh surat di bawah jam weker.
tak hanya itu, Japar membuat membuat anak buahnya itu kaget, dan dia sudah memberikan perintah.
Farid tersenyum senang, dia membawa uang untuk membayar jasa preman-preman itu.
dan keinginan Farid begitu biadab, yaitu Farid ingin mereka melecehkan Yuni dan merekamnya.
kemudian mengunggah video itu ke masyarakat umum, dan itu adalah hal yang tepat untuk mempermalukan wanita itu sepenuhnya.
keesokan harinya, dari bangun dengan tubuh yang lumayan lelah, bahkan rasanya dia tak ingin bangun dari tempat tidur.
bahkan setelah mandi dia memilih kembali ke ranjangnya, "ada apa sayang, kamu pasti kelelahan ya?"
"iya mas, rasanya baju tak mau bangun, tapi aku harus pompa ASI, jadi boleh minta tolong mas," mohon Sari.
juragan Wawan pun segera ke dapur untuk mengambil alat yang di maksud istrinya itu, dan juga membawa sarapan ke kamar.
__ADS_1
tapi baru juga satu suap Sari makan, dari luar terdengar suara tangisan dari Satria.
"mbak bawa satria kesini," kata Sari yang mengambil Putranya dari Mbak Tunah.
dia pun langsung menyusui Putranya itu dulu, tapi tanpa di duga juragan Wawan menyuapi istrinya itu.
"emm... ayah tak kerja?"
"hari ini libur dulu, aku mau di rumah dengan mu, karena kemarin kamu terlalu banyak bergerak jadi sekarang harus istirahat, dan biarkan bocah ganteng ini bersama papanya saat ini," kata juragan Wawan.
"iya mas benar, terima kasih sudah menjadi suami yang sangat hebat untuk ku dan anak-anak kita ya mas," kata Sari dengan senang
"iya sayang, sekarang fokus habiskan dulu makanan mu ini, jangan ngomong Mulu ah," kata pria itu yang terus menyapu istrinya.
bahkan bayi Satria sangat pintar, dan sangat banyak saat minum susu.
setelah selesai, bayi itu sudah tidur karena kentang, "lihatlah bocah ini, kamu kekenyangan setelah minum susu, dan pipi mu bau susu emm..." kata juragan Wawan yang gemas sendiri melihat pipi putranya yang begitu gemuk.
setelah puas mencium dan menganggu bayi Satria, dia pun keluar membawa piring kotor dan menaruhnya di wastafel.
dia tak merasa heran jika rumahnya sangat sepi Karena dua orang yang bekerja di rumahnya sedang di minta ke pasar.
pasalnya dia ingin makan makanan yang sedikit sulit, karena mencari ikat panggang potong.
jadi dia meminta mereka untuk belanja demi bisa makan ikan itu, karena dia sangat ingin.
Sari ketiduran di tempat kamar bersama dengan Putranya yang juga tidur.
juragan Wawan mengeleng pelan melihatnya, "dasar tukang tidur kalian berdua,"
Farid menemui kepala preman itu untuk memberikan uang, dia tak sadar jika ada seseorang yang memperhatikan pria itu dengan tatapan tajam.
seperti ingin menerkam pria itu, pasalnya dia sedang kesal, tapi dia kaget karena tiba-tiba ponselnya berbunyi dan ternyata itu telpon dari ibunya.
__ADS_1