aku istrimu, bukan pembantumu

aku istrimu, bukan pembantumu
mengizinkan


__ADS_3

juragan Wawan kaget, berarti dia telah menyakiti orang yang selama ini ingin dia lindungi.


"dasar pria bodoh..." kata juragan Wawan yang ingin langsung pergi ke rumah keluarga pak Wasis.


tapi sesampainya di sana, rumah itu sudah dalam keadaan gelap, "ya kamu mau apa, sekarang sudah jam dua belas malam, aku tak mungkin mengetuk pintu rumah bukan, besok saja kalau begitu..."


mobil juragan Wawan pun pergi dari sekitaran rumah keluarga pak Wasis, tapi tanpa juragan Wawan sadari jika malam itu mungkin akan jadi malam terakhirnya melihat Sari.


mobil juragan Wawan sampai di rumah, dan langsung memutuskan untuk masuk.


tapi setelah dia membaringkan tubuhnya di ranjang, pikirannya sudah kemana-mana.


"ya Tuhan... perasaan bersalah ini, seharusnya aku tak minum, sial..."


tapi karena keadaan tubuh yang lelah, akhirnya pria itu terlelap tidur, sedang di atas motor.


Sari dan pak Wasis menuju ke sebuah desa yang jauh dari tempat tinggalnya.


dan itu adalah rumah yang dulu di gunakan keluarga mang Ijong untuk lari setelah kejadian beberapa puluh tahun yang lalu.


setelah tiga jam perjalanan karena lancar, mereka sampai di rumah itu pukul empat pagi.


dengan sedikit kedinginan, pak Wasis membukakan pintu untuk mereka masuk, dia juga pergi ke Masjid dekat rumah.


"loh mas Wasis, pulang kampung mas?" tanya seorang bapak.


"iya pak, sebenarnya putri pertama saya mau tinggal di rumah kakeknya, jadi saya mengantarnya," kata pak Wasis.


"Sari... tapi apa bapak tidak khawatir karena dia tinggal sendiri?" tanya pria itu.


"saya mungkin akan mencari seseorang untuk menemaninya selama dia tinggal disini, paling juga tiga bulan, ngomong-ngomong siapa sekarang ketua RT nya yang baru? aku ingin lapor, sampean tau pak ses?" tanya pak Wasis.

__ADS_1


"kebetulan aku sekarang ketua RT di sini, ya wes nanti tak bantuin jaga Sari juga, kalau mau cari orang yang bisa menemani sari, bagaimana dengan ibu Kokom, dia sudah tak mengurus suami lagi karena sudah meninggal dunia dari beberapa bulan lalu dan sepertinya butuh pekerjaan juga," usul pak ses yang mengenal semua warganya.


"boleh deh, kalau begitu saya pamit dulu untuk menemukan wanita itu ya," kata pak Wasis.


"baiklah kalau begitu, nanti mampir ke rumah ya," pesan pak RT.


pak Wasis mengangguk, dia pun kembali ke rumah besar yang lama kosong itu.


tapi saat dia sampai dia melihat jika dari batu saja pulang dari warung, "bapak kira kamu sedang tidur?" kata pak Wasis yang langsung menghampiri putrinya itu.


"tidak pak, aku merasa bosan jadi belanja ke warung sekitar, dan berhubung belum tau punya gas atau tidak, jadi aku beli kebutuhan sehari-hari dan juga dua nasi pecel,"jawab Sari.


"baiklah kita sarapan dulu baru lapor ke RT, ingat nduk nanti di sini jangan lama-lama, aku dan ibumu pasti tak tenang," pesan pak Wasis.


"baiklah pak, mungkin Sari disini cuma sebulan atau dua bulan paling mentok, setelah bisa melupakan semuanya, aku pasti pulang," jawab Sari.


"baiklah, bapak hanya bisa mendoakan kamu agar cepat bisa melupakan semua," kata pak Wasis.


sedang di rumah juragan Wawan, Yuni merasa aneh dengan ayahnya itu.


"ayah kenapa? sepertinya muka ayah tertekan gitu?"


"Yuni ayah ingin tanya, seandainya ayah melakukan kesalahan besar, dan tak sengaja melecehkan wanita, apa yang harus ayah lakukan?" tanya juragan Wawan untuk melihat reaksi putrinya itu.


"tanggung jawab ayah, tapi di lihat dari sikap dan perilaku ayah, tak mungkin ayah melecehkan seorang wanita saat ayah sadar, pasti ayah sedang mabuk saat itu, benarkan?"


"iya, eh.." kata juragan Wawan keceplosan.


"tuh kan, memang ayah bisa melakukannya, ayah selalu seperti ini saat mabuk,bahkan aku ingat bagaimana dulu ayah hampir mencium mas nanang saat mabuk berat," kata Yuni.


"ah... itu ayah tanpa sadar lecehkan wanita dengan paksa, dan dalam mata ayah saat itu dia adalah Adelia, jadi sekarang ayah harus bagaimana ini, ayah takut karena kita semua kenal pada wanita itu," kata juragan Wawan frustasi.

__ADS_1


"tanggung jawab ayah, jangan jadi pengecut ya, lagi pula Yuni tak masalah kok, tapi ayah tak boleh menyakitinya," kata Yuni memperingatkan.


"tapi Yuni, ayah tak mungkin bisa sepertinya, karena bagi ayah tak akan ada yang bisa mengantikan posisi Adelia, bagaimana kalau ayah minta maaf dengan memberikannya kompensasi saja ya," kata juragan Wawan.


"ayah itu sama saja ayah memperlakukannya seperti pelacur, jika memang ayah merasa bersalah seharusnya ayah datang dan meminta maaf dengan tulus, itu lebih berguna, jika dia ingin kompensasi pernikahan ya nikahi saja, setelah itu terserah kalian mau di lanjutkan, atau bubar," kata Yuni mengingatkan ayahnya itu.


"tapi ayah tak bisa..."


"tapi sebenarnya siapa sih yang ayah lecehkan, kenapa ayah sepertinya tertekan seperti ini?" tanya Yuni penasaran.


"maaf ayah tidak bisa bilang," kata juragan Wawan yang tak ingin Yuni semakin membencinya.


"coba Yuni tebak, jangan bilang itu wanita yang selama ini membersihkan rumah mbak Adelia ya, karena sari pernah bilang jika ada seorang wanita setengah tua yang akan membersihkan rumah itu secara rutin," kata Yuni yang nampak syok.


"bukan,yakali ayah khilafnya sama dia, setidaknya ayah tau lah barang bagus," kata juragan Wawan


"apa itu Sari?" kata Yuni yang penasaran.


mendengar nama Sari di sebut, juragan Wawan langsung tersedak, dan Yuni pun menyadarinya.


"ayah melecehkan Sari, ayah jawab apa itu benar?" tanya Yuni yang tak habis pikir.


"baiklah aku tak bisa menyembunyikannya lagi, iya.. ayah melecehkannya, dan sekarang ayah merasa sangat bersalah," terang juragan Wawan.


"ayah... Yuni tak mau tau, ayah harus minta maaf dan bertanggung jawab, ayah...kenapa bisa melakukan itu, padahal ayah tau dia baru bebas setelah mengalami semua hal buruk yang di lakukan mas Nanang, dan sekarang sebagai orang yang di percaya, ayah malah..." kata Yuni yang ikut sedih.


"maafkan ayah Yuni, baiklah nanti ayah akan minta maaf padanya dan keluarga, tapi jika menikahinya, apa yang akan di katakan oleh orang-orang, ayah menikahi mantan menantunya," kata juragan Wawan.


"sejak kapan ayah peduli pemikiran orang, memang kenapa Sari cuma mantan menantu, bukan anak kandung ayah, kenapa harus bingung, tolong jangan melukainya ayah, jika ayah benar-benar ingin membuatnya bahagia, tolong bahagiakan dia di sisi mu ayah," kata Yuni.


"apa kamu tak akan malu? ayah akan menikahi wanita yang sesuai mu?"

__ADS_1


"memang ayah pernah tanya, saat menikahi mbak Adelia, sudahlah aku akan senang, karena sari sekarang adalah orang yang membantuku bangkit dari keterpurukan yang aku alami," kata Yuni meyakinkan ayahnya.


__ADS_2