
juragan Wawan dan Andri sampai di rumah pak Susno, dan ternyata pak lurah dan pak polo juga sudah datang.
"aduh gak karena juragan Wawan aku gak mau nih keluar malem-malem gini," kata pak lurah.
"sudah jangan mengomel, ini juga masalah warga mu itu selalu saja bikin masalah," kesal juragan Wawan.
"baiklah juragan ayo masuk," ajak pak polo yang sudah tau apa yang terjadi.
mereka berempat pun masuk kedalam rumah pria itu yang kaget mendapatkan tamu orang penting.
"aduh ada apa ini kok rame-rame begini kesini?" tanya pak Susno
"aku hanya ingin mengantarkan adik ipar ku untuk memberikan pembayaran tanah yang sudah kalian sepakati sebelumnya,tapi bolehkah aku melihat tanah dan bukti pertok atau bukti pajaknya," kata juragan Wawan.
"ah ini kan sudah malam juragan, takut ada masalah nanti kalau kita kesana," kata pria itu yang nampak gugup.
"sudah kita berangkat saja, kebetulan aku sudah minta beberapa orang bersiap membantu kok," kata pak lurah
"sepertinya tak jadi saya menjualnya karena kok jadi ruwet begini, jadi mas Andri mending cari tanah yang lain saja ya," kata pak Susno yang kedoknya sudah terbongkar.
"hei jangan begitu,adik ipar ku sudah suka loh, jika kamu tak mau menjualnya sedikit, aku bisa membelinya dengan harga penuh, ada sekitar seratus dua puluh lima meter persegi bukan?" tanya juragan Wawan.
"ya bukan begitu juragan, saya gak enak soalnya tanah itu ada di belakang rumah serba guna milik desa," kata pak Susno berkilah
"itulah kenapa aku memanggil lurah dan polo kesini untuk menyaksikan, jadi kamu tak usah muter-muter, jadi mau kamu jual atau tidak, atau aku akan melaporkan Semuanya yang telah kamu lakukan," ancam juragan Wawan.
"tunggu juragan, saya menjualnya, itu tanah warisan orang tua saya, dan jika boleh tolong beli seluruhnya agar saya bisa minta cerai karena saya sudah lelah di siksa pria ini, meski tanah itu tak ada bukti sertifikat, tapi bukti pajak dan petok D menunjukkan itu tanah orang tuaku," kata Istri pak Susno
"hei kamu ngomong apa, masuk," bentak pak Susno.
"hei kamu berani membentaknya saay ada kami disini, kamu keterlaluan, kami akan membantumu nyonya, dan untuk bukti petok itu memang ada di desa, jadi dari awal pak Susno punya niatan menipu mas Andri, keterlaluan kaku pak, baik buk jika anda ingin pergi, mari bersama kami dan pak Susno jangan menghalangi jika tak ingin masalah ini saya laporkan ke polisi," ancam pak lurah.
pasalnya wajah wanita itu penuh luka lebam dan tubuhnya juga penuh luka.
mereka berempat tak mengira jika pak Susno adalah pria yang begitu kasar seperti ini
__ADS_1
akhirnya mereka pun pulang dan akan menyelesaikan semuanya besok.
Andri pun kembali ke rumah calon istrinya bersama juragan Wawan.
dia menghela nafas karena uangnya tak jadi hangus dan mengulang, jika tidak itu bisa merepotkan nantinya.
"bagaimana mas Wawan, apa Semuanya jelas?" tanya pak Wasis
"Alhamdulillah semuanya jelas, cuma bukan beli tanah malah kami menyelamatkan istri pak susno, kami baru tau jika dia do siksa oleh pria itu." jawab juragan Wawan.
"terus nasib tanahnya gimana?" tanya Tata yang tak ingin merepotkan keluarganya.
"tetap bisa, nanti mas bantu ya untuk kalian, agar tetap bisa bangun rumah, dan kalian bisa mencicilnya perlahan-lahan, memang yakin cuma butuh segitu untuk rumah?" tawar juragan Wawan.
"iya mas itu saja cukup," jawab Andri.
"baiklah, kalau begitu besok aku akan membeli semua tanah itu dan menjualnya pada kalian setelah itu," kata juragan Wawan.
Sari tersenyum ke arah suaminya itu, dan yang mendapatkan senyuman itu malah salah tingkah.
"kamu kenapa dek? kenapa tersenyum seperti itu?" tanya juragan Wawan
"aku tak mengira jika suamiku ini sangat hebat, dan begitu baik, tapi kenapa orang-orang bilang jika juragan Wawan ini mengerikan ya," kata sari menggoda suaminya itu.
"apa yang kamu katakan,pria setampan aku ini mengerikan, kalau mau berterima kasih itu mudah, bisa melayani ku malam ini," kata juragan Wawan.
"aku mah dengan senang hati melakukannya karena mas adalah suami tercintaku," jawab Sari.
mereka sampai di rumah dan juragan Wawan membawa semua belanjaannya masuk kedalam rumah.
Sari di bantu suaminya langsung menata semuanya di kulkas, bahkan kulkas besar itu kini penuh dengan semua jenis makanan.
"ini Kuta berdua, tapi makanannya ngalahin orang satu RT ya dek," kata juragan Wawan.
"gak papa lah mas, kalau siang anak mbak Jum dan mbak Tunah sering datang bersama Dewa, jadi aku sering mengajak mereka makan," kata Sari.
__ADS_1
"iya tak apa-apa tapi ingat jangan sampai kamu yang sakit karena kelelahan," kata juragan Wawan.
setelah beres dengan makanan, kini mereka beralih ke bagian baju, setelah itu mereka akan tidur.
tapi juragan Wawan di buat melotot dengan apa yang di kenakan oleh istri tercintanya itu.
"sayang kamu menggodaku?"
"bagaimana bisa, kamu yang memilihkan ini untukku, dan lihatlah hasilnya," kata Sari.
juragan Wawan tak mengira jika istrinya itu tetap seksi meski sedang hamil muda.
di tambah bagian pay*d*** juga membesar karena bersiap untuk menyusui nantinya.
akhirnya malam ini mereka tidur tanpa melakukan apapun, pak Joko yang sedang berjaga malam kaget melihat sebuah motor berhenti di depan rumah.
dan saat melihatnya ternyata itu Fendi, "mas ada apa? jika butuh dengan juragan bisa menemuinya besok," tegur pria itu
tapi tidak ada jawaban atau kata yang keluar, pria itu langsung pergi meninggalkan rumah itu begitu saja.
pak Joko merasa aneh dengan pria itu, pasalnya dia datang dan pergi begitu saja seperti orang tak waras.
Fendi benar-benar belum bisa melupakan Sari, entah harus bagaimana dia agar bisa melupakan wanita itu.
ibu Sumi merasa sedih melihat putranya itu yang masih belum bisa move on, padahal banyak wanita yang ingin jadi istri pria itu.
tapi tak ada satu pun yang bisa merebut hatinya, dan ibu Sumi membuat pilihan sulit, dia kemarin sudah ke salah satu dukun untuk membuat putranya itu lupa pada sari.
dan dia pun di berikan sebuah bungkusan gula untuk di berikan pada Fendi.
tapi Bu Sumi belum melakukannya karena dia tak ingin melihat putranya akan berubah seperti orang linglung.
tapi dia juga tak ingin Fendi setiap hari melihat dan berhenti di depan rumah orang, dan takutnya pria itu bisa di curigai melakukan sesuatu pada pemilik rumah.
akhirnya dengan terpaksa Bu Sumi pun melakukannya, memberikan kopi yang sudah di campur dengan gula yang sudah di suwuk agar melupakan Sari.
__ADS_1