
Sari dan juragan Wawan baru sampai di rumah pria itu, terlihat rumah itu sudah bersih tapi orangnya yang belum bangun.
"mbok Jum, mana Yuni apa gadis ini sudah berangkat kuliah?" tanya juragan Wawan melihat kendaraan yang masih lengkap.
"belum juragan, sepertinya masih tidur, soalnya tadi bilangnya ada kuliahnya siang," jawab mbok Jum.
"aih gadis ini sudah usia berapa masih seperti ini, semoga nanti keluarga suaminya tak keberatan dengan tingkahnya," kata juragan Wawan.
Sari masuk ke kamar suaminya yang memang masih tertata rapi, dia menaruh tas yang dia bawa dan langsung keluar lagi.
dia menguncir rambut dengan rapi, dia langsung menuju ke dapur untuk membuat kulot lumpia.
Sari terlihat begitu cekatan, bahkan mbok Jum tak percaya melihatnya, "aduh-aduh melihat neng Sari membuat kulit lumpia kok mudah banget ya,"
"ini karena terbiasa saja mbok, tadi sudah niat sarapan?" tanya Sari yang masih sibuk karena dia membuat kulit lumpia cukup banyak.
"belum neng, cuma masak nasi, rencananya kemarin itu neng Yuni minta di buatin ayam goreng sambel dadak, eh tapi belum bangun sampai sekarang," kata wanita itu.
"ya sudah mbok, mbok bisa kerjain yang lain kalau begitu," jawab Sari.
wanita itu pun pergi, juragan Wawan datang ke dapur dan langsung memeluk tubuh istrinya itu.
"kamu sedang buat apa Hem..."
"aku sedang membuat kulit lumpia, mas nanti ke gudang mana? biar nanti aku antarkan makanan ke sana," kata Sari.
juragan Wawan mencium pipi istrinya itu, "entahlah... aku malah tak mau kemana-mana sekarang, karena ada kamu di sini,"
"aduh mulai deh manjanya, sudah nanti bilang di gudang yang mana, biar aku kirimkan makanan," kata Sari.
"baiklah aku mengerti, tapi aku request mau pisang coklat saja ya dari pada lumpia," kata juragan Wawan.
"baiklah mas juragan tersayang, tolong jangan seperti ini karena Yuni bisa melihatnya," bisik Sari.
"kenapa, aku memeluk istriku," jawab juragan Wawan.
"tenang mama, aku tak akan menganggu kalian," jawab Yuni yang baru bangun dan duduk di meja makan sambil menikmati pisang.
__ADS_1
"apa? kamu sudah bangun anak tiri ku tersayang, mau sarapan apa?" tanya Sari tersenyum.
"hentikan panggilan menggelikan itu, panggil seperti biasa saja, dan ayah jangan jadi cicak yang nemplok di dinding gitu, kemarilah duduk dengan ku jangan mengganggu mamaku, dan untuk sarapan aku sudah bilang mbok Jum kok," kata Yuni.
Sari langsung membiarkan sarapan untuk semua orang, akhirnya kulit selesai dan goreng ayam juga.
tinggal sambal dan lalapan juga, mbok Jum membantu membersihkan lalapan.
akhirnya mereka berempat sarapan bersama, setelah itu juragan Wawan berangkat ke tempat usahanya.
sedang Yuni membantu Sari membuat pisang coklat sesuai keinginan pria tercinta mereka.
"mama, bagaimana menurut mu jika mas Fendi bisa nikah dengan Dewi, apa akan cocok?" tanya Yuni
"eh.. kenapa tiba-tiba, memang mereka cocok sih, karena mereka juga serasi saat bersama," kata Sari.
"tapi sepertinya sangat sulit deh, karena mas Fendi itu tergila-gila sampai mati padamu, memang kamu kasih apa sih?" tanya Yuni.
"di kasih apa, sudah biarkan saja, suatu saat seiring berjalannya waktu dia pasti akan melupakan aku dengan sendirinya," kata sari.
"ya kamu benar," jawabnya.
Sari menutup dada ya dengan wajah malu. setelah selesai melipat pisang coklat.
mereka lanjut membuat kolak singkong dan pisang, ya karena ada pisang tanduk matang yang di biarkan begitu saja.
pukul dua belas siang sari sudah menggoreng semuanya dengan cepat, dan tak lupa memberikan pada Yuni.
"kok bekal ku banyak amat?" bingung gadis itu.
"sekalian di bawa untuk mertua mu, bilang dari calon besan yang sedang iseng," kata Sari tertawa.
"baiklah mama, terima kasih banyak, dan aku mulai terbiasa memanggilmu seperti ini," kata Yuni tertawa.
juragan Wawan sedang berada di penggilingan miliknya, dia sedang melihat hasil produksi karena ada pesanan mendadak.
beruntung semuanya bisa terpenuhi, tak terasa sudah adzan dhuhur, dan dia menyuruh semua untuk beristirahat.
__ADS_1
dia menelpon istrinya, "assalamualaikum sayang... aku ada di gudang penggilingan di caruban dek, kamu bisa kesini?"
"iya mas, aku juga sudah ingin berangkat, aku bawa makan siang sekalian, mas mau titip sesuatu?" tanya Sari yang sekalian jalan
"boleh belikan rokok untukku?"
"boleh tapi jika anda ingin mati sesegera mungkin ya lanjutkan saja, toh aku akan jadi janda muda lagi," kata sari tertawa
"hei apa ini,kenapa kamu mendoakan hal buruk pada suamimu," kata juragan Wawan sedikit marah.
"aduh baper kan juragan Wawan, aku hanya takut jika anda mengalami ejakulasi dini dan itu tongkat gak bisa berdiri, he-he-he," kata sari.
"ya sudah tak usah, aku akan berusaha menguranginya," kata juragan Wawan yang memikirkan apa yang di ucapkan oleh istrinya itu.
ternyata mobil istrinya itu sudah datang, sari membawa dua kotak dan di berikan pada para pekerja, sedang dia membawa tas bekal ke lantai atas gudang.
karena itu adalah tempat kantor dan tempat mengawasi semua kegiatan di gudang.
juragan Wawan langsung memeluknya dengan sangat erat, "hentikan sayang,ini tempat umum,"
"kamu menyuruhku tidak merokok,jadi aku butuh sesuatu untuk melampiaskan rasa ingin ini," bisik juragan Wawan yang langsung ******* bibir istrinya itu.
"hentikan,kita makan dulu, kamu tak lapar ya," kata Sari mendorong suaminya itu pelan.
"baiklah aku akan makan,kamu selalu menang sayang ku," bisik juragan Wawan.
keduanya duduk bersama saling berdampingan, juragan Wawan sangat manja pada istrinya itu.
setelah makan berdua, mereka duduk menikmati camilan kesukaannya.
dan yang penting rasanya tetap tak berubah, "sayang katakan sejujurnya, kamu mau buka usaha lagi atau duduk saja di rumah dengan santai menunggu suamimu ini pulang," tanya juragan Wawan.
"kalau boleh jujur, aku ingin membuka toko lagi, meski bukan aku yang menjadi penjaga, setidaknya aku punya pegangan sendiri karena aku tak ingin sepenuhnya bergantung pada mu mas, karena tanggung jawab mu masih ada satu," kata sari.
"ini ambilah," kata juragan Wawan memberikan kunci yang cukup banyak.
"apa ini? kenapa kok ada nomor do setiap kunci yang di ukir?" tanya Sari yang tak pernah melihat kunci seperti ini.
__ADS_1
"ini adalah kunci kontrakan milik mu sekarang, dan itu sengaja aku berikan sebagai hadiah mu, dan ada beberapa usaha yang sudah aku ganti nama atas dirimu, jadi anak-anak tak bisa menganggu gugat semuanya," kata juragan Wawan berhasil membuat Sari terkejut.