aku istrimu, bukan pembantumu

aku istrimu, bukan pembantumu
masuk kedalam jebakan


__ADS_3

Farid sedang duduk menunggu beberapa lama, rombongan preman itu sudah menjemputnya.


"ku kira kalian tak akan datang untuk membantuku," kata Farid yang bangkit dari kursinya.


"kamu jangan gila, kami sudah menerima uang mu jadi kami akan membantumu tentunya," jawab kepala preman itu.


"ada apa ini, tapi kenapa hanya enam orang, bukannya aku meminta sepuluh," kata Farid.


"maaf ya tuan, ternyata kami ada pekerjaan lain, jika kamu tak mau kami bisa pergi, lagipula kamu juga sudah cukup," kata kepala preman itu.


"baiklah, kalau begitu kita tunggu waktu yang tepat karena sekarang masih sore," terang pria itu.


mereka semua pun menunggu sampai waktu yang sudah di tentukan.


Juragan Wawan, Japar dan juga Nanang sudah menunggu di rumah Yuni.


sedang untuk rumah yang lain sudah di jaga oleh para orang kepercayaannya mereka masing-masing.


karena mereka sengaja membuat rumah Yuni sebagai pelaksanaan jebakan.


pukul sebelas malam, desa itu sudah sepi karena hati ini ada gerimis yang membuat orang malas keluar.


rumah Yuni sudah di matikan, dan saat mereka sudah yakin, Farid dan kepala preman itu turun serta satu orang.


sedang empat pria yang lain pergi dan pamit untuk pergi ke rumah dua yang lainnya.


sesampainya di tempat itu, Farid dengan mudah membuka pintu karena dia punya pintu duplikat.


ketua preman itu mengunci pintu dari dalam, Farid pun mengendap-endap menuju ke kamar Yuni.


tapi saat akan ke dalam kamar itu, tiba-tiba semua lampu menyala dan ketiganya pun kaget melihat ada tiga sosok pria sedang berdiri di sudut-sudut ruangan.


"halo menantu," kata juragan Wawan.


tanpa bicara, Nanang menonjok Farid hingga pingsan, "kalian bereskan, dan ingat setelah itu pergilah, dan jangan membuat masalah," kata Japar melempar tas berisi uang.


"baiklah, aku mengerti," kata kepala preman itu yang tak ingin berurusan dengan Japar.


mereka pun membawa Farid pergi dan akan membuatnya menjadi sebuah kasus besar.

__ADS_1


sedang di rumah Dian, dia melihat ada mobil Jeep yang berhenti di depan rumah, dia pun bergegas menelpon Japar.


"assalamualaikum sayang ada apa?" tanya pria itu.


"tolong segera pulang mas, ada mobil mencurigakan yang berhenti di depan rumah kita, dan ada dua orang yang mencurigakan," kata Dian panik.


"baiklah, kamu tetap di dalam rumah, aku akan pulang," kata Japar yang bergegas pergi dengan motornya.


ternyata sesampainya di sana, memang benar ada mobil yang berhenti di depan rumahnya.


dia tak langsung pulang, dia mengawasi mereka dulu, apa yang sedang mereka lakukan.


mereka pun memaksa masuk dengan melompati pagar rumah yang cukup tinggi itu


bahkan empat orang yang di katakan oleh Japar pun terkapar. melihat itu Japar bergegas pulang.


dan dengan mudah, dia membuka pintu gerbang, dan langsung bertepuk tangan.


"brewok dan Kipli, mau apa kalian kesini, mau merampok atau mau membunuh pemilik rumah ini,"tanya Japar dengan santai.


"bos besar, kami mendapatkan perintah untuk melakukan hal menyenangkan dengan wanita di dalam rumah ini, dan kami juga di bayar mahal,karena kami tak bekerja di bawah bos Bowo," kata brewok dengan bangga.


kedua pria itu kaget, tak lama Bowo datang dengan wajah marah, "owh ini pekerjaan yang kalian bilang penting itu, bereskan... dan bos besar kami minta maaf,kami permisi," kata pria itu pergi.


Japar pun melihat ke arah rumah,sudah pasti istrinya itu mendengar semuanya.


sedang juragan Wawan juga pulang dan beruntung Sari sudah beristirahat dengan tenang bersama putranya itu.


dia pun mengecup kening Sari dan juga bayi Satria,dia tak mengira membereskan Farid saja begitu sulit.


pasalnya pria itu sangat pintar dan penuh dengan dendam. tapi dia bisa menghela nafas lega karena sekarang dia dan istrinya bisa hidup tenang.


Nanang juga sampai di rumah, dia memastikan jika adiknya itu baik-baik saja.


meski dia dan Yuni sudah berbaikan dengan juragan Wawan,tapi Nanang tak berani sepenuhnya bersandar pada pria itu


pasalnya sekarang juragan Wawan sudah memiliki anak dan istri yang begitu dia cintai.


terlebih setelah segalanya yang terjadi, berhubungan baik saja sudah membuatnya senang tak perlu apapun lagi.

__ADS_1


keesokan paginya, Sari bangun dan melihat suaminya tidur di belakangnya.


dia pun bangun dengan perlahan tapi tetap saja membangunkan pria itu.


"masih pagi,kamu mau kemana, kita tidur sebentar lagi saja ya," kata juragan Wawan dengan suara serak.


"tidak bisa mas, hari ini aku harus melakukan imunisasi untuk bayi Satria, jadi aku harus bersiap-siap," jawab Sari yang langsung turun.


dia memilih membangunkan putra kecilnya dulu sambil melihat apa kedua asisten rumah tangga di rumahnya sudah datang.


Sari mengatakan ingin sarapan apa, dan mbak Jum yang memasak, sedang bayi Satria di mandikan oleh mbak Tunah.


Sari memilih mandi terlebih dahulu dan bersiap ke tempat bidan desa untuk mendapatkan imunisasi.


Sari akan pergi saat juragan Wawan bangun dan memeluknya, bahkan pria itu melakukan sesuatu yang membuat Sari kaget.


"ah hentikan, aku sudah kesiangan nanti saja," kata Sari yang berhasil lolos dari suaminya yang mesum itu.


"dasar juragan mesum," ledek sari yang pergi meninggalkan suaminya itu.


sedang juragan Wawan melihat ke bawah, "oke, kita mandi air dingin saja ya," gumamnya.


dia langsung menuju ke kamar mandi, karena dia juga ada janji dengan Japar untuk membahas pembangunan masjid yang kan segera di mulai.


di tempat lain,Farid kaget saat dia terbangun di sebuah kasur, semalam dia ingat benar jika Nanang memukulnya.


tapi dia kaget saat turun dan menginjak sesuatu yang lengket, dia pun merasa mual karena itu adalah genangan darah.


tiba-tiba polisi menerobos nasik dan mengacungkan pistol kearahnya, "jangan bergerak," teriak para polisi itu.


ternyata itu adalah rumah seorang juragan kaya yang telah di habisi, dan ternyata ini semua adalah skenario yang di lakukan Japar, jadi satu pekerjaan dua orang yang selesai.


Farid di tahan di kantor polisi karena sidik jarinya ada di beberapa tempat di rumah itu.


meski dia terus berkata tak melakukannya, tapi nyatanya semua CCTV mengarah kepada dirinya.


bahkan sp*rm* yang di temukan di istri dari juragan itu juga milik Farid,dan wanita itu di cekik hingga mati.


Farid pun masih tak mengakuinya karena dia tak merasa melakukan hal buruk itu.

__ADS_1


tapi karena semua bukti mengarah padanya, jadi dia tak bisa mengatakan apapun lagi dan hanya bisa pasrah.


__ADS_2