AKU REINKARNASI & TIDAK BOLEH TERLUKA

AKU REINKARNASI & TIDAK BOLEH TERLUKA
DUA PULUH DELAPAN


__ADS_3

Suasana sekitar pendeta agung menjadi hening, pendeta tinggi Rahul yang baru datang membersihkan pecahan di lantai menjadi panik.


"Kalian... bersama..." pendeta agung terbata-bata.


Daniela mengangguk. "Benar, karena di rumah sebesar itu perapian yang berfungsi hanya satu kamar. Kami jadinya pakai kamar itu bersama."


Edrik ikut mengangguk setuju, dia merasa tidak ada keanehan karena selalu tidur bersama dengan pasukannya di alam terbuka. Awalnya canggung karena tidur satu kamar dengan Daniela tapi lama kelamaan jadi terbiasa.


"Ah, pendeta agung. Doakan renovasi rumahnya tidak terlalu mahal ya, sehingga saya bisa mengirim sisanya ke kuil." Daniela tertawa tanpa dosa.


Pendeta tinggi Rahul yang paham dengan kekhawatiran pendeta agung, tersenyum canggung dan bergumam. "Mereka berdua ini terlalu polos atau memang tidak peduli?"


Cangkir teh di tangan pendeta agung hancur.


Daniela dan Edrik mendadak diam karena terkejut.


Pendeta tinggi Rahul terpaksa mengusir Daniela dan Edrik dengan sopan.


Daniela dan Edrik terpaksa berjalan menuju kantor pendeta agung.


"Kenapa pendeta agung marah, ya?" tanya Daniela ke Edrik. "Apakah saya melakukan kesalahan besar? Apakah pendeta agung akan mengusir saya?"


Edrik menjawab dengan santai dan sedikit menakuti Daniela. "Karena beberapa hari ini kamu kabur meninggalkan pekerjaan, lalu melemparnya kepadaku. Kamu juga memanfaatkan seorang pangeran pertama dalam berbagai hal."


Daniela mendecak kesal. "Bukan alasan yang logis."


"Sekarang beritahu aku, kamu tidak hanya mendapatkan perhiasan peninggalan keluarga Aelthred yang dicuri Vilvred bukan? Pasti keluarga Vilvred juga memberikan kompensasi untuk kamu."


Daniela tertawa kecil. "Darimana anda tahu?"


"Aku seorang pangeran dan selalu di medan perang, kamu kira aku buta dan bodoh masalah kecil ini?"


"Eh, saya kira anda hanya suka mengayunkan pedang dan membuat sekitar menjadi lautan darah."


Edrik memakai topeng kucing dan menaikan tudungnya, begitu mendengar langkah kaki lain mendekati mereka. "Apa segitu saja citraku di mata kamu? Kenapa menjadi sangat menyebalkan?"


"Yah, begitulah."

__ADS_1


"DANIELA!"


Daniela dan Edrik berhenti melangkah dan sama-sama balik badan. Pangeran mahkota, Isak berjalan menghampiri mereka berdua.


"Kamu- beraninya membuat Ella menangis!" Bentak Isak.


Daniela mengerutkan kening.


---------


Beberapa jam sebelumnya, Isak buru-buru pergi ke kediaman Vilvred karena mendengar berita buruk mengenai Daniela yang berusaha merampok keluarga Vilvred.


Isak menemui Ella yang duduk sedih di taman dan sesekali menangis.


"Bagaimana bisa Daniela mencuri sebagian besar harta keluarga Vilvred?"


Ella menutup wajah dengan kedua tangan. "Ibu menyuruhku diam sementara ayah harus bolak balik mengawasi hartanya, kakak terlalu marah pada kami dan menuntut banyak hal ke Vilvred. Bahkan perhiasan ibu, diakui milik duchess sebelumnya. Padahal ayah yang membelikan perhiasan itu."


"Tapi, bukankah kamu sempat bilang bahwa sebagian besar perhiasan keluarga Vilvred adalah milik nenek moyang?"


"Pangeran mahkota, memang ibu dan aku jarang membeli perhiasan karena menghargai milik leluhur, tapi tidak mungkin ayah diam saja melihat kami memakai barang kuno. Semuanya diambil kakak." Isak Ella.


"Bagaimana caranya?" Tanya Ella dengan wajah sedih. "Kata ibu, kakak mengirim bukti kekerasan dan pengabaian pada duchess sebelumnya, ayah tidak bisa berkutik dan terpaksa mengabulkan tuntutan kakak."


"Bukti itu- asli?"


"Tentu saja bohong! Ayahku tidak pernah menyentuh duchess sebelumnya karena terlalu mencintai ibuku, memang sempat diabaikan tapi tidak pernah disakiti."


"Apakah kamu melihat secara langsung kalau duke Vilvred tidak melakukan kekerasan pada duchess sebelumnya?"


"Meskipun saya tidak melihat, tapi juga tidak ada yang melihat duke melakukan kekerasan pada duchess sebelumnya."


Isak menjadi pusing. "Jika sudah naik ke kaisar, aku tidak bisa melakukan apa pun."


"Tapi, kakak sudah mengambil banyak hal ke keluarga kami. Kenapa? Padahal kakak yang meminta keluar, kami juga tidak pernah mengusir kakak! Kenapa kakak masih mengganggu kami?"


Isak memeluk bahu Ella dengan lembut. "Jangan menangis, semuanya akan baik-baik saja. Aku akan menghukum orang yang menyakiti kamu."

__ADS_1


Ella memeluk erat Isak. "Pangeran mahkota, jangan tinggalkan saya saat terpuruk. Saya merasa malu pada lady lain karena kelakuan kakak."


"Iya, Daniela memang terkenal sebagai bangsawan arogan. Aku selalu sakit kepala mendengar dia menyakiti kamu."


Ella menggeleng pelan di dada pangeran mahkota. "Kakak tidak sabar karena melihat ibu, ibu tidak pernah melawan kakak. Ibu bilang kakak seperti itu karena kesepian, tolong dimaklumi, pangeran mahkota."


Isak menghela napas. "Ha- kamu memang memiliki hati baik dan suci, kamu bisa menjadi saintess jika mempertahankan sikap ini."


"Aku tidak akan pernah berubah demi pangeran mahkota, pangeran juga jangan tinggalkan saya."


"Tenang, aku tidak akan pernah meninggalkan wanita secantik kamu, Ella."


Hati Ella kembali tenang. Awalnya dia menjadi takut karena Daniela mengambil banyak harta keluarga Vilvred yang ternyata milik keluarga Aelthred.


Duke Vilvred sebelumnya tidak becus mengurus keuangan duchy sehingga memutuskan pemberontakan demi mendapatkan keuntungan lebih banyak, duke Vilvred yang sekarang harus menanggung akibatnya dan terpaksa mengambil harta keluarga Aelthred, milik istrinya.


Ella takut ratu dan kaisar berubah pikiran karena harta Vilvred berkurang banyak, melihat sikap pangeran mahkota masih seperti biasanya dan diamnya ratu serta kaisar, Ella kembali menjadi tenang.


"Aku berjanji tidak akan meninggalkan kamu dalam situasi apa pun, Ella." Janji Isak.


Dan sekarang Isak juga menepati janji dengan marah ke Daniela di kuil.


"Kamu berani membuat wanita cantik di kekaisaran Helcia menangis sedih karena keserakahan!" Bentak Isak ke Daniela.


Daniela menanggapi dengan santai dengan membungkuk hormat sekedarnya. "Salam untuk pangeran mahkota kekaisaran Helcia."


"Hah! Kamu tahu aku pangeran mahkota tapi masih berani menyentuh tunangan pangeran mahkota?" tanya Isak sambil mengangkat tangannya untuk menampar Daniela.


PLAK!


Tangan besar Isak mendarat di pipi Daniela, Edrik tidak menyangka adiknya yang lemah lembut melakukan tindakan semacam itu ke seorang anak perempuan berusia lima belas tahun.


Daniela menarik napas panjang dan menghembuskan perlahan dengan tangan menyentuh pipi yang ditampar. Dia tidak berani melawan pangeran mahkota saat ini, meskipun di masa lalu pangeran pertama setuju untuk menghukum mati dirinya, pangeran pertama tidak pernah menyakiti dirinya.


Pangeran pertama di masa lalu cenderung tidak peduli padaku dan tidak memiliki perasaan apa pun ketika aku memutuskan bunuh diri, lain dengan pangeran mahkota sekarang yang cenderung menyakiti orang lain demi egonya. Batin Miselia.


Daniela menyindir Isak. "Anda tidak suka memegang pedang dan tidak mau turun perang, hingga kakak sendiri rela menggantikan dan memberikan posisi pangeran mahkota. Pangeran pertama pasti tidak tahu jika adiknya melukai orang lain demi ego."

__ADS_1


Daniela secara tidak langsung menyindir Edrik yang berdiri di sampingnya.


__ADS_2