
Para murid marchioness Green terkejut dengan penjelasannya.
"Bukankah itu sangat berbahaya?"
"Kita harus menyembuhkan penyakit mereka."
"Apakah anda tahu cara menyembuhkannya?"
Marchioness Green menggeleng. "Kita butuh banyak penelitian untuk mengatasi penyakit ini, karena itu aku membuat tim yang mau bergabung dengan putra bungsuku."
Para murid marchioness Green saling menatap lalu lima orang angkat tangan.
"Kami akan bergabung ke penelitian."
"Sebenarnya saya tidak terlalu berguna di lapangan."
"Saya lebih suka berada di tempat penelitian."
"Saya mau bergabung."
"Saya juga."
Marchioness Green mengedarkan pandangan ke murid-muridnya. "Ada lagi yang mau bergabung?"
Tidak ada yang menjawab.
Marchioness Green tersenyum lalu menyuruh mereka menyentuh tangan ke dalam baskom yang sudah berisikan air. "Aku akan menjelaskan pada kalian tentang penyakit itu, jadi kedua tangan kalian harus bersih."
Meskipun merasa aneh, para murid menuruti perintah atasan.
Tidak lama, salah satu murid marchioness Green yang mengajukan diri pertama kali untuk masuk ke penelitian, menarik tangannya dari baskom. Menyusul dua lainnya.
Marchioness Green menghela napas. "Jadi, kalian terlalu antusias mengenai penyakit, merasa tidak berguna di lapangan dan juga lebih suka berada di tempat penelitian?"
Wajah ketiga murid yang tangannya seperti tersengat arus listrik menjadi pucat, ketika melihat teman-teman lainnya tidak tersengat listrik.
Marchioness Green awalnya tidak percaya dengan dugaan Daniela, namun sekarang mau tidak mau dia percaya.
Sebelum mengadakan pertemuan, marchioness mendapat peringatan dari Daniela dan diberikan saran.
'Gunakan ini dan campurkan satu tetes ke dalam baskom, Pangeran pertama juga menggunakannya untuk para pengawal. Untungnya tidak ada yang berkhianat.'
'Apa maksud kamu? Apakah sekarang kamu menuduh aku adalah mata-mata?'
'Saya hanya ingin berhati-hati, mengingat Kaisar sangat licik. Beberapa hari lalu, Pangeran pertama memanah burung pembawa pesan yang dikirim Pendeta Tinggi Rou. Hanya kertas kosong, namun instingnya mengatakan ada sesuatu di dalam surat itu.'
__ADS_1
'Apa?'
'Anda pasti tahu karena seorang dokter dan merawat banyak pasien, termasuk kalangan pelacur, selir dan juga selingkuhan bangsawan. Mereka bertukar surat menggunakan metode ini untuk teman-temannya, atau memberikan peringatan.'
'Aku-'
'Biasanya wanita-wanita ini bekerja sama dengan temannya untuk melindungi diri dari keluarga bangsawan yang ingin menghancurkan mereka karena menjadi selingkuhan.'
'Tapi, bagaimana kamu mengetahui hal ini?'
'Ah, anda tahu reputasi aku sangat buruk sehingga salah satunya bersimpati padaku dan ingin aku menjadi teman mereka. Yah, mungkin bagi mereka tidak ada salahnya berteman dengan anak duke lalu siapa tahu bisa menjadi selingkuhan duke karena duchess sakit.'
'Lalu apa ini?'
'Hanya air biasa yang sudah diberikan energi mana petir.'
'Petir?'
'Ya, pengkhianatnya pasti menggunakan metode yang sama digunakan para pelacur untuk berkomunikasi. Jadi anda harus berhati-hati pada murid sendiri.'
'Mereka tidak mungkin melakukan kejahatan seperti itu! Aku sudah mengajarkan mereka dengan baik, bagaimana bisa mereka berkhianat dan-'
'Kenapa anda diam saja marchioness?'
Marchioness tidak mau mengakuinya tapi setelah dipikirkan kembali, semuanya menjadi masuk akal.
"Aku kecewa pada kalian."
Para murid yang tidak bersalah, terkejut lalu menatap kecewa ketiga teman mereka yang berkhianat.
Ketiga orang itu berlutut dan meminta maaf di dekat kaki marchioness.
"Marchioness, kami tidak tahu kenapa air itu bisa menyengat tangan kami."
"Marchioness, tolong keadilannya!"
"Marchioness, saya seorang wanita. Saya tidak tahu apa pun!"
Para murid marchioness menjadi bingung.
"Sengatan apa? Kami tidak merasakan sengatan apa pun."
"Kenapa mereka bertiga meminta maaf pada marchioness?"
"Apakah mereka melakukan kesalahan?"
__ADS_1
Marchioness membuka jubah murid wanitanya dan menemukan perut dia membuncit. "Kamu hamil?"
Wanita itu menggeleng dengan wajah pucat sekaligus panik. "Ti- tidak! Saya tidak hamil!"
"Lihat, dia pendarahan!"
Semua orang melihat di sekitar murid wanita marchioness yang berlutut itu ada darah yang muncul.
"Dia keguguran?"
Wanita itu menggeleng ketakutan lalu menyembunyikan perutnya. "Tidak! Aku tidak boleh keguguran! Kalian semua harus menjaga bayi ini! Ini anak pangeran mahkota!"
Wanita itu masih belum tahu kalau pangeran kedua sudah bukan pangeran mahkota lagi.
Semua orang di dalam tenda kecuali tiga murid pengkhianat terkejut dengan perkataannya.
Marchioness Green sangat marah sekarang. "Jadi, kamu ada di pihak ratu? Ratu tahu mengenai perselingkuhan kalian berdua?"
Wanita itu ketakutan dan tidak bisa membantah.
Pasukan pangeran pertama yang berjaga di dalam tenda, mengelilingi ketiga pengkhianat itu.
"Marchioness, hanya dengan air- anda menuduh mereka melakukan pengkhianatan?" Tanya salah satu murid yang tidak percaya. "Bukannya saya membela, tapi kami teman seperjuangan dan tidak percaya kalau mereka melakukan hal seperti itu."
"Kenapa kamu tidak bertanya ke mereka bertiga saja? Apa alasan berkhianat pada wilayahku?" Tanya marchioness Green dengan dingin. "Kalian mengira aku tidak tahu perbuatan kalian yang ingin menggantikan posisi keluarga aku dengan menyebarkan berita buruk? Tidak aku sangka telah membesarkan ular."
Ketiga murid itu menggigil ketakutan, tidak berani menatap marchioness Green.
"Biar aku yang jelaskan."
Semua orang menoleh ke pintu masuk tenda dan melihat Daniela.
Daniela berdiri di samping marchioness. "Jadi, beberapa hari lalu setelah Pangeran Pertama menemukan burung yang membawa kertas kosong, dia menemukan hal yang sama di sekitar rumah penduduk. Awalnya Pangeran Pertama curiga pada penduduk sekitar dan berusaha mencari jalan keluar dengan air yang kalian gunakan."
Daniela sengaja membongkar keberadaan pangeran pertama di wilayah Fei di hadapan para murid marchioness untuk menekan mereka semua.
Semua murid marchioness melirik baskom kecil berisikan air.
"Para penduduk yang masuk dan hendak berobat menggunakan air tersebut untuk cuci tangan, pasukan Pangeran Pertama juga menyebar untuk melakukan hal sama dengan dalih melihat kondisi mereka. Namun nihil."
"Bagaimana dengan para ksatria Pangeran Pertama? Mereka juga pasti ada yang berkhianat!" Teriak wanita yang mengandung anak pangeran kedua.
Daniela menatap dingin wanita itu. "Kamu kira Pangeran Pertama bodoh? Selama ini dia bersembunyi di dalam wilayah bersama para pasukannya namun tidak diketahui Kaisar sama sekali sampai sekarang."
Daniela sengaja tidak membocorkan masalah ksatria pangeran pertama yang juga melakukan uji coba, supaya tidak ada yang memiliki pemikiran untuk menghasut para ksatria bahwa pangeran pertama tidak menaruh kepercayaan kepada mereka.
__ADS_1
"Yang bodoh adalah seorang wanita memiliki masa depan cerah namun hancur karena keserakahan, begitu pula dengan dua pria yang berbakat namun terlalu iri dan serakah untuk mendapatkan gelar."
Tidak ada yang berani membantah perkataan Daniela lagi.