AKU REINKARNASI & TIDAK BOLEH TERLUKA

AKU REINKARNASI & TIDAK BOLEH TERLUKA
DELAPAN PULUH EMPAT


__ADS_3

"Bukankah jika pihak kuil tidak mengakui keberadaan mereka, semuanya aman?" Tanya Edrik lagi setelah mendapat sorot tajam dari berbagai pihak. "Kenapa kalian malah bersikap seperti itu? Apakah kalian tidak menghargai aku sebagai Pangeran Pertama?"


Marquess Bill, Daniela dan Zuu menghela napas panjang.


Yang menjadikan Daniela kasihan adalah marquess Bill, beban pekerjaannya pasti berat jika Edrik yang buta politik naik tahta. Masalahnya menjadi tiran tidak selamanya bagus.


Daniela mempelajari hal itu di masa lalu. Semua orang di kekaisaran Helcia takut dengan kaisar, tapi di sisi lain membuat orang-orang tidak bisa mengembangkan bakat dan kekaisaran pun runtuh, meskipun membutuhkan waktu lama.


Daniela membahas hal ini dengan marquess Bill, Edrik terpaksa mendengar perdebatan mereka berdua meskipun tetap memasang wajah tidak tertarik.


Zuu yang duduk di samping Edrik, mengawasi tuannya agar tidak kabur.


Di saat mereka berempat sibuk berdiskusi, marchioness Green mendapat laporan dari salah satu mata-matanya.


Marchioness Green tidak menangis ataupun kecewa, dia hanya konsentrasi mengurus pasien lagi dan percaya semua pengorbanannya tidak akan sia-sia. "Panggilkan pasien lagi, waktu kita tidak banyak!"


"Marchioness, apakah kita akan kembali ke ibukota? Kabarnya pintu ibukota ditutup dan tidak ada yang boleh keluar-masuk, apakah kondisinya sama dengan kita sekarang?"


Marchioness Green mengingat percakapan dengan Daniela sebelum mengirim pendeta tinggi Rou dan anaknya ke ibukota.


Satu hari sebelumnya.


"Marchioness, apakah anda tidak menyadari ada masalah di tempat ini?" Tanya Daniela yang tiba-tiba berdiri di belakang marchioness.


"Masalah?"


"Tempat ini sudah tidak disentuh oleh dokter, bahkan rakyat tidak peduli dengan kesehatan sendiri. Jika penyakit menyebar sampai ke ibukota, bukankah akan ada yang disalahkan?"


Marchioness Green langsung memahaminya. "Pihak kuil yang akan disalahkan. Kaisar penakut dan juga terlalu bodoh untuk paham mengenai strategi seperti itu, alasan kaisar sebelumnya memilih Kaisar sekarang adalah supaya Permaisuri bisa menggunakan Kaisar sekarang."


"Eh?"


"Apakah kamu tidak tahu tentang hal itu?" Tanya marchioness Green. "Gawat, sepertinya aku kelepasan bicara."


"Tidak, saya tidak tahu. Mari kesampingkan hal itu, penyakit yang ada di wilayah Fei bukanlah penyakit menular tapi ke depannya di ibukota akan menjadi penyakit menular."


Marchioness Green terkejut. "Apa? Bagaimana kamu tahu?"


"Pendeta tinggi Rou akan menularkannya."

__ADS_1


Marchioness Green berkacak pinggang. "Tentu saja dia akan menularkan aura buruk iblis."


"Benar, itu salah satunya. Tapi ada yang lebih parah, pendeta tinggi Rou akan menyebarkan penyakit yang menyerang kekebalan tubuh pada manusia."


"Seperti apa?"


"Gonore."


"Gonore? Aku baru pertama kali mendengarnya." Marchioness Green mengerutkan kening dan mulai tertarik dengan penyakit yang disebut Daniela.


"Nah, bagaimana kamu menjelaskannya dengan baik? Jangan asal bicara jika tidak tahu apa pun."


Daniela tersenyum, saat ini mood dewa memburuk karena ulah pendeta tinggi Rou. "Pendeta agung menjelaskan sebelum mengirim saya ke wilayah Fei, beliau diberitahu oleh dewa Helcia yang Maha Agung."


"Hei!"


"Dewa, percuma. Dia tidak akan mau mendengar, nantinya jika salah- mereka akan meminta pertanggung jawaban ke anda."


"..."


Marchioness Green percaya dengan perkataan Daniela. "Jelaskan padaku tentang penyakit itu."


***


Marchioness Green yang sedang istirahat bersama semua muridnya, mengadakan rapat di dalam tenda yang dijaga pasukan pangeran pertama.


"Gonore?"


"Kami baru pertama kali mendengarnya, penyakit apa itu?"


"Marchioness, darimana anda mengetahui penyakit itu?"


Marchioness Green tidak menjelaskan darimana dia tahu karena berjanji pada Daniela untuk merahasiakannya. Hanya Daniela, pendeta agung dan dirinya yang tahu asal nama penyakit tersebut.


Marchioness Green mengamati murid-muridnya satu persatu. "Apakah kalian sudah paham penyakit apa yang menyebar di kalangan rakyat?"


"Salah satu yang kami yakini untuk anak kecil adalah polio, perkembangan salah satu kakinya tidak sempurna karena mereka mengabaikan vaksin yang diterapkan kekaisaran." Salah satu murid marchioness Green menjawab dengan tegas.


"Apakah kamu sudah mencatatnya dengan baik?" Tanya marchioness Green ke murid tersebut.

__ADS_1


"Ya, saya juga mengajukan keluhan karena ternyata marquess Fei sempat mengajukan dokumen mengenai kesehatan wilayah ke kaisar, namun sampai sekarang tidak ada kabarnya."


"Kamu sudah berikan ke Zuu?" Tanya marchioness Green dengan nada puas, dengan begitu kaisar tidak akan bisa berkelit lagi.


"Ya, sudah."


"Baik, seperti yang kita ketahui, polio adalah salah satu penyakit menular yang ada pencegahannya namun diabaikan oleh para orang dewasa karena masalah kepercayaan.


"Kita sudah melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana mereka takut dan melindungi anak-anak dari jarum suntik, seolah itu adalah pedang yang membunuh anak mereka.


"Kalian sudah mengetahui dengan baik mengenai kepercayaan yang tidak bisa diubah jika manusia mengalaminya secara langsung."


Semua murid marchioness di dalam tenda mengangguk paham.


"Sekarang pun kita menyembuhkan anak-anak yang terdampak sudah tidak bisa, yang kita bisa hanyalah pencegahan penyakit menular ke anak lain atau menyelamatkan bayi yang masih dalam tahap perkembangan. Itu baru satu penyakit menular, belum penyakit lainnya."


Salah satu murid marchioness Green angkat tangan. "Ada juga orang dewasa yang kena sakit perut yang belum sembuh, saya sudah menemukan penyebabnya."


"Apa itu?" Tanya marchioness Green.


"Kebersihan. Rata-rata penduduk di wilayah Fei adalah petani atau peternak. Setiap pulang kerja, mereka tidak pernah mencuci tangan atau berganti pakaian, sehingga makanan jadi terkontaminasi dengan penyakit dari luar."


Marchioness Green mengangguk. "Kita pernah mengatakan ini di depan Kaisar dan marquess mengajukan keluhan mengenai kebersihan, tapi Kaisar dan para bangsawan hanya tertawa lalu tidak menanggapinya lagi."


Para murid marchioness Green mendidih marah ketika mengingat para bangsawan menghina marquess yang dianggap kehilangan akal.


"Bagi orang kaya, makanan mahal berarti bersih- padahal belum tentu."


"Mereka tidak percaya karena tidak mengalaminya."


"Mereka hanya orang-orang bodoh yang tidak mau percaya karena terlalu malas melakukan kebersihan."


Marchioness Green mengangguk. "Karena kalian sudah mengetahuinya dengan baik- berarti kalian tidak akan terkejut dengan masa depan yang akan terjadi di ibukota."


"Masa depan ibukota?" Tanya salah satu murid.


"Saat ini ibukota terkena penyakit menular dan para dokter di sana hanya mampu meresepkan obat dasar saja, bisa dibilang hanya meredakan tanpa mengetahui penyakit apa yang mereka hadapi," ucap marchioness Green.


"Apakah yang anda maksud penyakit Gonore tadi?" Tanya salah satu murid marchioness Green yang lain.

__ADS_1


Marchioness Green mengangguk. "Ya, penyakit Gonore adalah penyakit yang ditularkan secara seksual. Jika dibiarkan begitu saja akan menjadi infertilitas pada pria atau wanita, bayi yang berada di rahim akan terkena resiko buta, luka di kulit kepala dan juga infeksi."


__ADS_2