AKU REINKARNASI & TIDAK BOLEH TERLUKA

AKU REINKARNASI & TIDAK BOLEH TERLUKA
ENAM PULUH EMPAT


__ADS_3

Jeritan menyedihkan Ella hanya bisa menggugah pangeran mahkota dan duke Vilvred, tidak yang lain.


Kaisar dan ratu merasa telah ditipu duke Vilvred tapi tidak bisa berbuat apa pun, mengingat banyaknya uang yang diberikan duke Vilvred untuk menjilat mereka berdua.


Pendeta agung minta izin ke permaisuri. "Yang Mulia, Daniela masih berusia lima belas tahun dan belum memiliki wali, saya bersedia menjadi walinya."


Permaisuri terkejut. "Pendeta agung."


Pendeta agung bertanya pada Daniela yang masih berdiri di belakangnya. "Duke Aelthred tidak keberatan, bukan?"


Kedua mata Daniela berbinar, tidak menyangka pendeta agung akan menjadi walinya. Tapi-


Wajah Daniela mendadak muram. Kenapa pendeta agung tiba-tiba ingin menjadi walinya?


"Lebih aman kamu bersamanya, katakan ya."


Tidak, aku akan menjawab tidak.


"Apa? Apakah kamu ingin mati?"


Bukankah lebih bagus aku mati?


"Daniela."


Daniela mendongak dan terkejut melihat pendeta agung sudah berdiri di hadapannya dengan tatapan sedih.


"Kamu masih muda, aku tidak suka ada orang mati di dekatku terutama jika itu salah satu orang kepercayaanku."


Daniela terpana, pendeta agung bisa membaca pikirannya?


Duke Vilvred tertawa suram. "Bagaimana bisa seorang pendeta agung mengangkat anak dari seorang pemberontak?"


"Duke, apakah bagi anda darah pemberontak lebih buruk dari darah pelayan?" Tanya pendeta agung dengan santai.


Duke Vilvred hendak menjawab.

__ADS_1


Pendeta agung tersenyum tipis. "Apakah anda lupa siapa sebenarnya pemberontak di sini? Masih ada bukti di perpustakaan istana mengenai keluarga Vilvred yang berontak hanya karena tidak ingin menantu kaisar menjadi kaisar sekarang.


"Kalian semua menyalahkan kesalahan orang dewasa di masa lalu pada anak kecil di usia lima belas tahun yang bahkan waktu itu belum lahir."


Duke Vilvred terdiam, dia melupakannya karena terlalu terlena dengan kedudukannya sekarang.


"Jangan lupa, duke. Aelthred juga tidak setuju dengan pengangkatan kaisar sekarang, tapi tidak ingin mengganggu keseimbangan kekaisaran sehingga berani mengorbankan segalanya termasuk kehancuran keluarga.


"Itu sebabnya kenapa permaisuri sangat marah begitu melihat perilaku anda yang tidak bisa ditolerir. Daniela adalah darah daging anda, terlahir dari keluarga yang menyelamatkan Vilvred.


"Seandainya Aelthred tidak turun tangan dan menyelamatkan Vilvred. Kira-kira bagaimana nasib anda sekarang? Apakah masih berani berteriak di hadapan saya dan permaisuri?"


Para bangsawan yang menjadi saksi, mengangguk setuju. Kesalahan ada pada orang dewasa dan bukan anak kecil, namun mereka juga menyadari telah melakukan hal yang sama sehingga tidak berani mengganggu perdebatan antara pihak kekaisaran dan kuil.


"Duke Vilvred, anda sudah berbohong banyak hal termasuk usia nona Ella. Apakah anda tidak takut dengan amarah dewa?" Tanya pendeta agung.


Duke Vilvred menepis rasa takutnya. "Pendeta agung selalu bahas masalah dewa, apakah ini merupakan ancaman?"


Pendeta agung menghela napas. "Saya hanya mengingatkan."


Daniela mengerutkan kening tidak mengerti.


"Ayo, panggil aku keren. Apakah kamu tidak ingin mendapat berkah dariku?"


Tidak, aku tidak menginginkannya.


"Keren, panggil aku keren. Itu kodenya!"


Daniela benar-benar tidak mengerti isi otak dewa kehidupan Helcia yang mengabaikan penolakannya.


Pendeta agung mengancam duke Vilvred. "Duke, jangan membuat dewa marah- terutama saat anda berada di kuil."


Ratu hanya melihat dan tidak bisa ikut campur, dua dari tiga penguasa besar sedang berdebat. Diam-diam dia merasa lega karena pangeran mahkota tidak disentuh lagi.


Permaisuri yang melihat itu, bisa membaca benak ratu dari raut wajahnya. Mantan penari erotis yang sejak kecil dididik di jalanan, tidak akan pernah bisa menipu seorang permaisuri yang sudah belajar politik sejak kecil meskipun tidak bisa memiliki tahta.

__ADS_1


"Kaisar, sesuai dengan permintaan saya sebelumnya. Pangeran mahkota akan dididik oleh saya, permaisuri. Serta gelarnya dicabut."


"Permaisuri, jangan berkata keterlaluan. Bagaimana bisa kamu tiba-tiba akan mencabut gelar pangeran mahkota?!" Teriak kaisar.


Duke Vilvred dan pendeta agung menoleh ke kaisar. Masalah Daniela belum selesai, sudah muncul masalah pangeran mahkota yang harus turun.


"Jangan katakan, kaisar dan ratu menuduh saya ingin menurunkan posisi pangeran mahkota?" Tanya permaisuri dengan meninggikan suaranya supaya bisa didengar semua orang.


Diam-diam Daniela menghela napas lega karena tidak perlu menyebut dewa 'keren'.


Dewa yang kecewa di tempatnya, mendecak kesal.


"Kalian semua yang merekomendasikan kuil untuk memimpin upacara, lalu sekarang apa? Pangeran mahkota dan nona Ella terbukti telah melakukan pelecehan terhadap kuil. Mereka berani masuk kuil dalam keadaan kotor. Saya berani bertaruh, mereka berdua melakukan hubungan itu di dalam kereta saat perjalanan menuju kuil." Permaisuri menatap kedua pasangan zina itu bergantian. "Anak usia empat belas tahun tidak mungkin berpikir dan melakukan hal sebejat itu dan para orang dewasa yang memiliki kekuasaan tidak mungkin tidak tahu mengenai hubungan mereka berdua."


Kaisar, ratu dan duke Vilvred tidak bisa membantah.


Permaisuri sedikit membungkuk ke pendeta agung untuk meminta maaf. "Saya minta maaf karena perilaku pangeran mahkota dan nona Ella yang telah mengotori tempat suci, sebagai kompensasi- saya akan menurunkan tahta pangeran mahkota dan menikahkan mereka berdua sekarang juga."


"TIDAK BISA! PERMAISURI, ANDA TIDAK BISA MENJATUHKAN POSISI PUTRA SAYA!" teriak ratu yang tidak terima.


"Apakah ratu ingin berperang dengan kuil, lantas kompensasi apa yang akan ratu berikan untuk pihak kuil?" Tanya permaisuri.


Pendeta agung mendukung pernyataan permaisuri. "Kuil tidak membutuhkan uang ataupun barang berharga untuk kompensasi, kami bekerja untuk dewa dengan tulus serta membutuhkan calon pemimpin yang bisa bergandengan tangan dengan kuil."


Kaisar akhirnya mengerti, dia terkena jebakan yang dibuatnya sendiri. Permaisuri dan pendeta agung satu langkah lebih maju. "Pendeta agung ingin memberontak rupanya? Berani menurunkan posisi pangeran mahkota!"


Pendeta agung menghela napas ironi. "Yang Mulia Kaisar, jika pihak kuil melakukan hal itu, pasti dari awal tidak setuju dengan menjadikan pangeran kedua sebagai pangeran mahkota. Namun, demi kedamaian kekaisaran dan memikirkan rakyat, kami memutuskan tidak ikut campur. Hanya saja pihak pangeran mahkota sudah mengotori kuil, bahkan beberapa hari lalu datang secara tidak sopan. Apakah kami marah dan menuntut anda? Tidak.


"Kami hanya setuju dengan pernyataan permaisuri, jika pangeran kedua ingin kembali ke posisinya sebagai pangeran mahkota, kami tidak keberatan, dengan syarat pangeran sudah dididik dengan baik dan paham medan perang."


Kaisar semakin marah. "Pendeta agung ingin mengirim pangeran mahkota ke medan perang? Omong kosong apa itu?!"


"Pangeran pertama yang merupakan keturunan murni Helcia bisa anda kirim ke medan perang, kenapa pangeran kedua tidak bisa? Apakah anda memang berat sebelah? Jika memang begitu, tidak ada keadilan di Helcia dan kuil ingin menuntut keadilan di pengadilan dunia supaya ada keadilan untuk kedua pangeran," kata pendeta agung.


Pengadilan dunia adalah pengadilan yang dihadiri semua negara di lima benua sebagai saksi dan juga hakim diseleksi secara ketat.

__ADS_1


Jika pengadilan dunia turun tangan, penyelidikan akan semakin menyeluruh dan posisi pangeran mahkota akan semakin menjauh karena sepanjang hidupnya hanya digunakan untuk bersikap sombong dan suka bermain.


__ADS_2