
Kaisar berteriak marah serta memaki orang-orang yang dirasa tidak kompeten bagi dirinya. "Bagaimana bisa kalian melakukan hal ini kepadaku? Apakah kalian sedang melempar kotoran di wajahku?!"
Para dokter dikumpulkan di ruang pertemuan istana kekaisaran dan dipaksa berlutut untuk menghadapi kaisar.
"Bagaimana bisa kalian melakukan kejahatan seperti itu?!" Teriak kaisar yang menggema di dalam ruangan.
Tidak ada yang berani melawan kaisar.
Kaisar semakin marah dengan kondisi pangeran kedua yang sakit terkena wabah, kepalanya berdenyut karena hanya pangeran kedua harapannya.
Teringat di masa lalu bagaimana permaisuri menemukan perselingkuhannya dengan seorang wanita yang merupakan penari erotis dan sekarang menjadi ratu.
Saat itu permaisuri masuk ke kamar dengan raut wajah dingin, tanpa ada rasa cemburu sedikit pun.
Menunggu kaisar yang memunggunginya selesai memompa wanita di bawahnya, suara ambigu terdengar jelas hingga keluar ruangan dan pintu dibuka lebar supaya ada banyak saksi.
Rupanya kaisar mesum itu masih belum menyadari kehadiran permaisuri dan bangsawan lainnya.
Rekaman di tangan permaisuri punĀ juga sudah dinyalakan.
Pendeta tinggi Rohan di belakang ratu hanya bisa menggelengkan kepala dengan sedih. Kaisar melakukan perselingkuhan secara terang-terangan
Nafsu pun menjadikan kaisar tidak bisa mendengar sekitarnya, begitu juga dengan lawan mainnya yang menjerit kesetanan.
Begitu tubuh wanita itu pindah posisi hingga menghadap pintu, wanita itu berteriak tanpa membuka mata, lalu saat kaisar yang menyembunyikan wajahnya di belakang wanita itu membisikan kata cinta, wanita itu membuka mata lalu terkejut.
Kaisar yang masih belum sadar, bergerak cepat.
Wanita itu ingin menghentikan kaisar namun tidak bisa, suara yang keluar hanya erangan.
Semua orang yang berdiri di depan pintu bisa mendengarnya dengan jelas, Kaisar yang terhormat sedang main gila di belakang permaisuri.
Begitu kaisar puas, dia melempar wanita itu dan tertawa puas. Ketika ingin mengambil air di atas meja dekat tempat tidur, kaisar terkejut melihat pintu yang terbuka dan dirinya menjadi tontonan.
__ADS_1
Tidak hanya itu, bahkan permaisuri pun ada di sana. Siapa yang sudah melaporkan keberadaannya ke permaisuri? Kemana pengawal? Kenapa tidak ada yang menahan mereka?
Permaisuri tersenyum mengejek. "Sudah selesai, Yang Mulia? Kenapa tidak dilanjutkan lagi? Saya rasa ini akan menjadi tontonan menarik banyak orang yang bersikeras ingin menjadikan pria sebagai pewaris."
Para bangsawan yang menentang permaisuri menggantikan ayahnya pun berdiri di depan pintu, mereka tidak bisa pergi karena dijaga ksatria.
"Yang Mulia, apakah dia wanita yang anda cintai selama ini?" Tanya permaisuri.
"Pe- permaisuri." Kaisar hendak mendekati permaisuri namun dihalangi ksatria suci dari kuil.
Kaisar mendesis marah. "Kalian-"
Pendeta tinggi Rohan membungkuk hormat. "Yang Mulia, pihak kuil sudah berjanji pada Kaisar sebelumnya untuk melindungi Permaisuri dari siapa pun, dalam kondisi apa pun tapi kami tidak tertarik dengan pertikaian politik. Jadi, mohon dimengerti- karena kami hanya menjalankan sumpah suci."
Tangan kanan permaisuri di letakan di pipi, lalu tertawa. "Sepertinya Yang Mulia memang mencintai wanita itu hingga tidak bisa berpikir jernih, tidak apa- anda bisa menjadikannya ratu."
Bangsawan yang ada di pihak kaisar, menolak dengan marah.
"Kaisar tidak boleh menikah dengan pelacur."
Permaisuri menertawakan para bangsawan. Dia sudah tahu harapan mereka yang ingin menjadikan salah satu keluarganya sebagai selir dari kaisar, namun tidak pernah terkabul karena pihak kuil mengawasi.
Anggota kekaisaran hanya bisa menikah dengan pria atau wanita suci dan belum berhubungan intim dengan siapa pun, sementara para bangsawan kesulitan mencari anggota keluarga yang masih suci. Karena perselingkuhan adalah hal yang biasa di kekaisaran Helcia.
Permaisuri memutar bola mata lalu pergi meninggalkan kamar.
Pendeta tinggi Rohan maju dan memberikan saran sebelum pergi meninggalkan kamar. "Yang Mulia, saya sarankan anda menikah dengan wanita itu sebelum reputasi anda jatuh. Lebih baik menikah dengan kekasih daripada menikah dengan seorang penari erotis."
Kaisar yang menutup tubuhnya dengan selimut dan membiarkan wanita yang dia tiduri berbaring tanpa sehelai pakaian, terkejut mendengar saran pendeta tinggi Rohan. "Darimana pendeta tahu?"
Para bangsawan yang penasaran, melirik sekilas lalu buru-buru pergi meninggalkan kaisar yang masih syok.
Keesokan pagi, kaisar mengumumkan akan menikahi kekasihnya dengan hukum negara. Kaisar tidak boleh menikah secara agama, kalaupun nekat melakukannya ke luar kekaisaran, pria itu harus merelakan status dan kewarganegaraannya.
__ADS_1
Kaisar yang memiliki sifat tamak, tentu saja tidak menginginkan hal itu terjadi.
Namun, ternyata tidak selesai di sana saja. Ratu hamil dan pihak kuil menuntut untuk mengambil dua biji kaisar.
"Perjanjian anda dengan Kaisar sebelumnya hanyalah memiliki anak dengan Permaisuri, jika diketahui ada anak lain- maka anda harus merelakan kedua bola emas anda."
Kaisar frustasi dan marah, dia berencana memiliki anak banyak di luar nikah untuk dijadikan cadangan supaya keturunan permaisuri tidak naik tahta atau terbunuh.
Meskipun pangeran pertama adalah darah dagingnya, tetap saja dia tidak suka.
Kaisar kecil dididik untuk menjadi superior, meskipun berasal dari bangsawan yang akan bangkrut. Seumur hidup dia tidak mau tunduk pada orang lain, meskipun anak dan istrinya sendiri.
Setidaknya aku punya anak dari wanita lain yang sudah diakui pihak kuil, biarkan dia nanti menggantikan kedudukan pangeran pertama. Batin kaisar yang langsung menyetujui permintaan pihak kuil.
Dan sekarang kaisar mulai menyesali keputusannya yang terburu-buru. Nyawa pangeran kedua saat ini dalam bahaya.
***
"Kaisar punya anak lain selain Ratu dan Permaisuri?" Tanya Edrik dengan penasaran ketika marquess Bill dan Daniela bahas mengenai keturunan kaisar.
Zuu mengerutkan kening. "Yang Mulia, berulang kali saya melapor kepada anda mengenai saudara-saudara lain di luar istana, apakah anda tidak mendengar?"
Edrik tidak terlalu tertarik dengan kehidupan ayahnya sehingga selalu mengabaikan laporan Zuu, sekarang dia sedikit menyesal, pasti hati ibunya sangat sakit sekarang.
"Apakah yang ada di otak anda hanya ada darah saja? Bagaimana bisa anda mengabaikan hal ini?" Daniela berkacak pinggang sambil mengomeli Edrik. "Bagaimana jika di masa depan pangeran kedua mati dan semua orang menganggap andalah pembunuhnya?"
"Bagaimana bisa aku membunuh adikku sendiri?" Tanya Edrik tidak percaya.
"Bisa saja, karena bangsawan suka memutar balik fakta dan menjadikannya bahan untuk menyerang anda. Untung saja para bangsawan fraksi kaisar dan ratu tidak tahu bahwa anda buta politik dalam negeri." Marquess Bill menghela napas.
"Pintar strategi perang dan urusan luar negeri, bukan berarti ahli dalam politik." Angguk Daniela. "Karena ada anak lain Kaisar di luar istana, anda harus selangkah ke depan untuk memutus hubungan mereka."
"Bukankah selama pihak kuil tidak mengakui, tidak akan menjadi masalah?" Tanya Edrik yang masih tidak paham.
__ADS_1