AKU REINKARNASI & TIDAK BOLEH TERLUKA

AKU REINKARNASI & TIDAK BOLEH TERLUKA
SEMBILAN PULUH


__ADS_3

Pendeta tinggi Rou sangat mengenal duke Vilvred yang licik. Dia sudah mengenal bangsawan itu sejak muda, duke yang dulunya seorang pria tampan dan menjadi pujaan banyak wanita, namun hatinya hanya untuk satu wanita, yaitu anak dari kepala pelayan di wilayahnya sendiri.


Pendeta tinggi Rou juga tahu bahwa duke memanipulasi reputasi istri sah yang berasal dari keluarga pemberontak demi meningkatkan reputasi kekasihnya. "Saya hanya ingin bertemu dengan Kaisar."


"Anda bisa membahasnya dengan saya."


"Saya ingin bertemu dua mata dan membahas hal penting."


Duke Vilvred tersenyum dengan tenang. "Pendeta tinggi, Yang Mulia Kaisar disibukkan oleh banyak hal, terutama menyangkut rakyat kekaisaran. Apakah anda ingin membahas masalah pengobatan rakyat?"


Pendeta tinggi Rou tersinggung dengan ucapan duke Vilvred, tapi tidak ditunjukkannya. "Duke, suatu kehormatan anda peduli pada rakyat kekaisaran."


Faktanya, duka Vilvred tidak peduli pada nasib rakyat yang bisa saja mengubah pendirian demi keuntungan pribadi. Pendeta tinggi Rou tahu hal itu dengan baik dan menyindirnya.


Duke Vilvred tidak bereaksi pada sindiran pendeta tinggi. "Jika tidak ada yang ingin anda katakan, anda bisa kembali merawat pangeran kedua."


"Pangeran kedua menikah dengan putri kesayangan anda, apakah anda tidak merasa sakit hati?"


Duke Vilvred yang tadinya hendak kembali ke ruang kerja Kaisar, dan mendorong pintu, terhenti.


"Pangeran kedua tidak bisa disembuhkan."


Duke Vilvred berbalik. "Apakah kamu yakin dengan itu?"


"Kekuatan suci pun tidak akan bisa mengembalikannya."


"Apakah kamu tahu penyakit apa yang sedang diderita pangeran kedua?"


"Tidak, namun saya tahu dengan baik. Bahwa perbuatan kotor tidak akan bisa ditutupi selamanya. Tuhan akan menghukum tindakan i-" pendeta tinggi menghentikan ceramahnya ketika duke Vilvred menarik kerah bajunya.


"Apakah kamu sudah puas, pendeta? Tertawa di atas penderitaan orang lain dan menghinanya? Kamu kira kami tidak tahu semua perbuatan kamu di wilayah Fei? Membuat para pengikut seperti budak dan menarik donasi dengan mengatakan perbuatan itu merupakan salah satu kunci surga.


"Apakah sekarang Pendeta tinggi sedang menjual kunci surga untuk umatnya?"


Pendeta tinggi Rou menatap marah duke Vilvred. "Anda sedang menghina dewa."


"Jika memang dewa ada, dia pasti akan menyembuhkan umatnya tanpa harus menyusahkan orang lain."


Pendeta tinggi Rou menjadi marah. "Apakah sekarang anda sedang menghina aku? Tidak sopan!"

__ADS_1


"Ah, apakah pendeta merasa terhina? Padahal aku hanya menyindir kuil lain." Duke Vilvred mendorong pendeta tinggi Rou hingga terjatuh dari lantai, menatap jijik pendeta yang menganggap dirinya pintar. "Kamu ingin memanfaatkan Pangeran kedua dan putriku? Bermimpilah!"


Pendeta tinggi Rou menatap marah duke yang sudah menginjak harga dirinya. Jika aku sudah menjadi Pendeta Agung, aku akan memburu dan membunuh kalian semua yang sudah menghinaku. Sumpahnya.


***


Marchioness Green yang sedang berbincang dengan suaminya, melibat Daniela masuk ke dalam ruangan dengan wajah pucat. "Ada apa, duke Aelthred?"


Daniela menatap marchioness Green lalu menjatuhkan air mata, tiba-tiba merasa dunia ini tidak adil untuknya.


Marquess Bill yang melihat Daniela tiba-tiba masuk dan menangis, spontan berdiri. "Duke."


Daniela menghapus air matanya. "Maaf, saya hanya mengingat masa lalu yang menyedihkan."


Marquess Bill keluar dari ruangan tanpa disuruh, membiarkan Daniela bicara berdua dengan istrinya.


Setelah Marquess keluar, Marchioness bertanya kepada Daniela. "Ada apa? Waktu itu anda pingsan dan sekarang begitu bangun-"


Daniela menggeleng. "Apakah anda sudah membuat banyak obat untuk penyakit gonore di ibukota?"


"Ya, tinggal mendistribusikan ke ibukota." Angguk marchioness.


Daniela terlihat ragu, namun dia harus melakukan ini. "Apakah anda bisa menggugurkan kandungan murid anda?"


Wanita itu menjadi salah satu saksi yang memberatkan dirinya untuk dihukum mati, bahkan membuat bukti seolah Daniela berusaha membunuh adik tirinya.


"Yang ada di dalam tubuhnya adalah benih iblis."


Marchioness Green terkejut.


"Jika dia mengandung bayi pangeran kedua, dia pasti mengungkapkannya sekarang di depan istana. Meskipun wilayah ini sudah ditutup, tetap saja kita bisa mengetahui kondisi di ibukota."


"Kamu benar." Angguk Marchioness Green yang setuju dengan pendapat Daniela.


"Dia pasti panik mendengar kondisi Pangeran kedua dan terburu-buru keluar dari wilayah, namun pada kenyataannya-" Daniela tidak melanjutkan ucapannya.


Marchioness Green langsung paham. "Dia ingin menjebak kita dan membunuh langsung semua orang di wilayah Fei. Kenapa aku tidak menyadarinya sejak awal?"


"Darimana anda menemukan murid-murid anda?"

__ADS_1


Marchioness Green menjawab dengan raut wajah pucat. "Jika diingat kembali, mereka ditemukan tidak jauh dari wilayah Fei."


Sebelum kematiannya, Daniela tidak menyadari sang pelayan berkhianat. Tapi ketika dirinya mengulang mimpi, dia bisa merasakan hawa iblis di belakang wanita itu.


"Bagaimana kamu tahu dia menyimpan benih iblis?" Tanya Marchioness Green dengan hati-hati. "Aku tidak mau asal menuduh orang lain."


Daniela tersenyum sedih. Tidak mungkin dia membahas masa lalunya dan juga mengatakan kepada Marchioness tentang dewa Helcia.


"Iblis bisa mengirim sinyal bahaya, jika mendapat masalah ke induknya. Dengan kata lain Pendeta Tinggi Rou. Bayi yang ada di dalam tubuh muridku, memang lemah dan tidak memiliki kekuatan, namun bisa mendeteksi bahaya yang mendekat.


"Jika kita membunuhnya dengan kekuatan suci, maka akan ketahuan duke Aelthred adalah pemilik kekuatan suci. Kita tidak tahu jalan pikiran Pendeta Tinggi Rou dan Kaisar, satu-satunya cara menggugurkan dengan paksa, tapi-"


Daniela mengangguk. "Ibunya akan meninggal seketika."


Marchioness Green sangat menyayangkan tindakan muridnya yang menyimpang dan buta harta. "Seandainya aku tidak membawa dia ke ibukota, mungkin tidak akan terjadi seperti ini."


Daniela menggeleng. "Tidak, mau anda membawa atau tidak, dia pasti punya cara untuk pergi ke ibukota."


Daniela yakin sekali bahwa wanita itu keluar dari tim kedokteran Marchioness Green dan lebih memilih menjadi pelayan Permaisuri, entah bagaimana caranya lalu dengan bodohnya, Daniela di masa lalu menerima wanita itu karena merasa kasihan.


"Kenapa kamu hendak menggugurkan janin itu, Daniela?"


Daniela terkejut. Bukankah anda menunjukkannya untuk membunuh janin itu?


"Tidak, aku ingin kamu berhubungan dengan pendeta agung."


Berhubungan?


"Bukankah lebih baik kalian bekerja sama dengan kuil?"


Itu memang benar. Tapi tidak mungkin tiba-tiba menghubungi pihak kuil, terutama saat para pendeta menutup kuil dan tidak ingin berhubungan dengan orang luar karena perintah Kaisar.


"Aku akan mengirim kamu ke Pendeta Agung. Suruh wanita di hadapan kamu bicara ke suami masa lalu."


Daniela terbelalak dengan tindakan tiba-tiba dewa Helcia, mendadak muncul cahaya di sekitarnya. "Tunggu!"


Marchioness mundur selangkah ketika melihat cahaya di sekitar Daniela. "Duke?"


Daniela mendecak kesal dan bicara ke marchioness. "Beritahu hal ini ke Marquess dan Pangeran pertama, perketat penjagaan."

__ADS_1


Setelah mengatakan itu, Daniela menghilang dari pandangan Marchioness.


Marquess dan Edrik yang melihat cahaya keluar dari dalam tenda, langsung masuk dengan raut wajah panik.


__ADS_2