AKU REINKARNASI & TIDAK BOLEH TERLUKA

AKU REINKARNASI & TIDAK BOLEH TERLUKA
EMPAT PULUH LIMA


__ADS_3

Entah kenapa Daniela melupakannya, ingatan itu kembali muncul setelah ratu menyiram teh ke wajahnya.


Bukankah dewa mengatakan aku reinkarnasi dengan ingatan lengkap? Kenapa aku tidak mengingat bagian itu? Namun-


Daniela menatap lurus ratu tanpa merasakan takut sedikitpun. Itu tidak akan menjadi masalah.


Daniela yang menyadari tubuhnya masih basah karena siraman teh dari ratu, segera menggunakan mana untuk mengeluarkan air teh milik ratu hingga menyatu menjadi gelembung.


Kedua mata ratu terbelalak. "Ka- kamu- kamu bisa menggunakan mana?"


Daniela memainkan gelembung berisikan air di atas tangannya. "Apakah anda mengira saya tidak bisa menggunakan mana?"


"Hanya keturunan kaisar yang bisa menggunakan mana! Bagaimana bisa kamu menggunakannya?"


"Ah, kenapa anda tidak belajar sejarah keluarga Aelthred lagi? Sejarah yang tidak pernah ada di perpustakaan manapun selain perpustakaan kekaisaran. Semua keturunan bangsawan tinggi, bisa menggunakan mana."


"Apa maksud kamu? Kamu hanyalah penyihir yang kebetulan bisa menggunakan mana! Seharusnya kaisar menghukum penyihir! Penyihir terkutuk!" Ratu sempat lupa karena syok melihat Daniela bisa menggunakan mana.


Daniela mengarahkan gelembung itu ke atas kepala ratu dan membuat ratu tidak bisa menggerakkan tubuhnya. "Andai kata saya seorang penyihir, lantas anda apa? Penari erotis yang menggunakan tubuhnya hanya untuk menarik perhatian kaisar. Bukankah jauh lebih terkutuk?"


Ratu menatap ketakutan Daniela. "Aku akan mengadukan hal ini ke kaisar dan duke!" teriaknya.


"Adukan saja, mereka semua harusnya tahu setelah yang saya lakukan di pesta waktu itu untuk minta berpisah."


Ratu mengingatnya kembali. Waktu itu Daniela menggunakan mana pada pedang salah satu ksatria kerajaan. "Jadi, waktu itu adalah mana?"


"Ya, itu adalah mana. Anda tidak menyadarinya, ratu?"


Ratu memaki di dalam hati. Jika saja dirinya sadar Daniela bisa menggunakan mana, dia tidak akan menuruti perintah duke ataupun pergi ke sini sendirian.


"Saya ingat terakhir kali, pengasuh yang berusaha melukai saya mati dalam keadaan mengenaskan. Anda tidak mungkin mengalami hal yang sama bukan?"


"Apakah kamu mengancam aku? Istri dari kaisar?"


Daniela tertawa terbahak-bahak. "Apa yang bisa kamu banggakan dari seekor kaisar yang mengandalkan kedudukan istrinya?"


Daniela menjentikkan jari, gelembung pecah dan air teh jatuh ke atas kepala ratu.


Ratu menjerit keras hingga membuat para dayang dan ksatria kerajaan datang menghampiri Daniela.


Daniela yang sudah melatih badannya dan dilatih pihak kuil, bergegas menuju ratu serta mengambil pisau makan yang sudah berisikan mana.

__ADS_1


Daniela berbisik di telinga ratu. "Ini adalah balasan karena menyiram teh kepada saya."


Tanpa takut Daniela menancapkan pisau ke perutnya yang sudah diberikan ke tangan ratu.


Ratu menatap ketakutan Daniela. "Kamu- gila?"


Daniela tersenyum lalu roboh.


Ksatria yang tadinya marah karena Daniela berdiri berhadapan dengan ratu, terkejut. Dia mengira ratu telah disakiti Daniela, ternyata ratu menusuk Daniela menggunakan pisau makan.


Tangan ratu yang memegang pisau gemetaran setelah Daniela roboh dengan perut terluka di sebelah kiri.


Dua dayang ratu otomatis melindungi ratu untuk sedikit menjauh sementara salah satu ksatria hendak menyentuh Daniela.


"Jangan sentuh dia!"


Wajah orang-orang ratu menegang ketika mendengar suara yang mereka kenal.


Permaisuri.


Permaisuri berjalan cepat dan menghampiri Daniela bersama dua dayang kepercayaannya.


Dayang senior menatap khawatir permaisuri. "Permaisuri, lukanya tidak dalam. Kita harus bergegas mengobati duke."


Salah satu ksatria permaisuri mengambil pisau menggunakan mana lalu menyelimutinya dengan mana supaya tidak disentuh sembarangan. "Saya akan bergegas ke kuil."


Permaisuri mengizinkan ksatria itu pergi dengan anggukan singkat lalu menatap marah ratu. "Apa yang kamu lakukan sampai melukai anak kecil yang tidak bersalah?"


Ratu ingin mengatakan sesuatu lalu tertahan ketika teringat dengan ancaman Daniela, dia tidak bisa berkelit.


Daniela menarik gaun ratu. "Yang Mulia, ini bukan masalah besar. Saya tidak apa-apa."


"Bagaimana bisa aku melewatkannya? Ratu telah melukai salah satu orangku, aku akan bicara pada kaisar mengenai hal ini. Dan ratu, aku juga ingin mendengar alasan kenapa kamu melukai Daniela?"


Ratu tidak bisa menjawab, dia hanya bisa melempar tatapan kebencian ke Daniela.


Rombongan permaisuri bergegas membawa Daniela pergi dari sana, dan Daniela digendong permaisuri.


Daniela merasa malu dan ingin berontak. "Yang Mulia, anda sedang sakit. Tubuh saya juga berat, tolong turunkan saya."


Permaisuri tertawa ringan. "Tubuhku memang kurus, namun bukan berarti aku tidak bisa mengangkat sesuatu. Apakah sakit?"

__ADS_1


Daniela menyentuh perutnya yang terluka dengan raut wajah pucat, dia tidak khawatir tentang dirinya sendiri, hanya saja teringat pangeran pertama ketika melihat wajah ratu.


Kenapa aku melupakan bagian ini? Bodohnya aku. Sesal Daniela di dalam hati.


"Jika ada yang kamu ingin bicarakan, bicara saja nanti. Aku tidak ingin kamu terluka lagi hanya untuk melindungi aku dan Edrik."


Daniela tersenyum nakal. "Anda tahu?"


"Aku tidak buta, Daniela. Kecepatan kamu sama dengan ibumu. Aku lihat dari jauh dan kamu juga pasti sudah bisa memperkirakan aku lewat ke sana."


"Yah, sebelum bertemu dengan ratu- saya pergi ke istana permaisuri dan dayang mengatakan anda tidak ada di sana dan harus menghadap kaisar."


"Perhitungan kamu bisa meleset jika aku tidak melewati taman itu, Daniela."


"Saya tahu, makanya saya bertaruh. Jika saya tidak bisa ditemukan anda lalu ratu membungkam para bawahan, setidaknya saya bisa mengancamnya hingga ketakutan."


Permaisuri menghela napas. "Lain kali jangan lakukan hal nekat seperti itu, aku berterima kasih kamu telah memberikan jalan untukku dan putraku, tapi jika kamu sampai pasang badan dengan tubuh mungil ini. Aku akan merasa bersalah."


"Permaisuri-"


"Edrik juga mungkin akan menyalahkan aku jika kamu terluka. Kamu masih berusia lima belas tahun, kamu juga tidak sendirian, Daniela."


Daniela menatap permaisuri yang sangat cantik lalu mengalihkan tatapan karena matanya tiba-tiba berkaca-kaca, entah kenapa hati dan matanya terasa perih sekaligus manis.


Entah kenapa Daniela merasa harus berterima kasih pada dewa.


Sementara dewa di langit menepuk dadanya dengan bangga. "Ya, berterima kasihlah. Dengan begitu kamu akan tahu bagaimana indahnya dunia yang diciptakan dewa hahahaha-"


-------------


Zuu yang melihat perut kiri Edrik tiba-tiba terluka, menjadi panik. "Pangeran pertama, kenapa tiba-tiba perut anda terluka?"


Edrik yang tidak menyadarinya, sontak menoleh ke arah pandangan Zuu. "Hah? Kenapa aku bisa terluka?"


Zuu menarik pangeran pertama ke tempat dokter. "Anda harus diobati dulu."


Edrik tertawa. "Sepertinya butuh jahitan, biar aku yang mengurus sendiri menggunakan mana dan cari tempat steril."


Zuu bergegas melakukan perintah Edrik.


Edrik menatap curiga lukanya. Bagaimana bisa aku tiba-tiba mendapatkan luka? Ulah kaisar dan pengikutnya? Mereka menggunakan jasa penyihir hitam?

__ADS_1


Apa pun alasan di baliknya, Edrik akan mencari masalah sampai ke akar. Dia tidak mungkin diam saja.


__ADS_2