AKU REINKARNASI & TIDAK BOLEH TERLUKA

AKU REINKARNASI & TIDAK BOLEH TERLUKA
ENAM PULUH SATU


__ADS_3

Para bangsawan tidak percaya mendengarnya. Ella yang terkenal murni dan baik hati lalu berhasil memikat hati pangeran mahkota, telah melakukan kegiatan tidak bermoral sebelum tes kesucian di dalam kuil dan bahkan-


"Kamu- bahkan fitnah adikmu sendiri?" Marah duke Vilvred.


Daniela mengangkat dagunya dengan angkuh. "Dari awal dia bukan adikku, duke Vilvred. Aku tidak pernah mengakuinya sebagai adik semenjak anda membuat ibu meninggal karena depresi."


"Kamu-"


Permaisuri mengajak ratu untuk turun dan periksa kebenaran hasil tes, lebih tepatnya memaksa dengan menyuruh dua dayangnya menarik ratu dengan tidak sopan.


Daniela menertawakan kebodohan duke Vilvred, seandainya duke tidak turun tangan untuk masalah ini- mungkin tidak akan mendapat perhatian dari bangsawan, tapi kenyataan tidak sesuai dengan apa yang Daniela pikirkan. Duke Vilvred yang terkenal diam serta mencintai keluarganya, berani menampar anak sah demi anak haramnya.


Nama Daniela yang tercemar perlahan akan pulih dengan banyaknya saksi dan opini publik yang mulai berubah, sementara ratu dan kaisar tidak bisa mencari pasangan lain untuk pangeran mahkota. Jika pangeran mahkota menjadi raja, dia bisa mencari wanita lain untuk dijadikan selir atau merubah kedudukan Ella yang tadinya istri sah menjadi selir.


Namun, kaisar pasti tidak akan rela posisinya direbut meskipun anak kandung sendiri padahal tubuhnya masih sehat sementara duke Vilvred yang perlahan hancur, tidak akan membiarkan Ella mendapat kerugian.


Daniela menertawakan kebodohan mereka semua. Terlalu serakah dan merasa pintar membuat mereka terjebak jebakan yang mereka buat sendiri.


Ella diseret oleh dayang permaisuri yang lain.


Tidak ada yang berani membela ataupun melawan perintah permaisuri.


Setelah permaisuri beserta dayang-dayangnya, ratu dan Ella masuk ke dalam ruangan yang disediakan pihak kuil, seorang dayang suruhan permaisuri membuka rok Ella.


Ella merasakan malu dan berusaha berontak. Sebelum upacara, pangeran mahkota merayu dirinya karena percaya bahwa pendeta tinggi pilihan ibunya akan memberikan keterangan palsu.


Kelima dayang ratu mengerutkan kening dan menutup mulut dengan jijik ketika melihat pakaian dalam bagian bawah banyak bercak ******.


Permaisuri menaikan salah satu alis. "Sepertinya pangeran mahkota belajar dari orang tuanya, tidak bisa disalahkan juga karena ibu kandung pangeran mahkota mantan penari erotis."


Ella terisak karena malu sambil berusaha menutup rok.


"Lempar ke wajah duke Vilvred!" Perintah permaisuri.


Ratu berteriak ke permaisuri. "Ini adalah kuil, bagaimana bisa anda mengeluarkan perintah tidak bermoral?! Lagipula ini menyangkut reputasi keluarga kekaisaran! Bagaimana bisa anda tidak berpikir banyak?!"


Permaisuri menatap dingin ratu. "Apakah ratu saat ini sedang bicara masalah moral ke aku?"


"Siapa lagi?"

__ADS_1


Permaisuri tertawa mengejek lalu menatap tajam ratu. "Moral kekaisaran sudah runtuh semenjak kaisar menikah dengan mantan penari erotis dan membeli nama bangsawan untuk penari itu. Lagipula siapa yang kamu sebut keluarga kekaisaran?"


"Pangeran mahkota adalah anak kandung kaisar." Geram ratu.


"Apakah kaisar keturunan Helcia?" Tanya permaisuri dengan sorot mata dingin.


Ratu terdiam dan menggigit bibir dengan geram.


Permaisuri mengeluarkan perintah ke para dayang untuk menunjukkan bukti di depan para bangsawan secara langsung, tidak peduli nama baik kekaisaran rusak ataupun nama baik putri


"Anggap saja sebagai kompensasi karena menyentuh Edrik dan Daniela," kata permaisuri.


Di ruang pembuktian, semua orang tidak sabar menunggu hasil tes kedua. Tidak lama salah seorang dayang senior masuk ke ruang pembuktian sambil mengangkat tinggi pakaian dalam berwarna merah lalu terdapat cairan yang menetes.


"Rupanya ada yang merasa percaya diri akan lolos sehingga melakukan perbuatan tidak bermoral sebelum tes kesucian," ucap dayang.


Pendeta tinggi Rahul menutup kedua mata Daniela dengan kedua tangannya.


Daniela protes. "Hei!"


"Pemandangan yang tidak pantas untuk anda," kata pendeta tinggi Rahul.


"Anda harus ingat, duke Vilvred. Tidak ada yang boleh menyentuh duke Aelthred dalam kondisi apa pun, mengingat anda setuju menandatangani surat pemisahan keluarga, anda tidak berhak mengatur hidup duke Aelthred."


Perkataan dayang senior permaisuri telah menegaskan bahwa duke Aelthred adalah orang permaisuri.


Duke Vilvred tidak bisa membantah dan melempar pakaian dalam putri kesayangannya ke sembarang arah.


Para bangsawan yang melihat itu, sontak menggeleng ngeri, bahkan kaisar menatap marah pakaian dalamĀ  yang dilempar sembarangan duke Vilvred. "Jelaskan, apa maksudnya ini duke?"


Duke Vilvred berlutut. "Yang Mulia, sangat tidak adil jika putri saya disalahkan. Ella berusaha semaksimal mungkin untuk menunjukkan cintanya ke pangeran mahkota."


"Kamu sudah mengetahui hal ini?!" Bentak kaisar.


Duke Vilvred menutup mata dan berusaha menanggung penghinaan demi masa depan Ella sebagai ratu di kekaisaran. "Ya."


Kaisar berteriak marah. "Putri kamu berusia empat belas tahun dan sudah melakukan hubungan intim dengan pangeran mahkota?!"


Pendeta tinggi Rahul menggerutu dan bergumam pelan. "Tidak mungkin kaisar tidak mengetahuinya."

__ADS_1


Kaisar yang mendengar itu ingin melukai duke Vilvred tapi tidak bisa, mengingat duke Vilvred salah satu bangsawan tinggi di kekaisaran Helcia. Pangeran mahkota yang dinantikannya malah melakukan perbuatan bejat dengan anak di bawah umur.


Duke Vilvred kembali membantah. "Putri saya masih polos dan berusia empat belas tahun, sebagai pria seharusnya pangeran mahkota melindunginya dengan baik."


Pangeran mahkota tidak berani berkutik dan hanya bisa menundukkan kepalanya.


Daniela mendongak ke belakang dan tersenyum nakal ke pendeta tinggi Rahul. "****** ***** Ella bentuknya apa?"


Alih-alih mendengar perdebatan seru antara kaisar dan duke Vilvred, Daniela lebih penasaran ke hal lain.


Pendeta tinggi Rahul memutar bola matanya.


--------


Ke empat pendeta tinggi dan sepuluh pendeta muda dikumpulkan menjadi satu di luar kuil, disaksikan para warga yang berdiri di depan pagar dengan heran setelah berhasil didorong mundur pasukan pangeran pertama.


"Ada apa ini?"


"Kenapa kuil dijaga ksatria kekaisaran?"


"Ksatria kerajaan?"


"Mereka memakai jubah besi khas kekaisaran Helcia."


"Astaga."


"Apa yang dilakukan pihak kuil?"


"Jangan-jangan khotbah selama ini-"


"Ssstt! Jangan bicara seperti itu, dewa akan marah. Pendeta itu bisa bicara dengan dewa."


"Benar, kita sudah melihatnya secara langsung."


Wilayah Viscount Fei berhasil diambil alih pangeran pertama kekaisaran Helcia, Edrik Qeshaun.


"Pangeran pertama, para dokter menemukan tidak hanya penyakit campak untuk anak-anak kecil. Ada penyakit menular lainnya yang menimpa orang dewasa." Zuu mulai memberikan laporan yang dibuat salah satu anak Marquess Bill. "Marchioness dan anak-anaknya berusaha keras merawat mereka."


Edrik menatap dingin pendeta tinggi Rou yang sudah diikat Zuu. "Luar biasa memang pekerjaan pendeta tinggi Rou."

__ADS_1


Pendeta tinggi Rou tidak berani membantah dan hanya menunduk lesu.


__ADS_2