AKU REINKARNASI & TIDAK BOLEH TERLUKA

AKU REINKARNASI & TIDAK BOLEH TERLUKA
DELAPAN PULUH DELAPAN


__ADS_3

Agama dan juga politik tidak terlalu penting di mata rakyat, jika tidak ada keuntungan sama sekali. Namun, kekuatan rakyat tidak sebanding dengan kekuatan bangsawan.


Pendeta tinggi Rou baru beberapa hari menginjakkan kaki di kekaisaran, tidak bisa mendekati bangsawan karena penampilan perdananya yang dekil. Mereka selalu menjauh jika berusaha didekati pendeta tinggi Rou.


Pendeta tinggi Rou semakin marah sekaligus dendam pada orang-orang di wilayah itu, yang membuatnya jatuh seperti ini. Padahal rencana semula adalah datang dengan berpenampilan sederhana serta berwibawa, sehingga menarik perhatian bangsawan ketika dirinya bertemu dengan kaisar. Namun, ternyata semuanya gagal.


Padahal jika rencana yang sudah dirancang bertahun-tahun berhasil, maka dirinya bisa menjadi pendeta agung dan juga pendukung terbesar kaisar dan pada akhirnya Kaisar serta bangsawan lain akan bertekuk lutut di bawah kakinya yang terhormat.


"Pendeta tinggi Rou?"


Pendeta tinggi Rou yang sedari tadi marah, meredakan amarah dengan cepat lalu menoleh ke Ella. "Oh, bagaimana Yang Mulia?"


Ella tidak tahu kenapa dirinya takut pada pendeta tinggi Rou, mungkin karena kekuatan sucinya. "Apakah kita memang tidak perlu memanggil dokter?"


"Tidak, tidak perlu memanggil dokter. Mereka hanya akan memberikan pangeran kedua obat kimia yang akan menyakitkan tubuhnya."


Ella masih bersikeras pada pendapatnya. "Dokter hanya membuat obat dari herbal, mereka tidak mungkin menyakiti pasien."


"Lalu, apakah anda tahu takaran dan bahan dari obat itu sendiri?"


Pendapat Ella mulai ragu. "Itu-"


"Dokter memiliki banyak pasien, dia tidak akan sempat membuat bahan obat-obatan herbal, yang paling masuk akal, mereka membuat bahan kimia untuk mengawetkan beberapa bahan lalu obat pun dicampur dengan cairan kimia, bekerja sama dengan alkemis."


"Alkemis?" Tanya Ella yang tidak percaya. "Bukankah pekerjaan alkemis sudah punah, sepuluh tahun yang lalu?"


"Hanya pekerjaan, tapi orang-orangnya belum punah. Anda harus berhati-hati memasukan obat ke dalam tubuh Yang Mulia. Kita tidak tahu- siapa yang memiliki kemampuan alkemis." Pendeta tinggi Rou juga semakin kesal dengan rakyat di wilayah tempat dia tinggali sebelumnya, mulai membelot hanya karena penyakit. Padahal mereka sendiri yang teledor memasukan bahan kimia ke dalam tubuh, tapi dengan sesuka hatinya malah menyalahkan kuil yang tidak tahu apa pun! Sepertinya alam pun harus menyeleksi orang-orang bodoh.


"Kalau begitu, saya akan bicara ke Ayah."

__ADS_1


"Hm? Duke Vilvred?"


"Ya, Ayah saya paham tentang begini dan juga pernah terlibat dalam aturan memusnahkan alkemis."


"Apakah Duke-"


"Ayah yg membantu Kaisar untuk memusnahkan alkemis, mereka anggap pekerjaan itu berbahaya dan bisa merugikan kekaisaran, selain itu ada gosip bahwa para alkemis akan memberontak, setelah Pangeran Pertama pergi berperang."


Pendeta tinggi Rou tiba-tiba menyeringai, dia memiliki ide yang jauh lebih baik untuk menjilat kaisar.


-------


Kaisar memijat keningnya di ruang kerja. Duke Vilvred sebagai pendukung terbesarnya, berdiri di hadapannya. "Semua rakyat memang tidak tahu diri, mereka hanya ingin diberikan kesenangan, tapi sekarang ketika mereka jatuh- hanya bisa menyalahkan Kaisar."


"Rakyat hanya ingin hidup nyaman, Yang Mulia," jawab duke Vilvred.


"Yang Mulia, mohon jaga wibawa anda." Duke Vilvred menasehati kaisar. "Tembok pun bisa menjadi telinga."


"Lantas siapa yang merubah tembok menjadi telinga?" Kaisar bertanya balik ke duke Vilvred. "Aku sudah mengirim orang-orang untuk mengejar Pangeran pertama, menurut kamu- apakah pangeran bersembunyi dari penyakit ini?"


"Saya tidak bisa menjawabnya secara langsung, butuh bukti yang valid untuk bisa menuduhnya."


"Kapan? Mau sampai kapan kita akan berdiam diri seperti ini?"


"Yang Mulia, tolong tahan diri anda."


"Aku bersyukur kamu sebagai pendukung terbesar, tapi tidak aku sangka putri kamu malah menjatuhkan putraku! Bagaimana caranya aku menjatuhkan Pangeran pertama dan Permaisuri, jika putraku sakit keras dan tidak bisa menyelamatkan posisinya! Apakah aku harus mengambil anak haram dan mengusir Ratu?"


Duke Vilvred setuju dengan pendapat kaisar pada awalnya, namun dia berubah pikiran ketika memikirkan para bangsawan serakah mulai bertindak. Dikhawatirkan, mereka sudah menggenggam anak haram kaisar. Selama ini mereka hanya bertindak pasif untuk melihat pertarungan pangeran pertama dan kedua.

__ADS_1


"Anda tidak bisa melakukannya. Posisi anda saat ini goyah karena rakyat, otomatis dukungan bangsawan dan rakyat berpindah ke Permaisuri. Jika anda membawa anak haram lainnya- bukankah akan memicu kemarahan?" Duke Vilvred memberikan masukan yang masuk akal untuk mempertahankan kekuasaan kaisar dan juga dirinya sendiri. "Anda tidak perlu khawatir, bukankah selama ini anda mendukung Pendeta Tinggi Rou?"


"Aku mendukung dia, karena Pendeta Agung tidak bisa diajak kerja sama!" Kaisar menggebrak meja dengan raut wajah marah. "Bantu aku cari cara supaya tidak ada yang membangkang kepadaku lagi."


"Bagaimana jika kita menggunakan alkemis?" Tanya duke Vilvred. "Dokter tidak terlalu berguna untuk mengobati, alkemis bisa menjadi alternatif lain."


"Alkemis? Bukankah kita sudah menghabisi mereka semua?"


"Kita hanya menghabisi orang-orang yang bekerja sebagai alkemis."


"Apa? Bukankah-"


"Profesi itu dilarang muncul karena takut akan menggulingkan posisi anda sebagai kaisar, setelah mengirim Pangeran pertama. Mereka semua adalah pendukung terbesar Permaisuri, setelah pihak kuil.


"Jika kita memutar balikan fakta dengan menyebar luaskan gosip bahwa Permaisuri tidak puas karena tidak ada yang mendukungnya menyelamatkan Pangeran pertama, kira-kira apa yang ada di benak para alkemis?"


Kaisar menyeringai licik ketika mendengar ide menyegarkan dari duke Vilvred. "Kamu benar, kita bisa mengubah cerita dan berpura-pura mendukung mereka. Tapi bagaimana jika pihak kuil ikut campur dan Permaisuri-"


"Orang-orang kuil menutup akses masuk dari luar, yang berarti mereka tidak akan mendapatkan informasi apa pun. Pihak pendukung Permaisuri juga selama ini bertindak pasif, tidak turun tangan. Jika mereka aktif, tentu saja mereka akan melarang mati-matian Pangeran Pertama untuk berangkat perang-


"Selain itu, Penasehat kekaisaran juga tidak ada di tempat- saat ini, tidak ada yang mendukung Pangeran pertama atau pun Permaisuri. Kenapa kita tidak memanfaatkan situasinya dengan baik?"


"Apakah kamu bisa menghubungi alkemis yang bisa digunakan?" Tanya Kaisar dengan mata berbinar dan semangat tinggi. Tidak sabar menjalankan rencana.


"Anda harus bersabar, kebanyakan alkemis sudah diturunkan statusnya menjadi budak atau tidak punya status apa pun. Mereka pasti ingin menunjukan eksistensi di dunia dan tidak ingin hidup menderita lagi.


"Saya yakin sekali, saat ini para alkemis sedang marah besar karena tidak mendapat dukungan atau perlindungan apa pun dari pihak Permaisuri."


Kaisar tertawa lega. "Benar, kamu benar. Alkemis- pekerjaan yang membosankan sekaligus berbahaya, isu-nya mereka bisa mengubah benda apa pun menjadi hal yang diinginkan. Jika kita bekerja sama dengan mereka, apakah aku akan bisa mendapatkan kekayaan besar?"

__ADS_1


__ADS_2