AKU REINKARNASI & TIDAK BOLEH TERLUKA

AKU REINKARNASI & TIDAK BOLEH TERLUKA
LIMA PULUH ENAM


__ADS_3

Marquess Bill menakut-nakuti Viscount Fei. "Apakah anda tahu bahwa para ksatria yang menjaga saya, merupakan utusan kaisar?"


"Apa? Bukankah anda juga datang bersama ksatria yang menyamar?"


Marquess Bill menggelengkan kepala dan menunjukkan wajah sedih. "Tidak, mereka yang selamat adalah para dokter di wilayahku."


"Se- selamat? Apakah anda mendapat masalah di tengah perjalanan? Para bandit menyerang anda?" Tanya Viscount Fei dengan panik. "Saya tidak tahu tentang hal ini, kenapa anda tidak mengatakan dari awal sehingga saya bisa melakukan investigasi?"


Marquess Bill menghela napas ironi. "Saya tidak bisa melakukannya karena takut kaisar akan menghukum dan menuduh saya telah melakukan pembunuhan, tentu saja saya dan istri punya bukti untuk berkelit. Lalu bagaimana dengan anda?"


"Kenapa jadi saya yang disalahkan? Saya tidak tahu apa pun, saya hanya berusaha keras menjaga wilayah. Kenapa- kenapa kaisar harus menyalahkan saya?" Panik Viscount Fei.


Marquess Bill menatap rendah Viscount Fei. "Karena mereka mati di dekat wilayah anda dan terkena virus, jika kaisar tahu- anda juga tahu perintah apa yang akan dikeluarkan kaisar, bukan?"


Kedua tangan Viscount Fei gemetar, sudah tahu konsekuensi dari kaisar yang hanya berat sebelah dan mencari keuntungan diri sendiri. "Pe- penasehat kerajaan! Bantu saya untuk keluar dari masalah ini! Saya akan melakukan apa pun yang anda inginkan selama saya bisa membantu dan tidak menghancurkan posisi saya."


Salah satu alis Marquess Bill naik. "Apa pun?"


"Ya, apa pun selama bisa menyelamatkan wilayah dan saya mampu."


Marquess Bill pura-pura berpikir. "Hmm- rasanya sangat sulit untuk percaya."


"Ke- kenapa?"


"Saya tahu sifat anda, Viscount. Anda suka mengikuti arus selama hal itu menguntungkan bagi anda. Jika saya berada di posisi tidak menguntungkan- siapa tahu, anda akan berkhianat."


"Ber- berkhianat? Saya tidak mungkin melakukan hal kejam seperti itu."


Marquess Bill tertawa sinis. "Viscount, saya bangsawan yang sudah lama menjadi penasehat kerajaan, saya tahu situasi anda untuk mendapatkan kedudukan sekarang. Sebagai anak tiri yang hanya menggantikan tugas kakak tirinya yang pergi berperang untuk mendapatkan kejayaan keluarga sementara waktu, anda harus merawat anak-anaknya."


Viscount Fei gemetar ketakutan. "Ba- bagaimana anda bisa mengetahuinya? Tidak, ini adalah rahasia keluarga, apakah- apakah ada yang berkhianat? Zuu dan Zoe masih kecil waktu itu dan tidak tahu apa pun."


"Meskipun anda bisa menipu anak kecil dan bangsawan lain, anda tidak bisa menipu mata saya. Anda hanya bersedia merawat anak yang sakit dan melempar anak yang sehat untuk menggantikan posisi anak anda sebagai pewaris."


"To- tolong jangan beritahu hal ini kepada siapa pun, saya mohon!" Teriak Viscount Fei. "Saya akan melakukan apa pun!"


"Kalau begitu- bisakah anda membuat perjanjian dengan memakai tulisan saya?"


"Ba- baik." Viscount Fei bergegas bangkit dan duduk di kursi kerjanya lalu menulis sesuai arahan Marquess Bill.

__ADS_1


Marquess Bill senang rencana yang dirancang bersama Daniela berhasil.


Sementara di kuil ibu kota, pendeta Rahul memakai tudung berwarna cokelat tua bersama Daniela di belakangnya, pergi menemui Andi di penjara bawah tanah.


Andi yang diperiksa secara keseluruhan merasakan tubuhnya tidak berdaya, hanya mata yang bisa bergerak.


"Sakit?"


Andi tidak menjawab dan hanya berusaha mengatur napas.


Pendeta tinggi Rahul jongkok dan bicara. "Ayahmu datang."


Andi terkejut.


"Andi, kuil akan memaafkan semua perbuatan kamu dan bahkan pendeta agung akan bicara ke dewa untuk memberikan pengampunan."


Kedua mata Andi berbinar.


"Dengan satu syarat."


Bibir Andi bergerak dan terlihat mengatakan 'apa?'


Rahul sengaja tidak menyebut Ella sebagai tunangan kaisar.


"Kamu tidak bisa menolaknya."


Tatapan Andi berubah bingung.


"Hm? Apa kamu bertanya kenapa Rou tidak bisa datang?"


Andi mengangguk pelan.


Rahul menoleh ke belakang lalu Daniela menganggukkan kepala. Jawaban mereka tidak boleh salah, kalau bisa sedikit menjebak supaya Andi tidak curiga pada mereka.


Rahul menghela napas. "Apakah kamu tahu berita mengenai hilangnya pangeran pertama?"


Andi tidak tahu itu tapi jika keluar dari sini, dia akan mengetahuinya.


"Pangeran pertama hilang dan kaisar berupaya mencarinya, salah satu wilayah yang dicurigai adalah wilayah Viscount Fei."

__ADS_1


Andi terkejut.


"Karena itu, ayah kamu tidak bisa pergi ke ibu kota meskipun kaisar menurunkan perintah."


Andi menjadi bingung. Bagaimana bisa kaisar memberikan perintah ke ayah tapi ayah tidak bisa keluar?


Daniela hampir menepuk kening karena alasan tidak masuk akal pendeta tinggi Rahul.


Di dalam hati pendeta tinggi Rahul bersumpah tidak akan melakukan kebohongan seperti ini lagi, lagi pula dirinya bukan orang yang pintar mencari alasan dengan cepat.


Daniela segera bicara dan menyelamatkan pendeta tinggi Rahul. "Ada kesalahan komunikasi antara penasehat kerajaan dan kaisar, penasehat tidak tahu ada pendeta yang harus berangkat untuk cek kesucian, kalaupun bisa berangkat- tidak akan bisa datang tepat waktu.


"Jika hal itu terjadi maka kaisar bisa murka dan menuntut kuil di ibukota dan kuil di ibukota yang tidak tahu apa pun pasti akan menargetkan kuil ayah kamu.


"Jika kuil di pusat minta tanggung jawab dan menurunkan investigasi, akan ketahuan kamu membunuh kakak kandung dan pendeta agung akan murka."


Andi takut dengan pendeta agung, ayahnya selalu cerita kalau pendeta agung itu bisa berkomunikasi dengan dewa. Dia menggeleng ketakutan dengan gerakan pelan.


Daniela mengangguk singkat. "Karena itu kamu harus menggantikan posisi pendeta tinggi Rou sebagai pemimpin upacara sekaligus perwakilan dari pendeta tinggi Rou. Apakah kamu bisa melakukannya?"


Andi terdiam.


Daniela mencoba cara lain. "Jika kamu bersedia menyelamatkan kuil- pendeta agung akan bicara kepada dewa untuk menyelamatkan nyawa kamu sekaligus menjadikan kamu sebagai pengikutnya."


Kedua mata Andi berbinar.


"Jika kamu tidak percaya, kamu bisa buktikan sendiri saat upacara. Apakah kamu mau melakukannya?" Tanya Daniela.


Andi tersenyum lalu mengangguk antusias. Dia harus bisa dimaafkan oleh dewa.


Pendeta tinggi Rahul merasa kasihan pada Andi dan memberikan perintah ke dua pendeta muda yang sedang belajar pengobatan untuk membantunya pulih.


Setelah memberikan perintah, pendeta tinggi Rahul bertanya ke Daniela. "Dia tidak bisa diselamatkan, apakah anda yakin untuk memanfaatkannya? Bagaimana jika dewa menjadi marah karena perbuatan anda?"


Daniela yang berjalan mendahului pendeta tinggi, balik badan dan menatap lurus. "Jika ide saya buruk, pendeta agung tidak akan setuju namun pada kenyataannya dia setuju. Apa yang harus ditakutkan?"


"Jadi ini alasan anda ingin membiarkan dia hidup?"


"Pendeta tinggi Rahul. Di dunia ini saat manusia berada di posisi terjepit pasti diberikan dua pilihan. Bertobat atau tetap di jalannya. Jika dia ingin bertobat- kenapa tidak diberikan kesempatan saja?"

__ADS_1


__ADS_2