AKU REINKARNASI & TIDAK BOLEH TERLUKA

AKU REINKARNASI & TIDAK BOLEH TERLUKA
MASA LALU DANIELA II


__ADS_3

Daniela tentu saja sangat peduli dengan Ibu suri, namun tidak mungkin menjelaskannya di depan umum. "Anda bicara apa, pendeta tinggi? Bagaimana bisa anda bicara seperti itu kepada kami?"


Kaisar hanya duduk, menatap dingin pendeta tinggi itu.


Pendeta tinggi berteriak marah. "Ibu suri adalah pemilik tahta yang sebenarnya!"


"Pangeran pertama adalah anak kandung Ibu suri." Sahut Daniela sambil menguap bosan di balik kipasnya. "Kenapa jadinya Pendeta tinggi marah kepada anak kandung Ibu suri?"


Pendeta tinggi tidak tahu harus menjawab apa. Kaisar sekarang memang anak kandung Ibu suri, tapi kenapa malah melakukan kejahatan yang lebih kejam dari kaisar sebelumnya?


Daniela menghela napas panjang. "Sepertinya Pendeta kita sedang gugup karena bertemu dengan Kaisar untuk pertama kalinya, kalau begitu anda bisa istirahat di tempat yang sudah kami sediakan. Anda tidak perlu khawatir tentang masa depan lagi, karena Helcia sudah aman di tangan Kaisar."


Dua ksatria istana berdiri di belakang pendeta tinggi tersebut.


Daniela merasa bersalah karena bicara terlalu keras terhadap pendeta tinggi, mungkin jika acara selesai- dia akan meminta maaf pada pendeta tersebut.


Daniela melirik Kaisar yang hanya diam dan tidak berkomentar satu pun. Benar-benar pria dingin yang hanya bicara melalui pedangnya. Namun, perlahan hati Daniela luluh dan jatuh cinta kepada suaminya.


Kaisar yang tidak pernah bersikap kasar kepada dirinya, Daniela akan berusaha keras menjadi Permaisuri sekaligus pendamping hidup yang baik.


Daniela juga tidak akan mengganggu Kaisar untuk urusan sepele. Namun mimpi Daniela untuk bisa hidup bahagia selamanya, perlahan sirna.


Ella memeluk Kaisar di malam ulang tahun pernikahan ketiga, dengan disaksikan banyak bangsawan.


"Yang Mulia, saya tahu anda membenci saya. Tapi satu hal yang perlu anda ketahui, saya mencintai anda dan selalu menunggu anda."


Daniela menertawakan perkataan Ella yang tidak masuk akal dengan tiba-tiba.


"Saat pertukaran tunangan, saya melihat lady Ella selalu pergi ke kuil untuk mendoakan Pangeran Pertama."


Bohong! Ella pergi ke kuil karena menjalankan perintah Ayah, untuk menjalin hubungan baik dengan pihak kuil!


"Saya juga melihat Lady memakai gaun sederhana dan tanpa riasan, hanya untuk mendoakan Pangeran Pertama cepat kembali."


Yang terjadi sebenarnya adalah Ella marah dengan Pangeran Mahkota yang mulai jarang mengunjunginya.


Daniela ingin membantah perkataan para bangsawan yang mengagumi Ella, tapi bantahan itu tidak muncul karena...


Karena...


Daniela menatap kaisar yang memegang kedua tangan Ella, tanpa sadar air mata Daniela jatuh. Dia baru menyadari betapa bodoh dirinya karena tidak berani lepas dari duke Vilvred.


Permaisuri yang tidak mendapatkan dukungan kuat, akan mudah digulingkan. Daniela tidak ingin kehilangan orang yang dicintainya lagi.


"Yang Mulia Kaisar, tidakkah anda mau menerima saya? Tidak masalah menjadi selir, saya hanya ingin bersama dengan anda."

__ADS_1


Daniela merasakan kesedihan yang mendalam dan segera pergi meninggalkan aula pesta, merasa tidak tahan melihat itu semua.


Para pria selalu saja jatuh cinta pada Ella yang cantik dan lembut, tidak seperti dirinya yang jelek dan juga-


Daniela menghapus air mata. "Aku benar-benar dibuang?"


Berita mengenai Kaisar yang menerima Ella di aula pesta, tepat ulang tahun pernikahan ketiga, membuat reputasi Daniela menurun.


"Apa bagusnya Permaisuri sekarang? Lebih baik lady Ella yang mengurus istana."


"Lady Ella sangat ramah kepada siapa pun, aku tidak sabar dia masuk ke dalam istana."


"Aku juga mengagumi kecantikan yang halus."


Daniela yang berjalan sekaligus mendengar gosip para pelayan disekitar, menjentikkan jari hingga ember jatuh sendiri di lantai.


Para pelayan menjerit ketakutan dan mengira perbuatan hantu.


Daniela yang duduk di taman, kembali minum dengan tenang. Tidak lama, Kaisar akan membawa masuk Ella ke dalam istana dan posisi Daniela pasti akan digulingkan, sama dengan yang dilakukan pangeran kedua yang sudah meninggal.


Kedua dayang dan satu pelayan yang berdiri di belakang Daniela, melontarkan kemarahan.


"Bagaimana bisa, para bangsawan mengatakan hal konyol seperti itu? Permaisuri tetap di hati Kaisar, meskipun terkesan memiliki jarak."


"Benar, bagaimana bisa mereka mengatakan sesuatu yang jahat secara terang-terangan? Padahal Permaisuri tidak sebodoh mereka."


Apakah permaisuri bodoh? Diam saja melihat perilaku mereka.


"Aku ingin menghukum mereka yang berkata sembarangan. Permaisuri, ayo kita hukum mereka yang sudah melakukan pelecehan terhadap anda."


Tunjukkan otoritas kejam anda.


Daniela bisa mengartikan perkataan para dayang dan pelayannya. Ternyata di istana pun, tidak ada yang bisa berada di pihaknya.


Diamnya Daniela menimbulkan kecurigaan di berbagai pihak, hingga pada akhirnya, saat pertemuan makan malam, Daniela mendapat tuduhan karena meracuni piring Kaisar dan Ella.


Daniela yang tidak keracunan, dikurung ke dalam penjara bawah tanah dan gelarnya dilucuti oleh para menteri. Tidak ada yang menyelamatkan Permaisuri ataupun memberikan dukungan secara moral.


Yang ada, duke Vilvred mencari bukti pemberontakan di kamar sekaligus ruang kerja Daniela. Mereka menemukannya dan segera memberikan ke Kaisar yang baru saja bangun.


Kaisar yang linglung, masih tidak bisa mengambil keputusan dengan benar.


Duke Vilvred marah dan mengadu bahwa nyawa putri kesayangannya terancam.


Kaisar terpaksa menerima keputusan Duke.

__ADS_1


Daniela yang mendengar keputusan itu jadi kecewa. "Bahkan Kaisar juga mengkhianati aku?" Gumamnya dengan tidak percaya. "Semua pria yang aku cintai, selalu berakhir mengkhianati aku. Lalu, apakah dewa juga akan melakukan hal yang sama?"


Daniela pasrah dengan hukuman yang menanti.


Ketika hari kematiannya tiba, Daniela mendapat lemparan batu, telur serta sayuran yang busuk. Yang paling menyakitkan adalah melihat keluarga, Kaisar dan juga Ella berdiri di balkon, menyaksikan kematiannya.


Daniela tertawa sedih. "Apakah kalian semua sedang menunggu kematianku?"


Tidak ada yang menjawab.


Daniela yang berlatih pedang sendiri, bisa melihat pisau untuk memenggal kepalanya, tumpul. Itu berarti dia harus mengalami hukuman yang menyakitkan. "Kalian semua sudah merencanakan ini ya."


Algojo menendang lutut belakang Daniela hingga membungkuk ke depan. "Diam!"


Daniela yang tangannya terikat tali di belakang, menggunakan Mana untuk melepas tali tanpa ketahuan. Sebenarnya, dia bisa saja kabur, tapi dia mau kabur kemana? Kabur pun pasti akan ketahuan dan ditangkap lagi.


Daniela bukan anak pemberani yang bisa memutuskan sesuatu dengan mudah, dia hanya anak yang mengikuti alur kehidupan begitu saja.


Rakyat mulai bersorak semangat.


Darah Daniela jadi mendidih dan pada akhirnya melepas ikatan tangan, menjegal kaki algojo hingga terjatuh serta mencuri pedangnya.


Daniela berteriak marah. "KALIAN MENGHAKIMIKU SEMENTARA KALIAN SUDAH MELUPAKAN SIAPA AKU?!"


Sejak kecil Daniela memang terlihat tidak memiliki harga diri, tapi dia juga tidak ingin mati di tangan orang lain dengan cara menyakitkan. Pedang algojo yang sudah tajam berkat mana Daniela, memotong kepalanya.


Kaisar terkejut dan sontak turun dari balkon, meneriakkan nama Daniela untuk pertama kalinya sejak menjadi Kaisar.


Permaisuri yang dikenal sebagai penjahat yang pengecut, meninggal dengan cara bunuh diri.


Rakyat Helcia, tidak menyangka dengan perubahan yang tiba-tiba itu.


"Itu- kalian lihat tadi kan?"


"Benar, ada cahaya berwarna merah muda di pedang yang dipegang Permaisuri."


"Apakah Permaisuri memiliki mana?"


"Mu- mustahil! Mana hanya bisa dipakai, oleh bangsawan tingkat tinggi sekaligus mereka yang sudah melakukan sumpah suci pada dewa."


"Apakah Permaisuri sebenarnya masih suci?"


"Jadi, Permaisuri sebenarnya tidak jahat?"


Kaisar melihat tubuh dan kepala Daniela yang sudah terpisah. "Kenapa-"

__ADS_1


__ADS_2