AKU REINKARNASI & TIDAK BOLEH TERLUKA

AKU REINKARNASI & TIDAK BOLEH TERLUKA
EMPAT PULUH EMPAT


__ADS_3

Flashback Daniela, kehidupan pertama sebelum reinkarnasi.


"DANIELA!"


Daniela menunduk ketakutan sekaligus malu, karena tidak bisa menahan buang air.


"Oh, astaga kakak." Ella menatap prihatin Daniela. "Kenapa tidak bisa menahannya? Apakah kakak lebih suka dilihat ksatria lain untuk buang air?"


Duchess mengerutkan kening dan bertanya ke putrinya. "Maksud kamu apa, Ella? Bagaimana bisa menghina kakak kamu sendiri?"


"Ibu, aku tadi melihat kakak ke toilet bersama ksatria terus ksatria itu berdiri di depan pintu yang terbuka dan mau melihat kakak langsung. Bukankah itu memalukan?" Tanya Ella dengan nada polos. "Aku ke sini mau menyelamatkan kakak, ternyata kakak sangat mesum."


Daniela menangis karena malu dan merasa difitnah tapi tidak bisa membantah karena terlalu takut melawan ayahnya. "Aku... aku..."


Duke menghapus mulutnya dengan napkin lalu melemparnya secara kasar,  menjambak rambut Daniela dan menyeretnya.


"Ayah... ayah... sakit..."


"Siapa yang kamu bilang ayah? Kamu tidak pantas menjadi putriku. Putriku, darah daging aku hanyalah Ella, bukan kamu!"


Daniela menangis sambil berusaha memegang erat rambutnya supaya tidak kesakitan.


Duke Vilvred berhenti di depan tangga paling atas lalu mendorong tubuh Daniela hingga hampir terjatuh ke tangga.


Daniela sontak menjadi panik dan bicara dengan terbata-bata. "Ayah... tolong ayah... selamatkan aku..."


Duke Vilvred menatap dingin Daniela. "Apa yang bisa kamu harapkan dari anak tidak tahu diri? Dari awal kamu tidak perlu lahir sehingga tidak akan merepotkan aku!"


Daniela tercengang dengan perkataan ayahnya.


"Hanya karena ibu kamu keturunan Aelthred, lantas bisa bersikap sombong di depan istri dan anakku?"


"Apakah aku bukan anak ayah?" tanya Daniela tanpa berani menatap ke belakang.


"Sejak kamu lahir, aku tidak akan pernah menganggap kamu sebagai anak. Daniela. Darah keluarga terkutuk, tidak akan pernah bisa sama dengan darah murni kami."


Jadi, ayah tidak pernah menganggap aku sebagai anak?


"Dengan hukuman ini, harusnya kamu bisa paham bahwa hidup dan mati kamu ada di tangan aku, jangan pernah membantah apa pun terutama mengajukan tuntutan perpisahan."


"Pangeran mahkota tidak mencintaiku, ayah."


"Tentu saja pangeran mahkota tidak pernah mencintai kamu. Kamu berasal dari darah keluarga yang menjijikan dan juga tidak memiliki prestasi apa pun, jangan samakan posisi kamu dengan putri kesayanganku!"


Jadi, aku benar-benar tidak pernah dianggap sebagai putri ayah?

__ADS_1


"Kamu harus bertahan demi Ella."


Tidak ada yang mencintaiku lagi.


"Jangan pernah bermimpi untuk meraih hal yang bukan milik kamu!"


Daniela memejamkan kedua matanya, mendengar perkataan jahat sang ayah.


"Jangan pernah menganggap diri kamu istimewa, Daniela Vilvred."


Daniela menangis lalu mendadak putar badan menghadap sang ayah dan menarik rambutnya.


Duka Vilvred yang tidak siap, menyaksikan Daniela jatuh dari tangga.


Daniela melihat wajah terkejut ayahnya lalu hanya berdiri diam, tidak berusaha menolongnya.


Apa hanya aku yang mengharapkan cintanya?


"Kya!"


Jeritan dua pelayan di bawah tangga memekakkan telinga, menyaksikan Daniela jatuh dari tangga.


Untuk apa aku terlahir jika diperlakukan seperti sampah?


Untuk apa aku terlahir jika tidak ada yang mencintaiku?


Pernikahan.


Apakah orang-orang paham dengan arti pernikahan?


Sebagian orang-orang menganggap pernikahan adalah penyatuan dua keluarga dalam bidang politik atau bisnis, hal ini biasa ditemukan di pasangan kalangan bangsawan atau pedagang.


Sementara pernikahan karena cinta hanya bisa didapat di kalangan menengah ke bawah atau paksaan dari orang tua yang ingin anak-anaknya terhindar dari dosa.


Mereka yang memaksakan pernikahan, hanya memikirkan keuntungan diri sendiri tanpa memikirkan posisi anak di masa depan.


Posisi aman, anak akan aman nasibnya? Belum tentu. Kebanyakan pasangan pria lebih suka menelantarkan anak-anaknya daripada mengurus dengan baik.


Daniela adalah salah satu korban keegoisan keluarga Vilvred. Tidak ada orang dewasa yang membantunya, tidak ada orang dewasa yang mau melihatnya.


Hal itu dirasakan Daniela sejak kecil, hanya bisa menatap punggung ayah kandungnya yang bahagia dengan keluarga lain.


Daniela hanya bisa melihat dari jendela dan menjadi kambing hitam Ella serta adiknya, tapi entah kenapa di luar rumah justru orang-orang bergosip kalau Daniela lah yang bersikap jahat kepada mereka.


Seperti sekarang, Daniela yang satu minggu tidak sadarkan diri karena jatuh dari tangga, harus melihat pemandangan menyesakkan dari jendela kamarnya.

__ADS_1


Pangeran mahkota disuruh permaisuri untuk menjenguk Daniela tapi lebih memilih menemani Ella.


Bahkan tidak ada yang menjenguknya sama sekali selain dokter dan pengasuhnya.


Saat dia membuka mata, entah kenapa semua jadi terlihat jelas. Keluarga yang tidak mencintainya, kenapa harus dia kejar?


"Daniela, kenapa kamu duduk di sana? Apa kamu ingin bunuh diri lagi?"


Daniela yang biasanya menghormati pengasuh, mulai mengabaikannya.


Perkataan pertama saat pengasuh melihatnya buka mata hanyalah kemarahan karena membuat pengasuh menjadi malu karena Daniela bunuh diri.


Daniela keluar dari kamar dalam keadaan memakai pakaian tidur.


Pengasuh dengan cepat menangkap tangan Daniela. "Apa yang kamu lakukan? Kenapa memakai gaun tidur keluar? Apakah kamu ingin membuat aku marah?"


Daniela menatap tajam pengasuh. "Meskipun aku tidak pernah dianggap keluarga ini, aku tetap keturunan Aelthred dan Vilvred. Dua duchy, lantas kamu apa?"


"Apa?"


"Bagaimana bisa seorang pelayan menyentuh tangan seorang bangsawan? Apakah kamu ingin dihukum mati?"


"Apakah kamu sudah gila? Bagaimana bisa menghina aku yang sudah mengasuh kamu sejak kecil?!" Jerit pengasuh lalu berusaha meraih rambut Daniela.


Daniela menendangnya sekuat tenaga di perut pengasuh. "Jika aku sudah gila, lantas kamu apa? Monster?"


Pengasuh menyentuh perutnya yang ditendang dan menatap Daniela dengan ketakutan. "Kamu-"


Daniela mengarahkan mana berbentuk pedang ke arah pengasuh.


Pengasuh terkejut dan ketakutan ketika melihat mana tajam itu mengenai lehernya.


Daniela memang belajar tentang mana diam-diam melalui buku di perpustakaan tanpa sepengetahuan orang-orang, semenjak kejadian di atas tangga dan perkataan menyakitkan ayahnya- Daniela tidak bisa menahan sakit lebih lama lagi.


"Aku sarankan kamu tidak bicara banyak hal mengenai aku atau kamu bisa mati dengan sendirinya."


Daniela mengubah pedang mana menjadi kalung di sekitar pengasuh.


"Jika kamu bicara mengenai apa yang aku lakukan sekarang ke semua orang terutama ayahku, maka mana ini bisa meledakkan kepala kamu."


Pengasuh gemetar ketakutan hingga mengompol.


Daniela tertawa jahat. "Ah, aku ingat. Pertama kali membuka mata, kamu menegurku karena mengompol, tidak ada rasa kasihan karena aku terluka dengan alasan aku bunuh diri. Jangan-jangan di luar juga gosipnya sama? Aku bunuh diri dengan menjatuhkan diri di tangga?"


Pengasuh yang ketakutan bicara dengan terbata-bata. "Aku... aku... hanya diberitahu duke... tolong... tolong... jangan bunuh aku... bukankah... aku selalu ada di sisi kamu?"

__ADS_1


Daniela menaikkan salah satu alisnya. Beginikah sensasi yang dirasakan ayah dan Ella saat melihat aku ketakutan? Bahagia?


__ADS_2