AKU REINKARNASI & TIDAK BOLEH TERLUKA

AKU REINKARNASI & TIDAK BOLEH TERLUKA
DELAPAN PULUH TUJUH


__ADS_3

Dahulu kala, dewa Helcia memberikan berkah kepada manusia berupa mana dan aura.


Dewa Helcia berharap, manusia akan menggunakan mana dan aura tersebut untuk kebajikan. Namun, ternyata kekuatan yang diberikan dewa Helcia, disalah gunakan untuk kepentingan pribadi sehingga menimbulkan kehancuran dunia.


Dewa Helcia yang marah, mulai mengamuk dan menghancurkan dunia. Setelah puas meninggalkan sisa kehancuran dan juga banyaknya manusia yang terbunuh, muncul kesedihan di benak dewa.


'Apakah aku salah, telah memusnahkan manusia yang tidak bersalah? Tapi aku takut, mereka menghancurkan dunia lagi.'


Hingga pada akhirnya, Dewa Helcia mulai membuat manusia kembali, kali ini mereka terlahir biasa, tidak bisa menggunakan kekuatan dan membuat aturan yang sangat ketat.


"Para manusia yang bisa menggunakan aura atupun mana sejak lahir, harus mendapatkan izin penggunaan dari pihak kuil.


"Mereka yang telah melakukan pelanggaran, akan dianggap bersekutu dengan kegelapan dan akhir hidupnya akan mencapai kehancuran."


Itu adalah perintah dewa yang diteruskan oleh Pendeta Agung.


Yang berarti jika manusia tidak mendapatkan izin dari pihak dewa Helcia. Maka kekuatan di dalam tubuh akan hancur dengan sendirinya.


Lalu bagaimana Daniela bisa menggunakan mana, tanpa izin pihak kuil? Jika pihak kuil, memberikan berkat ataupun izin penggunaan, pasti akan menyebarkan berita.


Rakyat kekaisaran Helcia waktu itu menjadi ketakutan.


Ibu suri yang mendengar berita kematian Daniela, berteriak marah dan mengutuk semua orang, termasuk anak kandungnya sendiri di dalam istana ibu suri.


Pendeta Agung turun tangan dan mengambil tubuh Daniela yang sudah tidak bernyawa, menatap kecewa Kaisar. "Anda sudah menumpahkan banyak darah demi tahta, dan sekarang anda membunuh istri sendiri demi istri baru."


Ella Fleur yang berusaha keras mengejar Kaisar, berdiri di belakangnya.


"Apakah kalian tahu kesalahan yang paling tidak bisa dimaafkan dewa Helcia?" Tanya Pendeta Agung.


Kaisar tidak mampu menjawab.


Pendeta Agung berkata dengan nada rendah dan hanya bisa didengar Kaisar.

__ADS_1


Daniela membuka mata dan terbangun dengan sekujur tubuh penuh keringat. Teringat dengan mimpi yang merupakan masa lalunya yang buruk, tapi-


Daniela memegang lehernya dengan kedua tangannya yang gemetar. "Kenapa aku juga bermimpi setelah kematian?"


"Aku memberikan kamu bonus penglihatan, setelah kematian."


Daniela menjadi kesal sendiri, setelah mendengar ulah tidak bertanggung jawab dewa. "Jika ingin memberikan bonus, seharusnya jangan setengah-setengah! Aku tidak tahu apa yang dikatakan Pendeta Agung!"


Lagipula, berkat mimpi itu- Daniela teringat dengan salah satu pelayannya. Benar, salah satu anak didik Marchioness Green yang mengandung anak pangeran mahkota sekarang adalah pelayannya.


Wanita itu tidak bisa menjadi dayang istana, karena tidak memiliki latar belakang bangsawan.


Daniela sempat melupakannya, dan sekarang teringat kembali ketika melihat tatapan marah yang sama saat pelayan itu melihat dirinya ditangkap para ksatria kekaisaran di masa lalu.


Pelayan itu mungkin marah karena tidak siap mati mengikutinya, tapi jika dipikir ulang- pelayan itu memiliki keahlian di bidang herbal dan bisa saja-


Daniela dengan cepat menuruni tempat tidur dan pergi menemui Marchioness Green.


****


Teriakan kaisar menggema di dalam ruangan, masyarakat mulai marah terhadap dirinya karena tidak becus menangani penyakit.


Alih-alih mencari solusi yang lebih baik, Kaisar menyalahkan para bawahannya yang tidak bisa bekerja dengan benar.


"BUKANKAH AKU MENYURUH KALIAN MENYEMBUHKAN RAKYAT DAN MENEKAN ANGKA KEMATIAN? KENAPA KALIAN TIDAK BISA MENEKAN?!"


Kaisar semakin frustasi ketika mendengar laporan para bawahannya yang tidak berkembang sama sekali. "Aku sudah memberikan kalian semua kedudukan serta kemewahan yang layak, bagaimana bisa kalian tidak membalas semua yang aku inginkan?"


Para bangsawan tidak berani berkomentar sementara duke Vilvred menyuarakan pendapatnya. "Bukankah aneh, jika munculnya penyakit, bersamaan dengan hilangnya Pangeran Pertama?"


Kaisar yang tidak pernah berpikiran sampai ke sana, terkejut. "Apa yang mau kamu katakan, Duke?"


Duke Vilvred menaikan salah satu alis. "Saya hanya menduga, Yang Mulia. Seperti yang anda ketahui, posisi Pangeran kedua sangat beresiko karena Pangeran pertama hilang."

__ADS_1


Duke Vilvred menggiring opini untuk menyalahkan Pangeran pertama, sehingga Kaisar dibebaskan dari kritik pedas.


Kaisar yang langsung paham, tertawa bahagia. "Benar, Pangeran pertama harus bertanggung jawab dengan hal ini. Aku, Kaisar Helcia. Akan menghukum Pangeran pertama yang telah mengacaukan negara dan juga menyebabkan banyak korban berjatuhan."


Para bangsawan di fraksi Permaisuri dan pangeran pertama terlihat tidak setuju, namun mereka tidak bisa membantah ucapan Kaisar.


Duke Vilvred menghirup udara segar, merasakan kemenangan yang akan datang, anak kesayangan akan menjadi Permaisuri masa depan dan tidak akan pernah dihina lagi.


Di saat duke Vilvred sedang membantu Kaisar untuk keluar dari masalah, Ella berlutut di samping tempat tidur Pangeran kedua dan memegang kedua tangannya.


Ella berdoa supaya suaminya cepat sembuh dan membuka mata. "Dewa Helcia, tolong sembuhkan suamiku."


Ella tidak bisa pergi ke kuil karena ditutup, selain itu masyarakat kekaisaran yang tidak puas dengan kinerja Kaisar, berdiri di depan gerbang istana kekaisaran.


Pendeta tinggi Rou yang melihat itu, menatap muak Ella. Anda hanya takut kehilangan posisi sekarang, makanya berdoa supaya dia cepat sembuh.


Ella menoleh dan bertanya ke Pendeta tinggi Rou. "Pendeta, apakah anda tahu penyakit apa yang dialami suami saya? Saya tidak tega melihatnya terbaring seperti ini."


Pendeta tinggi Rou tersenyum sopan. "Yang Mulia Putri, saya tidak tahu mengenai penyakit. Tapi yang perlu anda ketahui adalah penyakit itu ciptaan manusia, mereka hanya menyembuhkan dengan cara yang tidak bisa diterima Dewa Helcia, dengan menyakiti orang lain.


"Pengobatan herbal, adalah salah satu cara yang terbaik untuk mengobati Pangeran kedua, tanpa harus melawan dewa."


Ella sedikit kecewa dengan ucapan pendeta tinggi Rou. "Lalu, apakah Pendeta bisa menyembuhkan suami saya?"


"Penyakit yang menimpa manusia, adalah cobaan dari Dewa. Jadi, anda harus bersabar."


"Bagaimana jika nanti dia akan mati?" Tanya Ella dengan tidak sabar, dia tidak mau menjadi janda di usia muda.


"Hidup dan mati adalah garis yang ditakdirkan oleh Dewa, mungkin jika anda bersungguh-sungguh untuk doa, dewa akan mendengarkan permintaan anda."


Ella menggeleng pelan. "Aku sudah melaksanakan berbagai macam doa untuk kesembuhan suami, dia masih tidak membuka mata."


"Doa tidak bisa dilakukan secara instan, butuh proses. Tolong jangan menyerah dan putus asa.'

__ADS_1


Ella kembali berdoa untuk kesembuhan pangeran kedua, dia tidak ingin menjadi janda sekaligus didepak dari istana kekaisaran. "Yang Mulia Pangeran Kedua, saya mohon bangunlah. Masih banyak hal yang ingin anda lakukan, terutama menjadi Kaisar Helcia. Anda tidak boleh menyerah."


Pendeta tinggi Rou tersenyum licik lalu kembali melihat pemandangan di luar jendela kamar. Hari ini sepertinya penjaga gerbang istana kekaisaran menjadi lebih sibuk.


__ADS_2