
"Apa itu?"
"Aku mendengar suara petir."
"Lihat! Atap kuil jadi berlubang."
"Apakah ini kehendak dewa Helcia?"
"Bagaimana hasilnya? Nampan suci pasti sudah tercampur dengan air hujan."
Ratu memeluk tubuhnya sendiri dengan ketakutan.
Kaisar tanpa sadar memegang tangan permaisuri.
Permaisuri sengaja tidak menarik tangannya untuk tidak menimbulkan pertanyaan publik.
"DIA TIDAK SUCI!"
Semua orang di dalam ruangan yang masih syok karena tiba-tiba muncul petir, terkejut dengan teriakan pendeta muda tersebut kecuali Daniela, pendeta tinggi Rohan dan Rahul.
Andi berteriak dengan lantang dan melaporkannya ke ratu. "Yang Mulia! Dia tidak suci! Anda harus menghukum si pelacur!"
Duke Vilvred berlari mendekati Andi lalu hendak memukulnya.
Pendeta tinggi Rohan berhasil menahan tangan duke Vilvred dengan satu tangan. "Duke, jaga wibawa anda."
"Bagaimana aku bisa menjaga wibawa sementara ada orang yang menghina putriku!" Teriak duke Vilvred.
Ella yang terkejut, jatuh terjengkang ke belakang dan menangis ketakutan. "Aku- aku-"
Pangeran mahkota yang berdiri tidak jauh dari Ella, berlari menghampiri dan memastikan kondisinya. "Kamu baik-baik saja? Tidak ada masalah?"
Ella ketakutan lalu masuk ke dalam pelukan pangeran mahkota. "Tolong, selamatkan aku."
Andi mengangkat kedua tangan, balik badan dan berhadapan dengan patung dewa Helcia lalu meratap dengan sedih. "Masih ada wanita belum menikah yang melakukan dosa, hukum mereka semua."
"Kamu siapa sampai bisa menyuruh dewa menghukum putriku?!" Teriak duke Vilvred.
Daniela menatap dingin duke Vilvred sementara para bangsawan lain di dalam ruangan sontak menjadi bingung.
"Nona Ella Fleur tidak suci?"
__ADS_1
"Bukankah sebelum menikah dengan anggota keluarga kerajaan, dia harus suci?"
Andi menunjuk nampan suci dan marah kepada duke Vilvred. "Anda bisa lihat sendiri, airnya tidak bening seperti semula. Semakin bening, dia tidak akan pernah menyentuh lawan jenis, semakin berwarna keruh menandakan dia pernah berhubungan dengan pria dan sekarang warnanya hitam pekat yang menandakan dia-"
Ella menjerit ketakutan. "TIDAK! AKU HANYA MELAKUKANNYA DENGAN PANGERAN MAHKOTA! BUKAN DENGAN PRIA LAIN!"
Ella tidak mau dituduh melakukan kegiatan terlarang dengan banyak pria, dia minta tolong ke pangeran mahkota. "Pangeran mahkota, benar kan? Kita melakukannya berdasarkan cin-"
"DIAM!" Ratu menjerit marah dengan kebodohan Ella. "Bagaimana bisa kamu bicara selancang itu?!"
Daniela bertanya pada dewa di dalam pikirannya. Apakah yang Andi bicarakan benar?
"Tentu saja benar, metode ini lebih bagus daripada harus berdiri di sebuah batu dan melihat apakah batu itu retak atau memeriksa sendiri dengan tangan. Dua metode ini sangat kuno.
"Aku bicara ke pendeta agung untuk membuat metode baru yang tidak memalukan bagi wanita dan akurat."
Bagaimana bisa disebut akurat?
"Apakah kamu tahu penyakit hiv saat di kehidupan kedua?"
Daniela terkejut dan tidak lama mendengar suara tawa dewa.
"Jangan meremehkan pengetahuanku, hiv ditularkan melalui hubungan intim dan air liur, sama dengan perubahan darah di nampan, hanya saja konsepnya agak berbeda seperti yang mereka yakini. Aku akan berusaha memperbaikinya di masa depan."
Semua orang di dalam ruangan mengalihkan perhatiannya ke Daniela.
Semakin banyak dewa memberikan informasi, semakin besar suara tawanya lalu menatap dingin pasangan peselingkuh itu.
"Daniela, apakah kamu sudah gila?!" Bentak pangeran mahkota ke Daniela. "Adik kamu dituduh tidak bersalah dan kamu malah menertawakannya, ternyata memang benar gosip yang beredar. Kamu sangat jahat!"
Daniela menatap Andi. "Apakah airnya juga memiliki bau yang menyengat."
Andi mengangguk dengan mata berbinar. "Apakah anda sudah paham?"
Daniela tertawa geli, dewa Helcia sudah memberikan cheat kepada dirinya sebagai permintaan maaf.
"Hm? Aku meminta maaf? Hah? Tunggu! Aku tidak bermaksud seperti itu, aku hanya ingin menunjukkan-"
"Berisik!" Bentak Daniela lalu menyadari kesalahannya dan berdehem. "Ah, maaf. Entah kenapa saya merasa senang melihat hubungan romantis adik tiri dan pangeran mahkota."
Ella menatap sendu Daniela. "Kakak, aku tidak melakukan kesalahan."
__ADS_1
"Berarti, pangeran mahkota sudah melakukan hubungan intim lama sebelum berpisah dengan saya. Padahal belum mencapai satu bulan kita berpisah." Ejek Daniela. "Semakin berbau dan berwarna pekat, semakin dekat kalian melakukannya- apakah- Ella melakukannya sebelum upacara kesucian?"
PLAK!
"Berhenti bicara omong kosong!" Desis duke Vilvred. "Siapa yang mengajarkan kamu seperti ini? Apakah keturunan Aelthred yang kotor?"
Para bangsawan di dalam ruangan terkejut dengan tindakan duke Vilvred yang sudah berlari cepat ke putri sulung hanya untuk menamparnya.
"Duke, dilihat dari sejarah. Meskipun keluarga Aelthred hancur, mereka memiliki sejarah hebat dengan kekaisaran lalu apa yang dilakukan Vilvred untuk mendapatkan gelar duke? Menjilat kaisar." Tegur permaisuri dengan suara keras supaya bisa didengar semua orang. "Apakah duke Vilvred tidak pernah membuka buku sejarah keluarga bangsawan?"
Tangan Daniela yang menyentuh bekas tamparan duke Vilvred, tertawa seperti orang gila bagi sebagian orang yang melihatnya secara langsung.
Tokoh antagonis yang selalu menyiksa adik tirinya hanya karena iri lebih dicintai oleh sang ayah, duke Vilvred.
"Tentu saja tidak pernah, permaisuri. Duke Vilvred semasa muda selalu mengurus cinta sejatinya seperti cerita yang disebarkan. Cinta sejati yang terpisahkan hanya karena pernikahan politik." Sindir Daniela dengan tawa mengejek.
"KURANG AJAR! TANGKAP PENYIHIR ITU DAN JUGA YANG MEMIMPIN UPACARA! PIHAK KUIL TELAH SEKONGKOL MENGHINA LADY VILVRED DAN AKU!"
Para bangsawan di dalam ruangan menggelengkan kepala, sepertinya pangeran mahkota telah melupakan perkataan Ella Fleur tadi.
Permaisuri berdiri dari singgasan dan menatap dingin pangeran mahkota. "Apakah pangeran mahkota kebanggaan kaisar dan ratu tidak mendapatkan pendidikan yang layak sehingga bisa mengeluarkan kalimat omong kosong seperti itu?"
Ratu dan kaisar tidak bisa membantah, jika mereka membantah- orang-orang akan berpikir mereka membenarkan kesalahan pangeran mahkota.
Daniela bicara ke permaisuri. "Yang Mulia, pinjamkan dayang ratu dan permaisuri lalu jika anda berkenan- anda bisa periksa langsung nona Fleur."
Duke Vilvred hendak mengangkat tangannya lagi, pendeta tinggi Rahul kali ini berhasil menahan tangan duke Vilvred.
"Duke, tempat ini adalah kuil suci. Jangan melakukan kebodohan konyol." Tegur pendeta tinggi Rahul.
Duke Vilvred marah dan mengecam pendeta tinggi Rahul. "Aku hanya ingin mengajarkan Daniela untuk tidak mengucapkan omong kosong dengan menganiaya adik kandungnya sendiri. Beraninya kamu menghalangi aku, seorang duke?"
Kedua mata pendeta tinggi Rahul menyipit. "Duke Aelthred sudah berpisah dari anda, anda sendiri tidak mengakuinya sebagai anak lagi, selain itu anda berada di kuil, kedudukan anda tidak berguna di mata kami, para pendeta."
Permaisuri merenung lalu setuju. "Memang lebih baik aku memeriksanya bersama ibu dari pangeran mahkota, apakah kamu ingin kami memeriksa kebenaran hasil tes?"
Andi menatap bingung sekeliling ruangan. Bukan seperti ini seharusnya, kenapa mereka semua menentang kehendak dewa?
Pendeta tinggi Rohan menjelaskan ke Andi. "Biarkan mereka periksa secara langsung, toh semuanya akan terbukti nanti dan mereka akan semakin percaya dengan kepercayaan Helcia."
Andi tersenyum licik.
__ADS_1
Daniela bisa melihat perilaku Andi yang sedikit dipengaruhi pendeta tinggi Rohan lalu bicara ke permaisuri sambil melihat pangeran mahkota dan Ella. "Saya yakin sekali, masih ada ****** di dalam pakaian Ella."
Para bangsawan di dalam ruangan sontak menjadi ricuh. Anak berusia empat belas tahun berani melakukan hubungan intim? Terutama pangeran mahkota adalah mantan tunangan Daniela, kakak tiri Ella Fleur.