AKU REINKARNASI & TIDAK BOLEH TERLUKA

AKU REINKARNASI & TIDAK BOLEH TERLUKA
DUA PULUH SEMBILAN


__ADS_3

Isak tertawa mengejek. "Kakakku melakukannya atas keinginan sendiri, bukan paksaan. Kenapa aku yang disalahkan? Bukannya kamu yang lebih tidak tahu diri karena sudah menginjak cinta duke Vilvred dan kasih sayang Ella. Keluarga kamu dan kamu, memang pantas menghilang."


Daniela mengambil pedang di pinggang Edrik dan mengarahkannya ke leher Isak.


Isak menggigil ketakutan.


"PANGERAN MAHKOTA!"


"SELAMATKAN PANGERAN MAHKOTA!"


"TANGKAP WANITA ITU!"


Teriak ksatria penjaga Isak bersamaan.


Edrik melipat kedua tangan di belakang, tidak mau ikut campur. Amarah Daniela tidak bisa dihentikan siapa pun, bahkan pangeran pertama seperti dirinya.


Daniela menatap tajam Isak dengan amarah meluap. "Jika memang duke Vilvred sedari awal tidak membutuhkan Aelthred, harusnya tidak perlu menikah dengan ibuku. Sama dengan kamu, yang tidak bisa melawan titah permaisuri untuk bertunangan denganku. Posisi anda dan Ella hampir mirip menyedihkan dan menjijikan, sama-sama anak haram!"


"KAMU!" teriak Isak yang tidak bisa bergerak melawan Daniela karena takut dengan pedang wanita itu.


"Kya!"


"Lady Daniela sudah menjadi gila!"


"Ada yang mengarahkan pedang ke leher pangeran mahkota!"


"Ksatria, di mana mereka? Kenapa tidak menyelamatkan pangeran mahkota?"


Teriak para pengunjung kuil setelah keluar dari ruang doa. Rupanya mereka berhenti di jalan tepat berseberangan dengan ruang doa, dipisahkan taman kecil dan kolam ikan supaya semakin teduh.


Isak tertawa. "Sebentar lagi kamu akan ditangkap karena berusaha membunuh pangeran mahkota, aku pastikan kamu dan leluhur busuk tidak akan mendapatkan tempat di kekaisaran ini, seumur hidup mereka di cap sebagai penghianat kekaisaran."


Daniela tidak takut dengan ancaman Isak. "Pangeran mahkota, anda pikir- saya takut dengan ancaman anda? Setelah melakukan tamparan di pipi. Semua saksi bisa melihat, bagaimana seorang wanita lemah berusaha melawan seorang pria yang tiba-tiba menyerangnya."


Edrik menghela napas lega. Jika Daniela takut dengan ancaman Isak, dirinya terpaksa membuka topeng demi menyelamatkan anak perempuan tengil ini.

__ADS_1


Daniela mengembalikan pedang ke Edrik. "Anda bisa melukai saya, kenapa saya tidak bisa?"


"Hah! Apakah pemikiran kamu seperti rakyat? Tidak tahu aturan dan sopan santun?" Ejek Isak.


"Menampar wanita dan menghinanya di depan umum, apakah bagian dari aturan dan sopan santun?" Balas Daniela.


Isak tidak bisa membalas perkataan Daniela dan menunjuknya dengan suara lantang. "TANGKAP DIA! DIA INGIN MEMBUNUHKU!"


Edrik menyingkir dan berpikir keras untuk menyelamatkan Daniela, tidak bisa kabur begitu saja. Tempat ini adalah kuil suci.


"Semua orang di kekaisaran sudah tahu bahwa kamu hanyalah anak parasit yang berusaha menghancurkan keluarga sendiri. Ella yang cantik dan lemah, duchess yang hanya duduk di kursi roda sementara kamu yang sehat dan kuat, siapa yang akan dipercaya?"


Daniela hanya diam menatap kebodohan pangeran mahkota Isak, penasaran kenapa dirinya bisa jatuh cinta pada pria seperti ini.


Para pengunjung kuil berkerumun di seberang, penasaran dengan perseteruan antara pangeran mahkota dan lady Daniela.


Tidak lama pendeta agung yang memakai topeng rubah datang, dan menghentikan perilaku pangeran mahkota.


"Pangeran mahkota, terima kasih sudah berkunjung di kuil. Karena anda sudah baik terhadap kami, kamu juga akan baik kepada keluarga kaisar dengan mengingatkan bahwa kuil adalah pihak netral."


"Apakah pangeran pertama sudah ada kabar?" tanya pendeta agung ke pangeran mahkota Isak.


Isak menggeleng pelan dan berkata dengan nada sedih. "Kakak sudah berjuang banyak untuk kekaisaran, aku harap tubuhnya ditemukan sesegera mungkin."


"Pangeran mahkota, apakah anda sedang mendoakan pangeran pertama cepat mati?" tanya Daniela dengan polos.


Pangeran pertama berusaha menahan kedua tangannya supaya tidak memukul kepala perempuan mungil itu.


"Kamu bicara apa, Daniela? Kakakku belum ada kabar."


"Tadi anda berharap tubuh pangeran pertama segera ditemukan, berarti anda yakin bahwa pangeran pertama sudah tidak ada di dunia ini?"


Kerumunan di seberang yang bisa mendengar perkataan Daniela, setuju.


Isak menyadari kesalahannya dan mendesis. "Tidak ada yang salah dari perkataan aku, aku hanya berharap kakak cepat ditemukan!"

__ADS_1


Edrik baru pertama kali melihat perilaku adik yang disayanginya, entah kenapa dia merasakan kekecewaan besar.


Edrik mengingat masa lalu, bagaimana adiknya bersikap ceria dan berusaha berteman baik dengan dirinya. Ternyata-


Pendeta agung maju selangkah, menghalangi pandangan pangeran mahkota dengan Daniela. "Anda paham, tempat ini adalah kuil suci. Jadi tolong jangan bertindak di luar batas, atau pihak kuil akan mengirimkan surat peringatan ke kaisar."


Pangeran mahkota tertawa. "Jika ayahku tahu, kenapa? Ayah tidak pernah menghukum aku, beda dengan kakak."


Daniela melirik sekilas Edrik yang memakai topeng, lalu berkomentar. "Ternyata memang seperti di gosip ya, kaisar jauh lebih menyukai pangeran mahkota daripada pangeran pertama."


"Hah! Harusnya kamu tahu itu sejak awal sebelum provokasi aku dan Ella!"


Pendeta agung menengahi mereka berdua. "Saya tidak ingin ada pertengkaran di sini, jika kalian ingin menyelesaikannya, lebih baik pergi keluar kuil."


Isak mendengus keras, meremehkan pendeta agung. "Mengusir anggota kaisar sama saja dengan penghinaan, ternyata anda memang tidak punya sopan santun seperti lady bodoh itu."


Daniela menatap kesal Isak. Rasanya ingin membalas semua perlakuan pria bodoh itu tapi ada pendeta agung di sini, dia masih tidak mau diusir, makanan kuil jauh lebih enak daripada harus kelaparan karena tidak bisa menahan emosi.


Pendeta agung menegur Daniela. "Lady, minta maaf ke pangeran mahkota. Pangeran mahkota juga lakukan hal yang sama."


Isak menunjuk dirinya sendiri. "Bagaimana bisa aku minta maaf kepada wanita jahat yang berusaha menghancurkan saudaranya sendiri?"


Daniela masih tidak paham jalan pikiran Isak. "Pangeran mahkota, apa yang saya lakukan sampai anda marah seperti ini? Saya sama sekali tidak ada pergi ke rumah Vilvred."


"Jangan bohong! Kamu mencuri perhiasan Ella dan leluhur Vilvred tapi kamu malah mengakui semuanya milik Aelthred! Kamu memang wanita serakah!" Bentak Isak.


Daniela menghela napas dan memijat keningnya. "Sepertinya Ella mengatakan omong kosong lagi, terserah anda percaya atau tidak. Saya hanya mengambil perhiasan dan harta milik Aelthred, semuanya sudah diberi inisial, tidak mungkin salah. Jika anda tidak percaya, bisa periksa sendiri, kebetulan semua perhiasan itu sudah saya jual untuk memperbaiki rumah yang ditelantarkan duchy Vilvred."


"DANIELA! KAMU MEMANG WANITA SERAKAH!"


"Semua perhiasan dan kompensasi yang saya dapatkan adalah milik saya, terserah saya perlakukan bagaimana." Daniela mengangkat kedua bahunya dengan santai.


"Pangeran mahkota, jika anda tidak memiliki kepentingan lain, silahkan keluar dari kuil." Pendeta tinggi Rahul menunjuk pintu keluar.


"Jika aku menjadi kaisar, akan aku hancurkan kuil tidak berguna ini!" Sumpah pangeran mahkota.

__ADS_1


"Pangeran mahkota, saya anggap tidak pernah mendengar perkataan anda. Masalah lady Daniela mengarahkan pedang ke anda, saya anggap lunas karena anda menampar pipi seorang perempuan secara tiba-tiba." Pendeta agung memberikan peringatan ke Isak. "Jangan bermain di kuil."


__ADS_2