AKU REINKARNASI & TIDAK BOLEH TERLUKA

AKU REINKARNASI & TIDAK BOLEH TERLUKA
DELAPAN PULUH ENAM


__ADS_3

Kedua murid pria yang berkhianat akhirnya mengaku pada marchioness.


"Marchioness, kami bersalah. Kami memang menjalin hubungan pertemanan dengan Pangeran Mahkota."


Edrik yang diundang Daniela masuk ke dalam tenda sambil memakai baju besi ksatria, berhenti dan menatap tiga orang yang duduk di lantai.


"Awalnya kami berteman dengan Pangeran Mahkota untuk membantu anda dan Marquess, saya tidak tahan lagi melihat penderitaan anda."


"Benar, terutama anak-anak anda yang terlihat tidak berguna. Mereka berdua bahkan berani melawan anggota keluarga kekaisaran."


Marchioness melihat putra bungsunya yang duduk di pojok tenda tanpa bersuara sedikit pun, tidak menyangka kedua anaknya berani melawan pangeran kedua.


"Ratu dan Pangeran Mahkota juga bilang bahwa penyebab kejatuhan Marquess sampai sekarang karena perjanjian masa lalu dengan Kaisar sebelumnya untuk melindungi Permaisuri dan Pangeran Pertama. Namun, semenjak Kaisar sebelumnya meninggal- Permaisuri banyak memanfaatkan Marquess."


Marchioness Green memijat keningnya setelah mendengar penjelasan tidak masuk akal mereka.


Marquess Bill yang berdiri di depan tenda dan mendengar percakapan mereka, menjadi sakit hati. Dia tidak bisa melindungi anak dan istri, namun para bawahan berinisiatif melindungi keluarganya.


Marquess Bill menghela napas panjang dan masih menaruh kepercayaan terhadap istri dan kedua anaknya yang mampu berdiri sendiri.


Marchioness Green syok dan duduk. "Apakah kalian tahu apa yang aku lakukan selama ini demi kalian?"


Para murid bisa mendengar kekecewaan di nada suara marchioness Green.


"Aku bahkan tidak berani mengambil nama belakang suamiku dan memakai nama keluarga gadis sendiri, membayar pajak atas nama bangsawan yang tidak memiliki wilayah atau prestise di mata bangsawan lain, demi bisa melindungi kalian semua. Lantas kalian membalasnya seperti ini?"


Keluarga kandung marchioness memiliki nama sendiri, namun marchioness mengajukan nama sendiri untuk bangsawan dan membayar pajak yang cukup tinggi untuk mempertahankan nama itu demi para murid dan kedua anaknya jika marquess Bill dihancurkan kaisar.


Meskipun di masa depan dianggap tidak ada wilayah, namun marquess Bill sudah memberikan sebidang tanah dan juga rumah untuk istri dan kedua anaknya.


Murid wanita yang berkhianat merasakan sakit di dalam perutnya.


Salah satu murid yang duduk di kursi hendak lari menolong wanita itu.


"SIAPA PUN YANG MENOLONG DIA, BUKAN MURIDKU LAGI!" teriak marchioness Green.


Murid yang hendak menolong, berhenti di tempat dan menatap takutĀ  pangeran mahkota yang memakai baju besi.


Wanita itu tertawa gila. "Apakah kalian tidak takut? Aku mengandung anak putra mahkota, dan juga di masa depan- kalian tidak akan bisa menghina aku lagi. Anak ini akan menjadi calon Kaisar di masa depan."

__ADS_1


Daniela tertawa sinis. "Kamu belum tahu berita dengan jelas, bukan? Pangeran Kedua sudah bukan lagi Pangeran Mahkota."


"A- apa?!" Wanita itu terkejut dan berubah panik.


Daniela menghela napas. "Melihat darah yang keluar dan baunya sangat busuk, sepertinya kamu juga terkena penyakit gonore Pangeran Kedua."


Wanita itu menggeleng tidak percaya. "Ti- tidak! Aku sehat, aku mengandung calon Kaisar masa depan."


"Pangeran Kedua sudah menikah, apakah kamu tidak mendengar beritanya?" Tanya Daniela.


Wanita itu tertawa mengejek. "Hahahaha! Kamu hanya iri karena sudah dicampakkan Pangeran Mahkota!"


Marchioness Green terkejut. "Tu-"


"Pangeran Mahkota selalu mengeluh karena kamu tidak bisa menjadi tunangan yang baik!" Jerit wanita itu dengan histeris.


Para murid marchioness Green juga terkejut dengan perkataan teman yang tumbuh bersama dengan mereka.


"Pangeran mahkota juga mengatakan kamu adalah bangsawan yang tidak berguna dan sudah dibuang oleh duke Vilvred, masih jauh lebih baik aku yang melayani Pangeran Mahkota." Wanita itu menunjuk dirinya dengan perasaan bangga.


Daniela tidak tersinggung dan bertanya dengan nada dingin. "Apa hanya itu yang bisa kamu lakukan demi mendapatkan kekuasaan? Apa bedanya dengan pelacur yang memberikan tubuhnya untuk mendapat uang dan kekuasaan?"


Wanita itu memeluk perutnya dan menatap marah Daniela, jika dia bisa berdiri, tentu saja akan menyerang dan mencakar wajah sombong wanita itu.


Wanita itu berteriak marah.


Edrik mengeluarkan pedang.


Daniela mengangkat tangan. "Jangan bunuh dia! Aku yakin mereka bertiga juga sudah tertular penyakit gonore. Kurung dan perketat penjagaan mereka bertiga, jangan sampai bunuh diri juga. Tubuh mereka cocok untuk penelitian obat gonore."


Edrik menyarungkan kembali pedangnya.


Daniela menatap lurus Edrik. "Saat ini ibukota sedang tersebar wabah, Pangeran Kedua juga kena."


"Bagaimana kamu tahu?" Tanya Edrik ke Daniela dengan nada curiga.


Daniela menghela napas panjang. "Tidak penting tahu dari mana."


Edrik memegang erat pedang.

__ADS_1


Daniela menatap lurus Edrik. "Semua terserah pada keputusan anda, wanita ini hamil anak Pangeran Kedua."


Edrik tidak bisa mengambil keputusan cepat. "Berikan aku waktu."


Daniela tahu bahwa Edrik sangat menyayangi adiknya, namun dia tidak tahu di masa depan pangeran kedua akan meninggal tanpa diketahui pangeran pertama, namun semua orang di kekaisaran menuduhnya sengaja menyebar wabah dan membunuh pangeran kedua yang masih menduduki pangeran mahkota.


Sekarang situasinya berbeda, pangeran kedua bukan pangeran mahkota lagi dan tidak akan ada menyalahkan pangeran pertama yang hilang tanpa kabar.


Masalahnya, Daniela dari awal diberitahu dewa untuk tidak boleh mencegah adanya wabah oleh dewa kehidupan karena orang-orang yang mati harus tetap mati.


Bagaimana dengan pangeran kedua? Bagaimana jika dia tidak mati?


"Akan ada yang menggantikan kematiannya."


Apakah anda bisa memberitahu saya, siapa yang akan mati menggantikan keluarga kekaisaran?


"Aku tidak bisa mengatakannya."


Kenapa?


"Jika aku mengatakannya, bukan rahasia alam lagi. Kamu bisa menyelamatkan beberapa orang tapi harus mengorbankan penggantinya."


Daniela menatap ketiga murid marchioness yang berkhianat. Di masa lalu, salah satu dari mereka akan menjadi dokter Kaisar yang menjadi mata-mata untuk Marquess, saat ketahuan- dia dibunuh di depan umum.


Namun sekarang, kenapa malah berubah?


Daniela sekali lagi menatap pria kurus, berkaca mata dan berambut cokelat dengan bintik di pipinya. Di masa lalu dia mati di tangan kaisar karena pengkhianatan, namun di masa sekarang dia akan mati di tangan Edrik dengan tuduhan pengkhianat juga.


Sementara dua lainnya, Daniela tidak tahu kabar mereka tapi yang pasti tidak ada kabar jelek di sekitar marchioness Green.


Aneh.


"Ada apa Daniela? Kenapa wajah kamu pucat?" Tanya marchioness Green yang curiga dengan diamnya Daniela.


Wanita itu memeluk perutnya dan tanpa sadar mengerang kesakitan.


Daniela mengerutkan kening. "Hm?"


"Marchioness." Salah satu murid marchioness menjadi cemas.

__ADS_1


Daniela menarik rambut wanita yang kesakitan itu dan terkejut.


Tidak, kenapa dia bisa lupa dengan wajah ini. Seharusnya dia tidak pernah lupa dengan wajahnya.


__ADS_2