
"Sebentar lagi ada pertemuan antara Kaisar dan pihak kuil, jika Pendeta itu dibawa ke sana maka yang akan disalahkan adalah Kaisar."
"Kenapa Kaisar yang disalahkan? Bukannya pihak kuil?" Tanya Daniela tidak mengerti.
Marchioness menatap Daniela. "Kaisar dianggap tidak mampu menjaga ketertiban kekaisaran. Biasanya pihak netral dan pihak permaisuri akan menekan Kaisar lalu secara tidak langsung-"
Daniela mengangguk paham. "Kaisar akan minta tolong pada pihak kuil, aku mengerti sekarang."
Edrik bertanya pada marchioness. "Apakah semua orang sudah diberikan pengobatan."
Marchioness menjawab dengan lugas. "Sebagian sudah diobati, tapi itu hanya yang ketahuan. Yang lainnya masih sembunyi di suatu tempat dan harus kita cari."
"Apakah para pasukanku tidak membantu?" Tanya Edrik.
"Mereka membantu cukup banyak, Yang Mulia. Tidak perlu khawatir." Jawab marchioness.
Daniela menarik napas lalu bicara pada dewa di dalam pikirannya. Bagaimana cara membawa pendeta itu ke ibukota? Tidak mungkin hanya dengan cara biasa.
"Harus ada salah satu pendeta atau kekuatan suci yang datang, saat ini yang bisa melakukannya hanya kamu."
Daniela menunjuk dirinya sendiri dengan heran. Aku?
"Tapi kamu tidak boleh keluar sembarangan, mengingat tempat ini belum dibersihkan secara keseluruhan dan kamu malah menghancurkan patungku tanpa minta maaf."
Daniela menggaruk pipinya yang tidak gatal.
"Bagaimana jika kamu berikan berkah ke orang lain?"
"Berkah?" Tanya Daniela tidak mengerti.
Semua orang yang mengelilingi Daniela otomatis menoleh.
"Ada apa? Apakah akan ada berkah di tempat ini?" Tanya Edrik.
"Bukankah yang bisa memberikan berkah hanya pendeta agung?" Tanya marquess Bill.
Daniela mulai paham lalu memarahi dewa di dalam hati. Apakah kamu sudah gila? Aku bahkan tidak mendapat pelatihan pendeta dan harus memberikan berkah ke orang lain? Semua orang pasti akan menghujatku jika mengetahuinya!
"Daniela, siapa yang berani menghujat kamu? Aku turunkan petir sekarang juga!"
Daniela memijat keningnya. Padahal sejak awal dewa tidak pernah membantu aku, kenapa baru sekarang muncul dan meminta bantuan? Bukankah hanya dengan pendeta agung sudah cukup?
"Anak sok tampan itu tidak bisa keluar sembarangan karena mendapat posisi bagus di kuil! Bagaimana bisa aku minta tolong padanya?!"
Bahkan dewa pun menghujat ketampanan pendeta agung. Geleng Daniela.
"Dewa, bicara saja jujur kalau anda iri pada ketampanannya."
Daniela bisa mendengar suara salah satu pengikut dewa.
__ADS_1
"Berisik!"
Daniela mulai berpikir untuk mencari langkah terbaik apa yang harus dilakukan untuk melawan kaisar, lalu tanpa sengaja menangkap sosok salah satu anak Marquess Bill yang hanya berdiri diam di belakang ayahnya. "Hm?"
Sang anak yang mendapat perhatian Daniela, menunduk malu dan semakin sembunyi di belakang sang ayah.
Daniela tertawa kecil ketika melihat tingkah imut anak itu.
Edrik yang melihatnya sontak menutupi pandangan Daniela. "Apakah sekarang kamu mulai genit dengan pria lain setelah berusaha membuat aku kehilangan masa depan?"
Daniela mengerutkan kening. "Yang saya lakukan selama ini demi masa depan anda."
Edrik semakin melotot marah. "Masa depanku? Aku hampir tidak bisa punya anak dan sekarang kamu dengan tidak tahu malunya-"
Daniela menyingkirkan Edrik lalu bicara ke marquess Bill. "Marquess, bagaimana jika anak tertua anda pergi ke kekaisaran dengan dalih menangkap Pendeta Tinggi Rou yang melarikan diri untuk bertemu dengan Ratu?"
Marquess Bill terkejut lalu menjadi gelisah. "Saya tidak ingin mengorbankan salah satu keluarga."
"Tidak ada yang dikorbankan, sebagian pasukan Pangeran Pertama yang akan pergi menemani anak anda supaya bisa menjadi pahlawan dan tidak ada yang mengganggu keluarga anda lagi." Daniela sudah mendapat jalan keluarnya.
Edrik terkejut. "Apa yang akan kita lakukan?"
Daniela tersenyum. "Skenario terbaik yang tidak bisa dibayangkan banyak orang."
----------
Ella yang sudah melaksanakan pernikahan dengan pangeran kedua, ditinggalkan begitu saja di malam pengantin setelah menghinanya.
"Tapi Pangeran kedua, kita harus melakukannya supaya publik tidak bertanya."
"Apa yang mau ditanyakan publik? Mereka semua sudah tahu perbuatan kita. Tidurlah sendiri dan jangan ganggu aku! Gara-gara kamu, aku jadi kehilangan posisi sebagai Pangeran Mahkota! Aku juga terpaksa harus melayani Permaisuri selama kakakku belum ditemukan."
"Melayani permaisuri?"
"Apakah kamu lupa dengan perintah Permaisuri di kuil waktu itu? Dia bilang aku harus dididik olehnya dan Ratu tidak boleh mendekatiku!"
"Apa?"
"Gara-gara itu ibu histeris dan tidak mau keluar kamar lagi."
"Anda mau kemana?"
"Aku mau cari udara segar, di sini membuatku pengap."
Setelah percakapan itu, Ella ditinggalkan semalam oleh pangeran kedua. Dia bisa mendengar cemoohan para pelayan istana saat keluar dari kamar untuk minta bantuan karena pelayan tidak muncul saat dirinya menarik tali bel.
"Nona Fleur ditinggalkan saat malam pertama, apakah bukan penghinaan untuk seorang lady bangsawan?"
"Bukankah duke Vilvred akan semakin murka?"
__ADS_1
"Apakah kalian tidak tahu?"
"Tidak tahu apa?"
"Nona Fleur tidak suci, mereka sudah melakukannya sebelum pernikahan."
"Bukankah itu sangat dilarang? Jika memang dari awal tidak suci, nona Fleur harus dibawa ke kuil dan tidak boleh menikah dengan keluarga Kaisar, jika ada anak lahir di luar nikah maka anak itu harus dibunuh."
"Benar. Tapi duke Vilvred adalah bawahan setia Ratu dan Kaisar, salah satu pendukung terbesar juga. Tidak mungkin Ratu dan Kaisar tidak mengizinkannya menikah dengan Pangeran Kedua."
"Astaga."
Ella lari masuk ke dalam kamar dan tidak mau mendengar percakapan para pelayan rendahan itu. Dia mengingat wajah para pelayan dan akan menghukumnya sampai mati jika berhasil menjadi Permaisuri di Kekaisaran.
"Anda sudah bangun?"
Ella yang sudah duduk di atas kasur, mengangkat kepala lalu melihat bibi pengasuhnya masuk sambil membawa nampan berisi makanan. "Bibi pengasuh."
"Ya ampun, lady. Jangan bertingkah manja seperti itu, aku sudah bawakan sarapan terbaik untuk anda." Bibi pengasuh Ella meletakkan nampan di atas pangkuan Ella.
Ella bertanya pada bibi pengasuh. "Apakah bibi tahu dimana Pangeran Kedua?"
"Pangeran Kedua sedang di istana Permaisuri sekarang."
"Untuk apa?"
"Menggantikan tugas Pangeran Pertama untuk sementara waktu, menulis administrasi."
"Lalu semalam dia kemana?"
"Ke istana Ratu dan menemani ibunya."
Ella menghela napas lega.
Bibi pengasuh bisa melihat wajah tertekan Ella. "Lady, anda sudah menikah. Sudah sewajarnya percaya pada suami sendiri."
Ella mengangguk paham. "Aku tahu, bibi."
"Lady, jangan terlalu terbebani dengan masa lalu. Biarkan mereka semua bergosip sesuka hati, mereka hanya iri karena anda bisa bersama Pangeran Kedua."
"Iya."
"Ah, ngomong-ngomong di samping gosip mengenai anda. Ada gosip aneh lagi."
"Gosip aneh?"
"Duke Aelthred tiba-tiba menghilang saat menghadiri pernikahan anda untuk mewakili Permaisuri. Apakah anda sempat melihatnya pergi?"
Ella mendengus. "Jangan-jangan dia kabur membawa seluruh harta Permaisuri."
__ADS_1
"Ah, bisa jadi." Angguk bibi pengasuh lalu mengerutkan kening dengan heran. "Bagaimana caranya dia bisa melarikan diri dari banyak pengawal?"