
Ratu masuk ke dalam kamar dengan amarah tinggi dan menghancurkan berbagai barang di sekitarnya. "Ini gara-gara duke sialan itu!"
"Ratu, tolong jangan berkata sekeras itu. Di sini ada mata-mata duke." Nasehat dayang kesayangan ratu.
"Bagaimana bisa aku diam saja? Apa kamu tadi tidak melihat Daniela mengeluarkan mana dan mengancam aku?"
"Tidak, maafkan saya."
"Bagaimana bisa kamu tidak melihatnya? Aku melihat dengan jelas, sementara duke tidak beritahu aku sama sekali! Dia benar-benar ingin membunuhku!"
"Yang mulia, jangan bicara seperti itu. Selama ini beliau mendukung anda dan memberikan segalanya."
"DIA BUTUH AKU KARENA INGIN ANAKNYA NAIK TAHTA!" teriak ratu lalu menjatuhkan dirinya di lantai dan menangis. "Aku berusaha keras bisa mencapai tempat ini, putraku akan menjadi kaisar sehingga tidak akan ada yang menghinaku lagi, lalu kenapa banyak yang menghalangi mimpiku?"
"Yang mulia, tolong jangan duduk di lantai. Kaisar akan marah."
"Hah! Kapan kaisar akan marah? Dia pasti masih takut pada permaisuri, aku benci situasi ini."
Dayang kesayangan ratu berlari keluar lalu melihat situasi ke kanan dan kiri. Setelah memastikan situasi aman, dia menutup pintu dan berbisik di samping ratu.
"Yang mulia, saya mendengar bahwa permaisuri saat ini sedang sakit."
Ratu tercengang. "Sakit?"
"Apakah anda tidak curiga setiap bulan pihak kuil selalu datang mengunjungi permaisuri?"
"Bukankah karena mereka ingin melapor ke permaisuri?"
"Tidak, katanya saat melewati istana permaisuri, mereka mendengar suara erangan."
"Erangan?" Tanya ratu lalu terbelalak. "Apakah permaisuri selingkuh?"
"Tidak, tidak. Permaisuri tidak pernah membawa pria lain. Pada awalnya saya juga menebak begitu dan menyuruh satu orang untuk menjadi mata-mata. Tidak ada yang keluar masuk dari istana permaisuri, semuanya dijaga ketat oleh kaisar juga."
"Penjaga kaisar juga ada? Bukankah dia bilang tidak mencintai permaisuri? Kenapa malah-"
"Kata salah satu orang kaisar. Kaisar memang sengaja menempatkan orang di sana untuk mengawasi permaisuri."
"Mengawasi?"
"Nah, setelah saya selidiki- kemungkinan besar erangan itu karena menahan sakit. Hanya itu alasan yang masuk akal."
"Apakah kaisar mengetahui hal ini?"
"Saya rasa kaisar tahu."
"Lalu kenapa kaisar tidak memberikan informasi kepadaku? Kenapa hanya diam saja? Seharusnya dia bicara kepadaku." Ratu merasa kecewa pada kaisar.
__ADS_1
"Kaisar pasti punya alasan sendiri mengenai hal ini. Karena itu, anda harus sedikit bersabar menghadapi permaisuri."
"Bagaimana dengan tes kesucian Ella? Aku mengenal baik pangeran mahkota, dia pasti sudah menyentuhnya."
Dayang senior mengangguk paham. "Anda tidak perlu khawatir, saya akan berusaha mencari celah untuk menyelamatkan putra anda. Misalnya bekerja sama dengan salah satu pendeta kuil atau anda bisa mencoba tekan pendeta agung."
"Menekan pendeta agung? Apakah tidak akan mendapat masalah?" Tanya ratu.
"Ratu, apakah anda lupa bahwa saya juga seorang bangsawan? Saya sudah lama menjadi bangsawan kekaisaran meskipun kedudukan bangsawan saya tidak terlalu tinggi. Kuil pasti membutuhkan sumbangan besar dan hubungan yang baik."
"Kamu yakin?"
"Sangat yakin."
"Sekarang anda bisa tenang dan tidak perlu memikirkan apa pun."
"Begitu ya."
"Sekarang coba tulis surat ke pendeta agung dan tekan dia tentang posisi anda sebagai ratu."
Ratu mengangguk antusias. "Baik, akan aku lakukan."
Dayang kesayangan ratu tersenyum ketika melihat ratu sudah ceria kembali.
Ratu bangkit dengan bantuan dayang lalu mulai menulis untuk pendeta agung.
Tidak butuh waktu lama, utusan ratu pergi ke kuil dan surat sampai ke tangan pendeta agung.
Pendeta agung menatap dingin surat di tangannya lalu melempar ke perapian tanpa membukanya.
"Hei, kenapa malah dilempar ke sana? Mereka butuh jawaban dan bagaimana caranya kita menjawab?"
"Jawab saja kuil tidak tertarik hubungan apa pun."
"Yakin ratu bertanya seperti itu? Bisa saja dia bertanya hal lain atau minta tolong sesu-"
"Lalu kenapa kamu bertanya 'apakah ratu ingin mengajak kerja sama'?" Potong pendeta agung. "Semua orang juga tahu siapa ratu, dia tidak punya kekuasaan di belakang selain kaisar dan duke Vilvred. Orang yang dibutakan serakah, akan menilai kuil tidak bisa menguntungkan mereka. Surat tadi kemungkinan besar dia terpojok karena masalah tes kesucian."
"Apakah seberat itu?"
"Ratu tidak memiliki pendidikan yang baik mengenai aturan kekaisaran, kaisar juga tidak peduli selama ratu bisa menyenangkannya di atas tempat tidur sehingga ratu melupakan satu fakta penting mengenai pengantin wanita harus suci saat menikah di kuil, sementara anggota keluarga kekaisaran terutama pewaris tahta wajib menikah di kuil sebagai contoh untuk rakyat."
"Apakah duke Vilvred tidak beritahu ke ratu soal ini?"
"Kemungkinan tidak, duke Vilvred semasa muda hanya peduli pada hal lain selain manajemen duchy. Hal itulah yang membuat duke sebelumnya setuju dengan wanita dari Aelthred di samping permintaan pribadi duke Aelthred."
Pendeta tinggi Rohan tertawa lalu melontarkan lelucon. "Kamu paham sekali masalah ini, apakah dulu pendeta agung juga seorang bangsawan diantara mereka?"
__ADS_1
Pendeta agung tidak menjawab dan hanya menatap kobaran api di perapian.
-----------
Ella mengetuk pintu ruangan yang sudah disediakan akademi khusus untuk ayahnya.
"Masuk."
Ella bisa mendengar suara berat dan tegas ayahnya dari balik pintu.
Ella masuk ke dalam ruangan dan melihat punggung ayahnya sementara sang ayah berdiri menatap luar jendela.
"Ayah."
Duke Vilvred menarik napas panjang perlahan lalu menghembuskan dengan cepat.
Ella menjadi gugup.
"Apakah kamu sudah tahu mengenai tes kesucian?"
"Iya, ayah."
"Ayah sudah baca surat kamu, kamu bilang Daniela yang mulai?"
"Benar, ayah. Kakak yang mulai duluan, dia iri melihat seragam akademi yang aku pakai."
"Diam." Kata Duke Vilvred dengan nada dingin. "Apakah kamu tidak mengerti situasi yang sekarang kita hadapi?"
Ella terdiam.
"Bagaimana bisa anak itu tahu hubungan kamu dengan pangeran mahkota?"
"Dia sudah tahu dari awal bahwa pangeran mahkota tidak mencintainya."
"Yang ayah maksud, Daniela tahu darimana kalau kamu pernah tidur dengan pangeran mahkota?"
Ella menggeleng pelan. "Aku tidak tahu, ayah."
"Kamu tidak tahu atau kamu sengaja menunjukkannya pada dia?" Tekan Duke Vilvred. "Apa kamu tahu upaya yang dilakukan ayah sekarang supaya tidak ada yang tahu mengenai kondisi kamu?"
Ella menggigit bibir.
"Ayah terpaksa menekan ratu supaya bisa menekan Daniela, sampai sekarang ayah tidak tahu bagaimana kabarnya karena permaisuri tiba-tiba marah, semua komunikasi terputus."
"Permaisuri marah? Kenapa?"
"Apa kamu tadi tidak dengar kalimat ayah tentang komunikasi terputus? Jika ayah tahu, pasti bicara ke kamu."
__ADS_1
Ella tidak tahu. Setiap ayahnya marah selalu bicara tanpa selesai sehingga menimbulkan pertanyaan, ketika ditanya malah membalasnya dengan kasar tanpa beritahu apa pun.
"Ayah, aku minta maaf karena membuat ayah khawatir." Ella tidak tahu harus melakukan apa karena ulah mulut cerobohnya.