AKU REINKARNASI & TIDAK BOLEH TERLUKA

AKU REINKARNASI & TIDAK BOLEH TERLUKA
EMPAT PULUH SEMBILAN


__ADS_3

Daniela duduk berhadapan dengan Marquess Bill, Zoe berdiri di belakang sofa tempat Daniela duduk.


Marquess Bill menikmati minum teh dengan kepala penuh tanda tanya. Apa yang diinginkan duke sampai menemui aku? Apakah dia ingin kerja sama?


Daniela tersenyum setelah Marquess selesai minum teh. "Mungkin anda bingung, kenapa saya tiba-tiba datang menemui anda."


"Semua orang selalu ingin bertemu saya dengan alasan berbeda, saya menerima anda karena datang bersama dengan tangan kanan pangeran pertama."


Daniela menghela napas ironi. "Yah, benar- bangsawan yang sudah hancur dan mantan pangeran mahkota- apa yang bisa diharapkan? Tinggal menunggu kehancuran?"


"Bukankah anda berada di pihak permaisuri?"


"Saya memang di pihak permaisuri secara terbuka dan tidak malu mengakuinya, hanya saja mungkin ini bisa menjadi boomerang saya mengingat apa yang dilakukan duke Vilvred dan ratu beberapa hari belakangan."


"Apakah mereka berdua mengancam anak kecil seperti anda?"


Daniela menatap lurus Marquess. Untuk menjadi kepala keluarga harus di usia dewasa, jika pewaris belum mencapai usia dewasa, maka wali yang akan menggantikan untuk sementara. Namun, Daniela tidak punya wali ataupun pendukung sehingga permaisuri langsung mengembalikan gelarnya begitu saja.


"Bisa dibilang seperti itu, namun saya tidak akan mengatakannya kepada siapa pun. Ini masalah internal."


Alis Marquess berkerut. "Lalu kenapa anda datang ke tempat saya?"


Daniela tersenyum tipis. "Saya ingin minta bantuan terkait dengan salah satu wilayah yang dilaporkan kepada saya."


"Anda bisa melapor ke pihak kaisar, tidak perlu ke tempat saya."


"Sebagai salah satu pendukung permaisuri dan pangeran pertama serta kepercayaan kaisar sebelumnya, saya pikir jauh lebih baik bicara kepada anda daripada ke kaisar."


"Ada apa dengan wilayah ini?" Tanya Marquess.


"Saya mendengar ada pendeta tinggi yang menyebar ajaran tidak sesuai dengan kuil di ibukota."


"Maka anda bisa melapor ke pihak kuil."


"Saya tidak bisa melakukan itu, saat ini kuil sedang diawasi duke Vilvred dan ratu terkait dengan tes kesucian Ella. Jika duke tahu pihak kuil bergerak ke wilayah yang saya maksud, tidak menutup kemungkinan kaisar akan turun tangan dan para pengikutnya mencari celah untuk menjatuhkan kuil.

__ADS_1


"Cara terbaik adalah pihak kuil tidak tahu apa pun, sehingga jika ada yang bertanya- pihak kuil memiliki jawaban aman."


"Apakah saat ini anda sedang berupaya melindungi kuil?" Tanya Marquess Bill.


Daniela menghela napas. "Marquess, anda selalu berada di pihak permaisuri sedari awal, bahkan hanya mengirim salah satu perwakilan untuk rapat bulanan bangsawan, tentu saja anda tahu hubungan permaisuri dan kuil selama ini."


Marquess Bill tidak menjawab dan hanya menatap tajam Daniela.


"Marquess, hanya orang-orang yang setia pada permaisuri- tahu hal ini."


"Apa yang anda inginkan?"


"Kerja sama."


"Kerja sama?"


"Pihak kuil sedang diawasi keluarga kerajaan, begitu pula permaisuri yang diawasi langsung kaisar. Kedua ini tidak bisa sembarangan bergerak untuk menyelamatkan rakyat."


"Menyelamatkan rakyat? Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah berhubungan dengan ajaran sesat pendeta tinggi?"


Marquess Bill tertawa suram. "Bagaimana caranya saya membantu sementara saya juga diawasi kaisar untuk mencari pangeran pertama?"


"Anda bisa membuat alasan dengan mencari posisi pertama. Posisi anda sangat layak untuk menakuti mereka."


Marquess Bill mendengus keras. "Apakah ada hadiah yang bisa saya dapatkan? Menggunakan jasa saya- tidak gratis."


"Ah, begitu. Saya tahu anda saat ini sedang pusing tentang keberadaan pangeran pertama tapi tidak ingin mengkhianati pihak permaisuri. Saya bisa mencari solusi terbaik untuk menghadapi kaisar, supaya keluarga anda tidak terkena masalah di masa depan."


"Kamu- kurang ajar! Bagaimana bisa menilai keluarga saya akan mendapat masalah di masa depan? Jangan menuduh sembarangan."


"Marquiss Bill, saya bisa melihat salah satu perwakilan anda membela kaisar. Ketika saya bahas mengenai permaisuri, dia malah menjilat duke Vilvred yang notabene merupakan pendukung ratu."


Marquiss Bill memang agak marah mengenai hal ini ketika mendengar cerita keponakannya sementara kedua anak mati-matian dia sembunyikan bersama sang istri karena ancaman pembunuhan dari pihak ratu setelah berusaha mengirim pangeran mahkota pergi perang di usia muda.


Masa lalu mengerikan tentang percobaan pembunuhan anak-anak Marquess Bill di depan mata tidak bisa dilupakan begitu saja, lalu sekarang kaisar mencari celah kepada dirinya untuk mencari keberadaan pangeran pertama. Jika tidak berhasil ditemukan, dirinya bisa saja dianggap sebagai pengkhianat karena tidak serius mencari pangeran pertama.

__ADS_1


"Sebagai sesama rekan, saya juga ingin menyelamatkan anda."


"Apakah anda tahu keberadaan pangeran pertama?" Tanya Marquess Bill dengan nada curiga.


Daniela menatap lurus Marquess, bertaruh di dalam hati mengenai posisi pangeran pertama. Di masa lalu, yang menemukan keberadaan pangeran pertama saat hilang adalah Marquess Bill dalam keadaan koma, Daniela hanya mendengar kabar dari gosip yang beredar di salon.


"Saya tidak tahu keberadaan pangeran pertama."


"Oh, ya? Lalu bagaimana dengan para pasukan pangeran pertama yang sudah tiba terlebih dahulu? Kenapa menjadi pelindung anda sekarang?"


Daniela bertanya kepada Zoe. "Kira-kira kenapa kalian melindungi aku?"


Zoe menjawab dengan tegas. "Atas perintah permaisuri."


Marquess Bill menatap Daniela dengan marah. "Anda ingin mempermainkan saya? Ah, benar- bagi anak usia lima belas tahun, terutama dibesarkan di keluarga duke pasti tidak tahu bagaimana pentingnya sebuah nyawa."


"Hati-hati jika anda bicara, Marquess. Anda tidak pernah tahu bagaimana saya menjalani hidup di duchy Vilvred." Sahut Daniela.


"Lalu anda ingin melakukan sesuatu yang tidak berhubungan dengan kepentingan saya dan ingin menaikkan nama baik anda? Mengakui anda sebagai duke, sudah lebih dari cukup bagi saya."


Daniela memiringkan kepalanya. "Bagaimana dengan kedua anak anda?"


"Apa?"


"Pemikiran anak muda sekarang sangat praktis, buat apa menjadi pendukung permaisuri jika nyawa dalam taruhan? Terutama jika mereka selalu bertemu dengan keponakan yang menjadi perwakilan anda di setiap pertemuan bulanan bangsawan.


"Perlahan mereka akan menjauhi permaisuri dan tentu saja akan melupakan perjanjian masa lalu antara anda dan kaisar sebelumnya, mereka akan menganggap perjanjian itu tidak terlalu penting lagi.


"Saya berani bertaruh, anak-anak anda akan mudah dijadikan pion untuk menyerang permaisuri demi menjauh dari ancaman pembunuhan dan tentu saja anda tahu konsekuensi yang akan anda hadapi jika pangeran pertama menemukan hal ini."


Zoe menjadi kagum dengan Daniela, meskipun masih berusia muda, mampu mengancam penasehat kerajaan. Tidak disangka apa yang dikhawatirkan Zuu dan pangeran pertama memang benar adanya.


Di masa depan, kemungkinan besar yang akan memikirkan jalan politik untuk pangeran pertama adalah Daniela dan para musuh politik pasti menganggap anak berusia lima belas tahun adalah ancaman terbesar mereka.


Zoe bicara di dalam hati. Pantas saja pangeran pertama bersikeras menyuruh aku menjadi penjaga duke Aelthred. Duke memiliki pikiran jauh ke depan untuk melindungi pangeran pertama dan permaisuri.

__ADS_1


__ADS_2