AKU REINKARNASI & TIDAK BOLEH TERLUKA

AKU REINKARNASI & TIDAK BOLEH TERLUKA
SEMBILAN PULUH TIGA


__ADS_3

Begitu mendengar putra satu-satunya ada di sana Permaisuri tidak berpikir dua kali, dia akan mengambil kasus ini. Lalu, yang jadi masalah adalah-


Permaisuri menatap lurus Daniela lalu memegang kedua lengan atas. "Daniela, berjanjilah kepadaku."


"Ya?"


"Jangan pernah mengatakan kepada siapa pun mengenai kekuatan suci."


Dayang yang mendengar itu, menjadi khawatir. "Permaisuri."


Permaisuri tidak peduli dengan teguran dayang. "Kamu paham, Daniela?"


Daniela ingin membantah tapi teringat dengan posisi permaisuri yang juga ibu penggantinya. "Ya, saya memahaminya."


Permaisuri memeluk Daniela dengan kasih sayang yang tidak bisa diucapkan. "Aku akan melindungi kamu dan putraku, aku tidak akan membuat kalian berdua jatuh ke lubang yang sama."


Daniela tidak paham dengan perkataan permaisuri, tapi entah kenapa dia merasa nyaman berada di dalam pelukan sang permaisuri. Aliran aura yang lembut sehingga membuat dirinya mengantuk dalam sekejap.


Daniela memejamkan mata dan tertidur di dalam pelukan permaisuri, kekuatan suci yang dipakai dewa membuat lelah jiwanya.


"Permaisuri-" salah seorang pengawal hendak mengambil alih tubuh Daniela.


Permaisuri masih menahan tubuh Daniela. "Tidak apa, aku bisa membawanya." Permaisuri hendak mengangkat Daniela.


"Permaisuri, tubuh anda lemah- tidak bisa mengangkat beban lebih."


Permaisuri masih bersikeras. "Tidak masalah, aku bisa melakukannya sendiri."


Setelah para dayang dan pengawal mulai tenang, permaisuri mengangkat tubuh Daniella yang ringan.


Permaisuri merasa bersalah karena selama ini tidak bisa menjaga Daniella dengan baik setelah kematian ibu kandung Daniella, sahabat permaisuri.

__ADS_1


Sekarang Permaisuri ingin melindungi Daniella dari orang-orang jahat termasuk ayah kandungnya. Meskipun, permaisuri menyadari bahwa tindakannya bisa menimbulkan banyak pertentangan, terutama dari Duke Vilvred yang memiliki pengaruh besar di istana. Namun, perasaan takut akan membawa bahaya kepada Daniella, membuat permaisuri tak ragu melakukan apapun untuk melindungi putri kecil itu.


Permaisuri membawa Daniella ke kamar dan membaringkannya di ranjang, kemudian memerintahkan para dayang untuk mengurus dan menjaga gadis kecil itu dengan baik serta memberikan perawatan yang dibutuhkan.


Setelah memastikan kondisi Daniella dalam keadaan aman, permaisuri bergegas meninggalkan kamar. Dia perlu membuat rencana untuk melindungi Daniella dari Kaisar, Duke Vilvred dan lainnya yang sangat berbahaya.


Permaisuri telah memegang teguh janjinya untuk melindungi Daniella dengan segala cara yang dia bisa, dan akan menepati janji itu, meski harus mengambil resiko besar.


Di sisi lain, Pendeta Rou mondar-mandir di dalam ruangannya, Dia merasa iri dan cemburu terhadap Daniella., karena merasa bahwa kekuatan suci yang dimiliki Daniella, seharusnya menjadi miliknya.


"Bagaimana bisa anak itu bisa mendapatkan kekuatan suci?"


"Dia tidak pernah terdaftar di kuil, bukan? Aku tidak pernah mendengar apa pun tentangnya."


"Siapa yang sudah membuatnya memiliki kekuatan suci?"


Pendeta Rou bertanya pada diri sendiri, dia merasa tidak adil karena Daniella bisa mendapatkan kekuatan suci dengan mudah sementara dia harus kehilangan kekuatan suci yang sudah menjadi miliknya.


Di kamar pangeran kedua, ratu menampar Ela sekuat tenaga. Tidak ada yang menghentikan tindakan ratu.


"Bagaimana bisa kamu membiarkan Daniella masuk ke dalam kamar pangeran kedua?"


Ela yang menutup bekas tamparan dengan tangan, menatap Ratu dengan berani. "Saya tidak tahu kenapa dia bisa masuk ke dalam kamar, dia sudah ada di dalam begitu saya datang."


"Apakah kurang penjagaan dari Vilvred?" sindir Ratu.


Ela menghela napas panjang. "Yang Mulia, tidak bisakah anda berhenti berpikiran buruk mengenai saya? Bukankah anda yang bilang bahwa kami pasangan yang diberkati?"


"Aku memang sempat mengatakan itu, tapi ternyata kamulah yang membuat putraku kehilangan posisi sebagai pangeran mahkota!"


"Bagaimana bisa anda menuduh saya seperti itu, Yang Mulia?"

__ADS_1


"Ada banyak bukti, dan lihat sekarang! Putraku tidak bangun sama sekali! Apakah Duke Vilvred mau bertanggung jawab dengan semua kekacauan yang telah kamu buat?!"


Ela menjadi tidak sabar. 'Yang Mulia!"


"BERHENTI BERTERIAK KEPADAKU!" Ratu menjadi frustasi dan duduk di samping tempat tidur putranya. "Hanya dia satu-satunya harapanku untuk keluar dari semua masa lalu yang buruk, hanya dia yang mampu mengubah semuanya. Tapi semua malah dikacaukan oleh bangsawan tinggi seperti kalian!"


"Yang Mulia, jangan menyalahkan keluarga saya. Kami sudah berjuang mati-matian untuk mengangkat mantan penari dan pelacur untuk menjadi ratu. Saya pun juga ingin menjadi permaisuri kekaisaran ini, hanya anak itulah yang bisa menjadi harapan kami, lalu sekarang begitu ada masalah- anda menyalahkan kami? Bukankah itu sangat tidak adil?"


Raut wajah ratu memucat ketika mendengar perkataan Ela. "Kamu-"


"Saya akan menghargai dan menghormati anda, jika anda melakukan hal yang sama kepada saya. Jadi, jangan pernah menyalahkan atau membuat masalah dengan kami." Ela mulai mengeluarkan taringnya, anak perempuan yang dulunya terlihat lembut dan tidak tega menyakiti siapa pun, terlihat jahat di mata ratu.


***


Permaisuri memasuki aula pertemuan, wajahnya menunjukkan ekspresi tegas. Kaisar yang duduk di singgasananya, memandangnya dengan heran.


"Yang Mulia," kata Permaisuri, "Saya datang kepada Anda hari ini untuk bersikeras mengambil alih urusan kekaisaran."


Kaisar mengerutkan kening. "Tapi kenapa?" Dia bertanya. "Aku telah menangani mereka dengan sangat baik selama bertahun-tahun."


"Itu mungkin," kata Permaisuri, "tapi saya yakin ini saatnya untuk perubahan. Saya lelah dikesampingkan. Saya lelah diperlakukan seperti anak kecil. Saya seorang Permaisuri, dan saya pantas diperlakukan dengan hormat."


Kaisar menghela napas. "Bagus sekali," katanya. "Kamu boleh mengambil alih urusan kekaisaran. Tapi aku memperingatkanmu, jika kamu membuat kekacauan, aku akan mengambilnya kembali."


Permaisuri tersenyum, tahu bahwa Kaisar sekarang hendak melepas semua tanggung jawabnya karena sudah tidak bisa mengatasi. "Saya tidak akan mengecewakan Anda, Yang Mulia," katanya.


Dan dengan itu, dia berbalik dan berjalan keluar dari aula pertemuan.


Kaisar mengawasinya pergi, ekspresi khawatir di wajahnya. Dia tahu bahwa Permaisuri adalah wanita yang cakap, tetapi dia juga tahu bahwa dia ambisius. Dia berharap dia tidak akan menggunakan kekuatan barunya untuk melemahkannya. Namun, Kaisar juga tidak bisa bekerja sendiri- jika Permaisuri memiliki solusi, bagus. Kenapa tidak dilempar saja?


Permaisuri, di sisi lain, dipenuhi dengan kegembiraan. Dia akhirnya mencapai tujuannya. Dia sekarang yang bertanggung jawab. Dia akan menunjukkan kepada Kaisar bahwa dia lebih dari sekadar hiasan semata. Dia adalah penguasa yang cakap, dan dia akan membuatnya bangga.

__ADS_1


Permaisuri tidak membuang waktu untuk mulai bekerja. Dia memanggil penasihatnya dan mulai membuat rencana untuk masa depan. Dia tahu bahwa ada banyak tantangan di depan, tetapi dia bertekad untuk mengatasinya. Dia tidak akan mengecewakan Daniella dan putranya. Dia tidak akan mengecewakan orang-orang. Dia akan menjadi Permaisuri yang hebat.


__ADS_2