AKU REINKARNASI & TIDAK BOLEH TERLUKA

AKU REINKARNASI & TIDAK BOLEH TERLUKA
SEMBILAN PULUH SATU


__ADS_3

"Di mana Daniel? Cahaya apa tadi?" tanya Marquess Bill ke istrinya. "Kamu baik-baik saja?"


Marchioness Green menatap lurus suaminya. "Lebih baik kita membunuh benh yang ada di dalam perut anak itu."


Edrik langsung tidak menyetujuinya. "Tidak, kita tidak mungkin seorang wanita dan bayi di dalam kandungannya. Aku tidak mau mengambil resiko kehilangan."


"Pangeran Pertama, coba pikirkan kembali. Bagaimana jika yang ada di dalam perutnya mengandung benih iblis? Tapi juga memiliki darah kerajaan, akan semakin sulit bagi kita untuk membunuhnya." Tekan Marchioness Green. "Jika anda tidak bisa membunuhnya, maka saya yang akan membunuhnya."


"Marchioness!" Edrik terbelalak, terpana mendengar ancaman tidak masuk akal marchioness. "Anda seorang dokter, bagaimana bisa mengatakan hal yang tidak masuk akal?"


"Lebih baik membunuh satu orang yang nantinya akan menghancurkan kekaisaran daripada kita pertahankan dia."


Marquess Bill sependapat dengan Edrik. "Istriku, kita tidak bisa sembarangan membunuh orang begitu saja."


"Pangeran Pertama!" Seorang tentara yang memakai baju besi, lari masuk ke dalam tenda dan menghampiri Edrik.


"Ada apa?" tanya Edrik.


"Duke Aethelred!"


"Ada apa dengan Duke?" tanya Marquess Bill. "Tadi dia di sini, tapi kenapa bisa-"


Edrik mengguncang tubuh bawahannya. "BERITAHU AKU, APA YANG TERJADI PADA DANIELA?"


"Duke Aethelred menghilang setelah membunuh salah satu tawanan."


Edrik segera lari ke penjara kuil, Marchioness dan Marquess mengikutinya dari belakang. Tidak mungkin Daniela tiba-tiba menghilang dan membunuh tahanan.


Edrik berharap tidak akan melihat mayat di dalam penjara, dan menjadikan Daniela sebagai pembunuh setelah dikecewakan banyak orang. Namun, yang dia harapkan tidak menjadi kenyataan. Dia melihat tubuh wanita yang hamil itu melekat di tembok dengan pedang yang menancap tepat di perutnya yang membuncit dan pakaiannya terbuka di bagian perut.


Dua teman lainnya yang juga ditahan di samping tahanan wanita itu, meringkuk ketakutan setelah melihat hal yang mengerikan.


"Apa yang terjadi?" tanya Edrik. "Benarkah pelakunya adalah Duke?"

__ADS_1


Dua orang itu ketakutan dan tidak mampu menjawab.


Edrik membentak mereka berdua. "JAWAB ATAU AKU BUNUH KALIAN?!"


Salah satunya menjawab dengan nada ketakutan sambil mengangguk. "Iya, kami melihat Duke tiba-tibu muncul dengan cahaya lalu ada pedang di sekitarnya, lalu entah ada suara dari mana- muncul suara yang meneriakkan pendosa dan jiwanya harus dipulihkan bersama dengan iblis."


Tidak ada manusia yang mampu bertahan jika dirasuki oleh iblis. Apabila pendeta agung menyerukkan untuk memulihkan jiwa pendosa bersama iblis, berarti jiwa itu disiksa sampai iblis yang menempel mati. Hal itu terjadi di masa lalu, praktiknya sudah tidak dilakukan lagi karena dianggap menyalahi aturan hak untuk manusia.


Edrik masuk ke dalam penjara yang sudah dibuka oleh salah satu bawahannya lalu berdiri berhadapan dengan wanita itu.


Marchioness yang mengikuti dari belakang, menatap sedih tubuh murid kesayangannya. "Ini pasti berkat dari dewa Helcia, jika bukan berkat dari dewa, tubuh itu pasti sudah robek karena beban yang terlalu berat."


Edrik menyentuh pedang yang membunuh murid marchioness, pedang itu mendadak hilang menjadi pasir lalu tubuh murid marchioness jatuh ke lantai.


"Dewa Helcia menghukum para pendosa, sepertinya ibukota akan menjadi terguncang jika mendengar hal ini," kata marchioness yang tidak merasa takut sedikit pun, dia malah mengeluarkan perintah ke pasukan Edrik, untuk menyingkirkan tubuh wanita itu. "Bakar sampai abu."


"Istriku."


Marchioness menatap marah marquess. "Dia membawa benih iblis, tidak mungkin kita pertahankan begitu saja. Aku sempat membahasnya dengan Daniela."


Marchioness menatap kedua muridnya dengan tegas. "Apakah kalian yakin, pelakunya adalah duke Aelthred?"


Kedua murid marchioness mengangguk ketakutan. "Ya."


"Kami melihatnya dengan mata kepala sendiri. Wanita itu tiba-tiba muncul dengan banyak pedang di sekitarnya, pedang itu mengarah ke teman kami, salah satu pedang langsung menuju perut teman kami."


Edrik balik badan dan menatap marchioness serta marquess. "Daniela memang suruhan Dewa Helcia, tapi apakah masuk akal melakukan hal seperti itu?"


Marchioness dan marquess terdiam.


 


Daniela yang menjadi topik utama, tiba-tiba muncul di kamar pangeran kedua. Tidak ada orang di dalam, bahkan penjaga hanya berjaga di luar.

__ADS_1


Daniela berjalan menuju tempat tidur dan melihat pangeran kedua yang tertidur dengan raut wajah yang tidak nyaman. Dia menertawakan pria yang sempat menjadi tunangannya. Ternyata kamu bisa seperti itu juga, ya.


Daniela menatap sekeliling ruangan yang menyesakkan. "Oh, kenapa tiba-tiba menjadi sesak?"


Murnikan tempat ini sekarang juga.


Daniela yang bisa mendengar perintah dewa, mengerutkan kening. "Bagaimana caranya aku memurnikan? Lalu kenapa aku tiba-tiba masuk ke dalam sini?"


Tidak boleh ada dua jiwa sama di tempat yang sama.


"Eh?"


Murnikan!


Daniela tidak tahu harus berbuat apa, dia tidak pernah melakukan hal ini sebelumnya. Lalu tidak lama, dia mendengar suara pintu dibuka di belakangnya.


Ella terkejut melihat siapa yang ada di dalam kamar suaminya. "Kakak?"


Daniela berusaha mengatur raut wajah panik, lalu balik badan dan menatap adik tirinya. "Oh, Ella. Tidak, putri kedua. Apakah aku harus membungkuk hormat?"


Ella berlari melewati Daniela lalu memeriksa kondisi sang suami yang masih belum bangun. "Apa yang akan kakak lakukan? Kakak akan membunuh pangeran kedua? Aku tidak akan memaafkan kakak, jika membunuh suami aku."


Daniela tidak tahu harus menjawab apa, dia hanya ingin keluar dari tempat yang menyesakkan ini. "Bukan urusan kamu!"


Ella menatap marah Daniela lalu berteriak keras sekaligus mengeluarkan perintah. "SERET DIA KE DALAM PENJARA!"


Daniela dilindungi oleh lingkaran suci sehingga para ksatria istana yang berusaha mendekat, mental ke belakang. "Dia sakit, kenapa tidak dibawa ke dokter?"


"Sejak kapan kakak peduli pada nasib pangeran kedua? Jika Kaisar dan ratu tahu bahwa kakak masuk ke dalam kamar secara sembarangan, aku yakin-"


"Beritahu aku Ella, apakah kamu yakin- hanya pangeran kedua yang tidak terjangkit penyakit? Kamu tidak tertular?" tanya Daniela yang melihat dengan teliti perubahan wajah adiknya yang agak pucat. "Sepertinya kamu juga tertular, lebih ba-"


"HENTIKAN OMONG KOSONG KAKAK! KENAPA KALIAN SEMUA TIDAK BISA MENYERETNYA KE ISTANA?!" jerit Ella dengan putus asa.

__ADS_1


Daniela melihat seorang pendeta masuk ke dalam kamar dengan terburu-buru, di sekeliling pendeta itu ada aura hitam. "Pendeta, apakah anda kehilangan kekuatan suci anda?" tanyanya.


Pendeta yang dilempar pertanyaan oleh Daniela, otomatis menoleh karena terkejut.


__ADS_2