
" Morning ".sapa Elden saat sherena sudah berjalan keluar dari pintu kamar apartemen meta.
" Elden ,kamu disini?" tanya Sherena heran.
" Mau berangkat sekarang ?" Elden mengalihkan pembicaraan.
" Tuan disini juga ?" tanya meta yang datang tiba-tiba dengan stelan blazer dan rok mininya .
" Kamu pergi ke kantor dengan dia" .perintah Elden sembari menoleh ke belakang .Billy sudah berdiri di belakang dengan tampang dinginnya.
Tidak banyak tanya ,Meta dan Billy pergi ke kantor barsamaan dengan 1 mobil .
Sementara Elden dan Sherena masih berada di apartemen .
" Berapa lama lagi kamu berdiri disitu? ga takut telat ?" tanya Elden sembari melihat jam tangannya .
" Aku sudah pesan taxi online " .kemudian Sherena melangkahkan kakinya yang diikuti oleh Elden.
Taxi online yang ditunggu Sherena akhirnya datang ,namun Elden menyuruh taxi tersebut untuk pergi .Elden juga memberikan beberapa lembar uang ratusan ribu kepada supir taxi itu.
"Buruan ,nanti telat bisa dipecat " .ajak Elden sembari melangkah menuju mobilnya .
Mau tak mau Sherena mengikuti laki-laki itu karena memang dia sudah hampir terlambat .
suasana didalam mobil yang ditumpangi Elden dan Sherena mendadak canggung .Elden yang biasanya banyak bicara,sekarang lebih banyak diam.sementara Sherena yang merasakan perbedaan dari laki-laki yang punya mulut seperti emak-emak komplek itu mencoba untuk mancairkan suasana.
" kamu tinggal di apartemen sebelah meta?" tanya Sherena dengan ragu.
Elden menggelengkan kepalanya ,lalu melirik kearah Sherena sebentar.
"semalam aku ada perlu dengan Billy membahas kerjaan di apartemennya.mungkin karena terlalu lelah,aku jadi ketiduran disana".ucap Elden berbohong .
" kamu sendiri kenapa menginap di apartemen meta?" tanya Elden balik.
" Aku ....aku...hanya ingin numpang tidur semalam.nanti juga aku akan pergi ".sherena menjelaskan dengan jujur.
" Kamu sedang tidak ada masalah kan?" kembali Elden bertanya .meskipun sebenarnya dia sudah tahu masalah yang terjadi antara Sherena dengan suaminya .
Sherena terlihat ragu untuk menjelaskan kepada laki-laki yang baru dikenalnya itu.tapi sejauh yang ia lihat ,Elden sepertinya laki-laki baik.
__ADS_1
" Aku ada masalah sedikit dengan suami aku,yaa namanya rumah tangga pasti tidak selalu berjalan mulus ".terang Sherena .dia belum mau menceritakan kejadian yang sebenarnya.
" kamu mencintai dia?maksud aku, kamu mencintai suamimu?" tanya Radit tanpa menoleh.dia tetap fokus kejalanan.
" ini bukan soal cinta ,tapi soal suatu hubungan yang sakral dimana kedua belah pihak harus mempertahan hubungan tersebut".sembari mengambil ponselnya yang berdering di dalam tas.
" ya mas,apa kamu berubah pikiran?" tanya Sherena bersemangat.
lalu ponsel digenggaman Sherena terlepas ke pangkuannya .
" Ada apa?" tanya Elden lembut ,lalu menepikan mobilnya .
namun Sherena hanya diam,air mata mulai membasahi pipinya.
"Tenanglah ,semua akan baik-baik saja".Elden berusaha meyakinkan.lalu meraih tangan sherena ,namun Sherena tetap menepisnya .
"Ma'af " . ujar Elden tulus.
" Mas Radit akan mengurus surat perceraian ".
Sherena memberanikan diri untuk jujur.kemudian tangannya menyapu air mata yang masih mengalir dipipinya.
" Jika kamu mencintai suamimu ,kejarlah.berusahalah memperbaikinya.namun cinta dari satu belah pihak saja tidak cukup untuk mempertahankan suatu hubungan .jika terus dilanjutkan ,percuma ".Elden Kembali mencoba menjelas kepada Sherena.
" kamu benar , di antara kami belum tumbuh benih cinta.tapi aku tidak mau bermain-main dalam suatu hubungan yang sakral .meskipun dia menganggap hubungan yang kami jalani ini sebuah kesalahan". ucap Sherena sendu.
"Kamu ingin menyelamatkan rumah tanggamu,tapi dia ingin mengakhirinya.apa kalian satu frekuensi? yang ada kamu hanya semakin tersakiti" . timpa Elden dengan sungguh-sungguh.
Sherena berpikir sejenak,apa yang dikatakan Elden benar adanya .selama ini hanya dia saja yang berjuang.suaminya tidak pernah memikirkan perasaannya.radit justru tergila-gila dengan kekasihnya.
" Aku akan ambil keputusan ".ujar Sherena melempar pandangan keluar jendela mobil.
"Semoga keputusan yang kamu ambil bisa menyelamatkan perasaanmu sendiri ".Elden tersenyum setelah mengatakan itu.
kemudian ia kembali melajukan mobilnya ke tempat Sherena bekerja .
." Aku sudah telat 15 menit " .ujar Sherena buru-buru turun dari mobil.
Sherena bingung karena Elden juga ikut turun .
__ADS_1
"Terimakasih sudah mengantarkanku,tapi kamu tidak perlu ikut mengantarku ke dalam .nanti orang-orang salah paham ".jelas Sherena.
"Aku tidak mengantarmu ,hanya ingin bertemu dengan manager hotel ini sebentar".Elden tersenyum .
Sherena lupa Kalau laki-laki yang sedang bersamanya saat ini seorang pemilik SJY Group .tentu saja dia banyak kenal dengan orang- orang penting.
"Ah iya ,aku minta ma'af ". Sherena menundukkan kepalanya karena malu sudah menuduh Elden yang ingin mengantarnya sampai ke dalam .
Mereka berdua berjalan beriringan ,banyak mata yang menyaksikan . ada yang menatap kagum,tapi banyak yang menatap tidak suka .Sherena tetap santai karena dia merasa tidak berbuat salah.
Saat akan masuk kedalam lift ,Elden memegang tangan Sherena .sontak membuat perempuan itu kelabakan .karena orang-orang disekitar mulai memperhatikan gerak-geriknya.
"Lepas ". Sherena menarik tangannya.ditanggapi senyum oleh Elden.
saat di dalam lift ,Sherena sedikit heran karena Elden menekan angka 12. dia sangat tahu. lantai 12 adalah ruangan pemilik hotel xxx tempat dia bekerja.
" Apa mungkin Elden berteman dengan pemilik hotel ini ?" bathin Sherena.
Sherena keluar duluan.dengan sedikit berlari ,dia berjalan dan masuk kedalam main kitchen .dia melihat teman-temannya dan teman-temannya itu memandang dirinya agak aneh.
"Kalian kenapa memandangiku seperti itu?" tanya Sherena penasaran
" Hebat ya kamu sher,bisa sedekat itu dengan bos ".ujar Andin yang merupakan salah satu cheff disana.
"Bos?" tanya Sherena heran.
"Iya ,kamu tadi kan berjalan beriringan dengan dia" .Gery bersuara menimpali.
"Maksud kalian Elden ?" Sherena sedikit ragu mengatakannya .pertanyaan Sherena dibalas anggukan bersamaan dari rekan kerjanya.
Lagi-lagi Sherena dibuat shock dengan informasi yang dia dengar barusan .selama ini Sherena memperlakukan Elden dengan tidak baik.mulai dari mengatakan dia gila sampai ingin mencocol mulutnya dengan sambal.
"Ya tuhan,aku tidak mau di pecat " .gumam Sherena.
"Aku harus minta ma'af,tapi nanti saja di telpon.meta pasti punya nomor telpon Elden .eh maksud aku tuan Elden " .Sherena berpikir sejenak kemudian memulai tugasnya.
Saat ini Sherena tidak bisa konsentrasi .masalah seperti datang bertubi-tubi kepadanya .sebelum ayahnya tahu,Sherena harus pergi ke kota Y untuk berbicara dengan ayahnya .dia berniat ingin menceritakan yang sebenarnya.jangan sampai ayahnya tahu dari mulut orang lain masalah yang ia hadapi saat ini.kesehatan ayahnya lebih penting.apalagi nanti ayahnya mendengar dari mulut Radit .dia takut Radit mengarang-ngarang cerita penyebab perceraiannya.
*
__ADS_1
*
salam kenal teman-teman semua....ini karya pertama saya.mohon dukungannya .jangan lupa tinggalkan jejak ...🙏🤗😘