Aku Si PEBINOR

Aku Si PEBINOR
EPISODE 35


__ADS_3

Mobil sedan hitam berhenti dimansion sanjaya.Billy membuka pintu untuk tuannya.Elden melangkahkan kakinya masuk kedalam mansion ,baru beberapa langkah berjalan ia menoleh kebelakang.


"Kenapa mengikutiku?" tanya Elden yang menghentikan langkahnya .


"Biasanya juga begitu tuan " ucap Billy.


"Sekarang berbeda.pulanglah,selesaikan masalahmu" ujar Elden meledek .ia tahu Billy akan sulit meluluhkan hati sekretarisnya.


Billy memutar badannya berbalik untuk keluar dari mansion tersebut.kemudian mengendarai mobil menuju apartemennya.


*


Saat sudah sampai di apartemen miliknya,ia berhenti sejenak didepan pintu .kemudian berjalan ke apartemen sebelah yang tak lain adalah apartemen milik Meta .dengan sedikit keraguan,ia mengetuk pintu apartemen tersebut.karena belum ada tanda-tanda seseorang yang membuka pintu .Billy mencoba untuk membuka pintu tersebut ,ternyata pintu tidak dikunci.ia berjalan pelan masuk ke dalam dan mengelilingi ruangan tersebut namun tidak menemukan seseorang yang ingin ia cari .masih ada satu lagi ruangan yang belum ia masuki yaitu kamar mandi dari kamar meta.


ceklek


Pintu terbuka dan ia berjalan masuk .ia melihat seseorang yang sangat ia kenal sedang berendam didalam bathup dengan air yang merendam tubuhnya sebatas dada dan sepertinya ia sedang tertidur.


Billy duduk berjongkok di samping bathup .menatap intens wajah wanita yang tengah tertidur seperti kelelahan.ia meraba pucuk kepala Meta.dan seketika mata Meta terbuka lebar.


Aaaaaaaaa


"Apa yang anda lakukan disini ?" pekik Meta gelagapan .ia menyilangkan kedua tangan didadanya.


"saya tidak melakukan apa-apa" Billy mengangkat tangannya ke udara .


"Keluar " perintah Meta dengan suara menggelegar .ia menunjuk ke arah pintu dengan tangan kanannya .kemudian mencoba meraih handuk yang tidak jauh dari bathup tersebut.


"Pakailah " Billy berinisiatif mengambilkan handuk yang ingin di gapai oleh Meta.


"lihat kesana" pekik Meta saat ingin melilitkan handuk kebadannya.


Billy mengikuti semua yang di perintahkan Meta .tapi ia masih berdiri di samping bathup tempat Meta berendam tadi.namun saat ia akan melangkahkan kaki ,tubuh meta menabrak punggungnya.sehingga membuatnya cepat berbalik dan menangkap tubuh gadis itu .tapi naasnya tubuh keduanya justru masuk kedalam bathup tersebut .


*Aaaaaaa...." pekik Meta karena handuk yang melilit tubuhnya sudah terlepas dan ikut basah di dalam bathup bersama dirinya .saat ini tubuhnya justru berada di bawah tubuh Billy .ia mendorong kasar tubuh laki-laki yang sudah menindih nya itu walau pun tanpa sengaja .kemudian ia berdiri dan keluar dari bathup ,tanpa ia sadari saat ini tubuhnya tidak tertutup satu helai benang pun .

__ADS_1


"Kau menggodaku ?" tanya Billy melihat Meta dari ujung kaki sampai ujung rambut .


Meta baru menyadari saat ini tubuhnya tidak mengenakan apapun .ia berjongkok dan menyilangkan kedua tangannya di dada.


Sebagai laki-laki normal ,Billy merasakan sesuatu yang berbeda saat melihat pemandangan yang belum pernah sebelumnya ia lihat .ia berjalan keluar dari bathup dan ikut berjongkok dihadapan gadis yang tengah mati-matian menutupi anggota tubuh dengan tangannya.refleks ia mengangkat tubuh polos itu menuju kamar .ia membaringkan Meta di atas ranjang.ia merasakan sesuatu sudah menegang dibawah sana.ia terus memandangi wajah cemas dihadapannya saat ini.


"Jangan lakukan " ucap Meta menggelengkan kepalanya dengan suara serak .belum sempat ia menarik selimut untuk menutupi tubuhnya ,Billy sudah mencium bibirnya dengan nafas yang memburu.


Billy melepas pakaiannya yang sudah basah kelantai .saat ini laki-laki tampan itu sedang bertelanjang dada .ia terus ******* bibir gadis yang sudah membuatnya tertarik semenjak ia dan Meta pergi ke kota B.tangannya sudah tidak bisa dikendalikan lagi.saat ini bibirnya sudah berpindah keleher jenjang milik Meta .dan yang membuat ia bersemangat adalah Meta mengeluarkan suara sexy seperti menikmati setiap permainan yang ia berikan.saat tangan Billy berpindah ke area sensitif ,Meta menahan tangannya cepat .


"Jangan lakukan please "ucap Meta dengan nafas tersengal .


Dan Billy pun menghentikan kegiatannya .


"Ma'af " sahut Billy yang kemudian turun dari tubuh Meta .ia memungut pakaian yang sudah ia buang kelantai tadi.


Meta menarik selimut untuk menutupi tubuhnya .kemudian menatap wajah Billy intens .


" Kenapa tuan mencari saya sampai kesini?" Tanya Meta heran .


" Saya ingin minta ma'af .dan apa yang dikatakan tuan Elden itu tidak benar " Billy berusaha meyakinkan Meta .


"Bukan siapa-siapa.bersiap-siaplah ,hari ini saya akan mengenalkanmu dengan kedua orang tuaku" ucap Billy yang hendak berjalan namun langkahnya terhenti saat tangan Meta menarik ikat pinggangnya.


"Tunggu tuan,apa maksud tuan?apa tuan masih menyuruh saya untuk menjadi pacar pura-pura anda?" tanya Meta dengan sesak didadanya.


"Bukan ,Saya akan memperkenalkanmu sebagai calon istri sungguhan " jawab Billy yang membuat mata Meta melotot.


"A...Apa maksud tuan?" tanya Meta yang belum bisa menyaring perkataan Billy tadi .


"Saya mencintaimu ,dan akan segera melamarmu" ucap Billy dengan lantang .kemudian ia pergi keluar meninggalkan Meta dengan segala pikirannya.


Meta masih tidak percaya dengan apa yang ia dengar tadi .Billy mengatakan cinta kepadanya,dan Billy juga akan melamarnya .senyum terkambang indah dibibirnya.akhirnya pria yang ia cintai sebentar lagi akan menjadi miliknya seutuhnya .dan kegiatan seperti tadi akan halal mereka lakukan tanpa ada rasa takut .


"Mama lihatlah anakmu ini ,benarkah sebentar lagi aku akan Menikah dengan orang yang aku cintai? " gumam Meta melihat langit-langit kamarnya.

__ADS_1


Sementara itu Billy sudah membersihkan dirinya dan bersiap- siap mengenakan pakaian.karena jam delapan nanti ia akan kerumah orangtua nya bersama Meta .


Sepasang manusia itu sedang dalam perjalanan menuju kediaman orang tua Billy .orang tua Billy tinggal masih dikota Yang sama dengannya.hanya saja Billy lebih memilih tinggal di apartemen karena jarak apartemen ke kantornya tidak terlalu jauh.


Mobil yang ditumpangi Meta dan Billy sudah sampai disebuah rumah besar.nampak seorang penjaga membuka pagar untuk mereka.


Billy turun dan membukakan pintu untuk wanitanya.


keduanya masuk dan ternyata kedatangan mereka sudah ditunggu diruang makan .Meta memberi salam kepada sepasang manusia paruh baya yang berdiri saat menyambut kedatangannya .


Setelah makan malam bersama ,mereka duduk di ruang keluarga .Billy memperkenalkan Meta sebagai kekasihnya dan akan Segera melamarnya .kedua orang tua Billy pun nampak setuju dengan pilihan putranya.mereka berbincang-bincang hangat sembari menikmati cemilan yang sudah disajikan oleh asisten rumah tangga.


Meta sudah bisa menyesuaikan diri dengan kedua orang tua Billy dan adik-adiknya.sifat Meta yang ceria dan mudah bergaul membuat ia cepat diterima ditengah keluarga itu.


sepasang kekasih yang tengah berbahagia itu pamit untuk pulang ke apartemen masing-masing.


"Besok aku akan menemui Tantemu" ucap Billy saat sudah berada dalam mobil .ia masih terus menjalankan mobilnya .


"Apa tadi ?" tanya Meta melirik pria tampan disampingnya.


"Apanya ?" tanya Billy balik.ia belum paham maksud dari pertanyaan Meta .


"Kita sudah AKU KAMU nih ? aku tidak perlu lagi oanggil mdan dengan sebutan TUAN? " tanya Meta menekan kata tuan.


Billy menoleh sebentar,kemudian satu tangannya mengusap lembut pucuk kepala wanitanya.kemudian ia menepikan mobilnya .ia mengeluarkan ponsel dari saku celananya dan menekan applikasi kamera.


"Mendekat " ajak Billy menarik lengan Meta .


Meta pun mendekat sesuai ajakan Billy .


"Lebih dekat " ujar Billy menaruh Kepala Meta ke dadanya .


"Tersenyum " ujar Billy lagi yang semakin membuat Meta heran.


Billy menekan tombol kamera beberapa kali .ada beberapa foto mereka yang sedang tersenyum bahkan tertawa.

__ADS_1


Billy mengirim semua foto dirinya dan Meta kepada Elden melalui applikasi yang berlogo hijau tersebut.


kemudian ia menaruh kembali ponselnya dan melajukan mobilnya menuju apartemen.


__ADS_2