
Sementara itu,Erix dan Gracia terlibat perang argumen.laki-laki itu tidak bisa menunggu lebih lama lagi untuk melancarkan aksi balas dendamnya.
"Kau harus secepatnya minta dia untuk menikahimu" Geram Erix .
Gracia berdiri dari duduknya.sejenak ia berpikir.
"Aku kan menemuinya nanti" ucap Gracia .dia memilih untuk tidak terlalu membantah ucapan erix.karena sifat Erix yang tempramental.
"Aku sudah tidak sabar melihat kehancuran predator sialan itu " geram Erix mengepalkan kedua tangannya.ingatannya masih sangat kuat saat ia melihat adik perempuannya bunuh diri dengan menelan pil aborsi dengan jumlah yang tidak sedikit .Radit telah memperkosa adiknya sampai hamil .namun saat adiknya minta pertanggung jawaban kepada Radit ,laki-laki itu justru mencampakkannya dan menyuruhnya untuk menggugurkan kandungan.
Semenjak itu lah Erix memikirkan cara untuk membalas Perbuatan Radit terhadap adiknya.melalui Gracia kekasihnya ,ia akan membalaskan dendam adiknya.
Gracia bisa memahami sikap Erix.dia tidak pernah protes walau Erix kadang berkata kasar padanya.
"Aku akan kekantor Radit sekarang " ucap Gracia mengambil tasnya yang terletak di meja.
Erix melihat punggung Gracia yang sudah mulai menghilang dibalik pintu.seringai tipis muncul di bibirnya.
"Aku juga akan melenyapkanmu " gumam Erix sambil berjalan keluar.
*
Billy dan Meta telah selesai menghadiri meeting hari ini.keduanya berjalan dengan maps ditangan masing-masing.sudah seperti orang yang sedang melamar pekerjaan.
"Mampir ke cafe bentar yuk tuan" ajak Meta memengangi perutnya.
"Lapar?" tanya Billy melirik sebentar .
"Iya .tadi ga sempat sarapan " ujar Meta meringis.
Billy tidak tega melihat gadis yang berjalan disampingnya meringis menahan lapar.sehingga dia pun menyetujui ajakan Meta .
*
"Pelan-pelan makannya ,tidak ada yang akan mengambil makananmu" ucap Billy mulai menyuapkan makanan kedalam mulutnya.Dia menahan tawanya melihat Meta makan seperti orang rakus .
"Hai ,kalian disini juga " dokter Al tiba-tiba datang dan langsung duduk di samping Meta.
Billy menatap sinis kepada laki-laki yang tengah asyik memandangi Meta yang sedang lahap makan .
"Makan dok ?" Tawar meta dengan mulut yang masih penuh dengan makanan.
dokter Al hanya tersenyum tanpa melepas pandangan dari gadis yang duduk disebelahnya.
brak.....
Meta dan dokter Al terkejut saat tiba-tiba Billy menggebrak meja dengan keras.
"Kau kenapa ?" tanya dokter Al yang terkejut melihat apa yang dilakukan asisten temannya itu.
__ADS_1
"Tuan ada apa?" tanya Meta yang tak kalah terkejutnya sembari mengusap dadanya pelan.
kedua orang yang tengah duduk didepan Billy saat ini ,sedang menunggu jawaban dari apa yang dilakukan pria dingin itu .
Bukannya menjawab pertanyaan,Billy malah berdiri dan menarik Meta untuk meninggalkan tempat itu.
"Tunggu tuan ,saya belum minum .uhuk...uhukk.." Meta berbalik mangambil gelas yang berisi air putih yang berada diatas meja.
Setelah memastikan Meta sudah menghabiskan minumnya ,Billy Kembali manarik tangan gadis itu .
"Dia kenapa?" gumam dokter Al yang heran dengan sikap Billy .kali ini ia tidak ingin mengejar Billy dan Meta ,karena takut akan memperburuk keadaan .
*
"Jadi perempuan jangan murah" ujar Billy sembari berjalan dengan langkah cepat.
"What do you Mean?" tanya Meta geram kemudian menghentikan langkahnya.
Menyadari Meta yang tidak lagi berjalan disampingnya ,Billy mengentikan langkah dan menoleh kebelakang .
"Ada yang salah ?" tanya Billy tanpa dosa sembari berjalan mendekati gadis yang wajahnya mulai memerah menahan amarah.
Plak
Stempel merah lima jari berbekas di pipi Billy .
"Sekali lagi anda berkata seperti itu ,anda akan tau akibatnya " ucap Meta mengacungkan telunjuk ke wajah billy.kemudian ia berjalan menjauh tanpa mempedulikan himbauan dari laki-laki yang sudah membuatnya naik pitam.
"Ma'af ' ucap Billy saat sudah sampai mengejar gadis itu.
Namun Meta tidak mempedulikan apapun yang keluar dari bibir laki-laki yang sudah sangat menyinggung perasaannya.
Billy dibuat bingung dengan sikap Meta.ia mengakui apa yang ia katakan sudah keterlaluan.dia sendiri tidak habis pikir ,kenapa bisa semarah itu saat ada pria lain yang ingin mendekati Meta .
Billy mengacak rambutnya kasar .kemudian melanjutkan langkahnya menuju gedung SJY Group.
*
Sementara itu Elden sedang menyuapi Sherena dengan telaten.sesekali membersihkan bibir gadis itu dengan tissue jika ada sisa makanan yang menempel.
"Sekarang giliran kamu " ucap Sherena saat makanannya sudah habis .
Elden hanya diam ,kemudian menggelengkan kepalanya pelan.
"Mau aku suapin?" Tawar Sherena yang paham maksud dari gelengan kepala Elden tadi .
Buru-buru Elden mengangguk dan tersenyum manis.
kemudian Sherena mengambil makanan yang terletak di atas meja nakas.
__ADS_1
satu suapan sudah mendarat dimulut Elden.dua suapan sampai sepuluh suapan .akhirnya makanan Elden habis tak tersisa .
Sherena menepuk kedua tangannya.seperti seorang ibu yang menyuapi Anaknya makan.
Elden tergelak melihat tingkah lucu gadis yang masih duduk di ranjang tersebut.gadis yang telah merampas hatinya tanpa celah .sehingga tidak ada wanita lain lagi yang bisa masuk kehatinya.
"I Love You " ucap Elden pelan,namun bisa di dengar Sherena dengan jelas.
"Love you too " sahut Sherena singkat kemudian menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
Seketika mereka tertawa lepas,seolah menertawakan diri sendiri.
Sherena menatap bola mata yang berwarna abu-abu itu.bola mata yang indah,dengan rambut alis tebal pelengkap ketampanannya.
Brak
Terdengar suara pintu dibuka kasar dari luar.Elden dan Sherena kaget dengan sumber suara itu .
" Biar aku yang lihat " ujar Elden saat melihat Sherena akan turun dari ranjang.
"Brengsek " teriak Meta sembari melempar sepatunya kesembarang tempat.
"Aww...." Elden merasakan suatu benda keras mendarat di kepalanya.
Menyadari benda apa yang sudah berani mencium kepalanya ,Elden menatap Meta dengan sorot Mata memutilasi.
"Ma"af Tuan" ucap Meta membungkuk .dia menyesali perbuatannya .gara-gara Billy, saat ini dia sedang dalam masalah .
Elden mengusap kepalanya sembari menatap gadis dihadapannya itu .
"Apa yang kau lakukan hah?" teriak Elden dengan suara menggema .mungkin saja kalau mereka tinggal di komplek perumahan ,mereka akan diserang balik oleh tetangga karena sudah mengganggu kenyamanan sekitar .
"Saya tidak sengaja tuan" Ucap Meta gemetar .dia sudah tidak sanggup menoleh kedepan melihat sosok dengan tanduk merah dikepalanya.
"Ada apa ini ribut-ribut?" tiba-tiba Sherena datang dengan raut wajah bingung.dilihatnya Meta sedang tertunduk ketakutan .sedangkan Elden dengan wajah yang memerah seperti akan melakukan penyerangan.
"Dia melempar kepalaku dengan sepatu" ucap Elden masih dengan wajah yang tidak bersahabat.
Sherena menahan tawanya melihat kekonyolan dua orang yang saat ini berdiri dihadapannya.
"Sepertinya kau ada masalah ?"Tanya Sherena sembari berjalan merangkul temannya itu .
Meta melepaskan emosinya dengan menangis di pelukan sherena.bahunya terguncang menandakan dia sedang menangis.
"Menangis lah " ujar Sherena membelai rambut Meta tanpa melepas pelukannya.
Tanpa mereka sadari berdua,ada seorang yang iri dengan kedekatan Meraka.
"Ehemm..." Elden berdehem kencang .dia merasa terabaikan saat ini .
__ADS_1
"Aku juga mau " ucap Elden pelan.
Sherena tergelak melihat tingkah Elden yang seperti anak kecil.ia jadi penasaran dengan masa kecil laki-laki itu .