Aku Si PEBINOR

Aku Si PEBINOR
EPISODE 60


__ADS_3

Elden masih terus menyusuri jalan raya.perut lapar sudah tidak ia hiraukan lagi.sudah dari sore kemarin ia belum makan.selera makannya mendadak hilang saat tau istrinya pergi meninggalkan rumah.


"Ya Tuhan, kembalikan istriku dalam keadaan selamat " bathin Elden.


Mobil hitam yang dikendarai Elden tiba-tiba berhenti mendadak saat ia melihat sosok yang ia rindukan dari kemarin.buru-buru ia menepikan mobil miliknya,kemudian berlari mengejar sosok tersebut.


"Sayang " sahut Elden saat berhasil menemukan istrinya.


Mendengar suara yang sangat ia kenal ,Sherena langsung berbalik dan terkejut melihat orang yang berada tepat di hadapannya saat ini.


"Kamu kemana saja? ." Elden merangkul sang istri.mencium ke dua pipi Sherena tanpa sadar saat ini mereka tengah berada di tempat umum.


" Lepas ".ucap Sherena datar.


Ucapan Sherena membuat Elden terdiam.ia tau istrinya masih sangat marah kepadanya.tapi ia tidak bisa menyembunyikan rindu yang mendalam kepada istrinya.meskipun Sherena pergi hanya satu hari.


" Ayo ikut aku " dengan sedikit memaksa,Elden menarik tangan Sherena untuk berjalan ke mobil yang ia parkir di seberang jalan.


" Kamu kemana saja sayang ?" tanya Elden saat mereka sudah berada dalam mobil dan tengah membelah jalan raya.


" Kamu tidak perlu tahu " jawab Sherena singkat .


"Mmmm ,kamu sudah makan ?" tanya Elden lagi.


" Belum " ucap Sherena datar.


"Ayo kita makan dulu ".ajak Elden dan membawa Sherena makan direstoran tempat langganan mereka.


Namun saat di restoran , Elden hanya memesan satu makanan saja yaitu untuk Sherena.ia belum mau memesan makanan karena masih tidak berselera untuk makan.


Tanpa ada penolakan,Sherena makan saat makanannya sudah datang.sebenarnya ia juga sudah lapar dari tadi .

__ADS_1


"Kamu kenapa pergi dari rumah sih ?" tanya Elden saat melihat Sherena mulai menikmati makanannya.


"Masih mau bertanya ? "ujar Sherena kesal saat


mendengar pertanyaan yang di ajukan Elden kepadanya.


"Baiklah sayang , aku mau jujur.memnag benar aku dan dia masih berkomunikasi.dan itu karena dia yang memulai duluan .saat aku sudah memperingati dia untuk tidak menghubungiku lagi dan aku memblokir nomor kontaknya,beberapa hari setelah itu dia kembali menghubungi ku pakai nomor yang berbeda.jadi waktu itu dia sudah tidak lagi memanggilku dengan sebutan sayang .dia memanggilku dengan sebutan mas " ujar Elden jujur.


"Dan kamu kembali menyimpan nomornya dengan memberikan nama orang lain dikontakmu?" ujar Sherena yang di baka anggukan oleh Elden.


"Tapi aku tidak pernah ketemu sama dia lagi kami hany sebatas berkomunikasi " sahut Elden meyakinkan Sherena.


"Kamu tau tidak , munculnya permusuhan itu di awali dengan saling komunikasi ,saling curhat .kamu bisa saja tidak ada rasa Sama dia.tapi dia belum tentu.karena wanita pada umumnya jika sudah nyaman dengan seseorang, ia akan menaruh rasa pada orang tersebut " .Sherena menatap mata Elden melihat pancaran dari mata suaminya itu.adakah rasa menyesal terlihat disana atau hanya basa basi saja.namun mata tidak bisa berbohong ia minat ketulusan dari mata Elden.


Setelah Sherena membuka hatinya dan kembali memberi ma'af kepada Elden,keduanya berjalan keluar meninggalkan restoran tersebut. Elden membawa Sherena pulang kerumahnya.


Saat mobil sudah sampai di halaman rumah ,Elden dan Sherena masuk kedalam .Elden selalu merangkul pinggang istrinya.dan Sherena membiarkan itu karena ia berusaha ikhlas atas kejadian yang menimpanya.


Baru saja Sherena masuk kedalam kamar,ia merasa pusing dan mual .buru-buru Ian masuk kedalam kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya.


"Sayang ,Kamu kenapa ? " tanya Elden panik.


"aku panggilkan dokter " sambung Elden dan saat ia berjalan berniat ingin menghubungi dokter pribadinya ,Sherena menahannya.


"Tidak perlu ,mungkin masuk angin " ujar Sherena membersihkan wajahnya.


"Benar kamu tidak apa-apa ? " Elden menuntunSheena ketempat tidur.


Sherena merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur yang satu hari ia tinggalkan.saat ia mencoba memejamkan mata ,rasa mual mulai bergejolak lagi.ia Kembali berjalan ke kamar mandi.


Melihat hal itu , Elden tidak bisa tinggal diam.ia menghubungi dokter pribadinya untuk memeriksa Sherena.

__ADS_1


Ia tida tega melihat wajah istrinya yang pucat seperti sedang sakit.


" Aku sudah menghubungi dokter , kamu tunggu sebentar ya ".Elden menggendong Sherena dari kamar mandi ke tempat tidur.ia sangat cemas melihat keadaan istrinya.


Andre yang merupakan dokter pribadi Elden tengah memeriksa Sherena yang tengah berbaring.


"Kapan anda terakhir menstruasi ?" tanya andre untuk memastikan hasil observasinya.


"Eh brengsek, tugasmu mengobati istriku.jangan tanya yang tidak-tidak" .Elden tidak terima saat Andre menanyakan hal pribadi kepada istrinya.


"Kau tau apa ? aku sedang memastikan dugaanku" protes Elden kesal .Elden selalu ikut campur jika ia memeriksa Sherena.


"Sudah...sudah...kalian seperti anak kecil saja " sahut Sherena yang membuat kepalanya tambah pusing mendengar perang mulut antara suami dan dokter pribadi suaminya.


" Aku lupa ,tapi kalau tidak salah terakhir mens dua bulan yang lalu " sambung Sherena.


" Besok kau bawa istrimu ke dokter obgyn.ini bukan bidang ku .tapi sepertinya dugaanku tidak salah " Andre mengemasi alat medisnya dan memasukkannya kedalam tas yang selalu ia bawa saat bertugas.


"Issshh kau bodoh sekali .istriku pusing dan mual begini tidak bisa kau obati.malah melempar ke dokter apa itu tadi ?" Elden tidak merasa puas dengan keterangan tang diberikan Andre .ia berpikir, seharusnya Andre memberikan obat untuk menghilangkan pusing dan rasa mual yang istrinya rasakan.


" Sudahlah ,sudah menjelaskan kepada orang yang sekolahnya hanya sampai gerbang" protes Andre yang tidak terima di ejek terus menerus oleh Elden.


" Apa kau bilang ?" Elden hendak meninju Andre namun Sherena menghalanginya.


"Sayang kamu tidur saja " ucap Elden saat Sherena berdiri menghalangi pertengkaran tersebut.


"Aku pamit jangan lupa besok bawa istrimu kedokter obgyn ".Tanpa menunggu jawaban dari Elden dan Sherena ,ia bergegas meninggalkan kamar tersebut.


Elden dan Sherena saling pandang. Sherena tidak enak hati melihat Andre yang diperlakukan seperti tadi oleh suaminya.


"Kenapa liatin kau seperti itu ?" tanya Elden saat melihat tatapan mata istrinya seperti tidak suka.

__ADS_1


" Kamu jangan bikin malu .Andre itu dokter ,ia tau apa yang harus ia lakukan.jangan protes ini itu " Sherena Kembali membaringkan tubuhnya yang lemah di atas tempat tidur.kejadian beberapa menit tadi membuatnya malu dengan sikap Elden yang sok tau.


__ADS_2