Aku Si PEBINOR

Aku Si PEBINOR
EPISODE 50


__ADS_3

Sementara itu dua pasang suami istri tengah berada dalam pesawat untuk kembali pulang ke tanah air.sebetulnya Elden masih ingin menikmati kota Paris bersama sang istri .namun pekerjaan yang membuatnya harus segera pulang.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan , akhirnya mereka sampai di mansion utama milik elden. sedangkan pasangan Billy dan Meta memilih untuk kembali ke apartemen.


*


*


Cerahnya pagi menambah semangat baru.Elden yang sudah siap dengan stelan formalnya tengah berada di depan cermin sambil sesekali melihat sosok cantik yang masih terbaring diranjang.ia berjalan mendekati ranjang dan mengusap rambut panjang Sherena.karena merasa ada yang menyentuhnya ,Sherena pun bangun dari tidurnya.


"Astaga ,jam berapa sekarang ?" Sherena sontak duduk dari tidurnya melihat sang suami tersenyum di sampingnya dengan pakaian yang rapi.


"Sudah kamu lanjutkan tidur saja.kamu pasti masih capek " Elden berusaha mendorong pelan pundak Sherena agar wanitanya kembali beristirahat.


setelah beberapa menit melewati adu argumen dengan sang istri ,akhirnya sherena mengalah juga dan mengikuti perintah Elden untuk kembali beristirahat.


Saat ini Elden sudah berada didalam mobil sebagai penumpang.mobil melaju dengan kecepatan sedang.saat matanya melihat ke luar jendela sebelah kiri ,ia melihat seseorang yang sangat ia kenal.karena merasa penasaran,ia menyuruh supirnya untuk menepikan kendaraannya.dengan cepat ia keluar dari dalam mobil dan berjalan dengan sedikit tergesa-gesa.


ehemmmm.............


Suara deheman Elden membuat orang yang tengah membelakanginya berbalik dan terkejut saat berhadapan dengannya.


" Tunggu ...." sahut Elden saat orang tersebut hendak pergi meninggalkannya.


" Apa yang kamu lakukan disini ? " tanya Elden kembali karena sampai saat ini ia belum mendengar suara jawaban dari orang tersebut.


Namun orang tersebut masih tetap diam tanpa bersuara.karena semakin penasaran,Elden menarik ujung kaos yang dikenakan orang terebut.


" Apa lagi yang kau inginkan Pebinor ? " tanya orang tersebut dengan ketus setelah berbalik menghadap Elden.


Elden hanya menautkan kedua alisnya.menatap intens penampilan pria yang mengenakan kaos putih dengan celana jeans yang agak lusuh.


Kedua pria tampan itu saat ini tengah duduk di sebuah restoran Padang. Elden memang menyukai makanan Padang,sehingga ia membawa Radit untuk makan dan minum teh di restoran langganan nya tersebut.


" Apa kegiatan anda saat ini ? " tanya Elden.


Radit hanya diam.laki-laki itu adalah Radit .ia seperti sedang menikmati makanannya.Elden yang sejak tadi memperhatikan cara makan Radit ,hanya tersenyum tipis.


" Kenapa ? " tanya Radit saat melihat Elden tersenyum kepadanya.


" Anda belum menjawab pertanyaan saya.sangat tidak sopan bertanya sementara pertanyaan saya hanya di abaikan " ucap Elden .


Radit telah selesai menghabiskan makanannya.dan saat ini mata mereka saling menatap.


" Saya tidak mempunyai pekerjaan, dan itu karena anda " ketus Radit .

__ADS_1


" What ? Anda menyalahkan saya ? " tanya Elden yang tidak mengerti dengan perkataan yang dituduhkan Radit kepadanya.


Radit tertawa sinis.dia masih saja menatap Elden dengan tatapan yang tidak bersahabat.


" Dimana istri saya sekarang ? " tanya Radit dengan menyeringai.


" Istri ? maksudmu Gracia ? " tanya Elden polos.


" Sherena istri saya yang pernah anda rebut " ucap Radit masih dengan ketus.


Mendengar perkataan Radit membuat Elden terpancing emosi.ia tidak suka radit masih menganggap Sherena sebagai istrinya lagi.karena sudah jelas-jelas Radit dan Sherena telah resmi bercerai dimata hukum dan agama.


brakk.......


Elden menggebrak meja membuat pengunjung disekitar mereka melihat kepadanya.


" Ada yang salah ? bukankah semuanya karena anda tuan Pebinor ? " ucap Radit yang tidak takut dengan aura wajah Elden yang mulai memerah.


" Cukup ,Sherena adalah istri sah saya . dan pastikan anda tidak amnesia untuk mengingat kejadian dimana perlakuan anda kepada Sherena yang membuat hubungan kalian harus kandas " ucap Elden tegas.


Setelah mengatakan itu Elden dengan cepat meninggalkan tempat itu.


" S*it" gumam Elden sambil berjalan menuju parkiran.


Suasana hati Elden benar-benar telah dirusak oleh mantan istrinya.setelah sampai disebuah gedung tinggi berlogo SJY Group dengan tulisan berwarna merah menyala menandakan sebuah keberanian,ia pun melangkah dengan tergesa-gesa.


" Radit " gumam Elden sembari mengendorkan dasinya.


...tok...tok...tok......


Pintu terbuka setelah sang direktur mempersilahkan masuk. Billy berjalan dengan tegap menuju meja kerja Elden.


"Siapakah orang itu tuan ? " tanya Billy .


" Siapa maksudmu ?" tanya Elden heran.


Billy menghembus nafas kasar karena menurutnya Elden tidak peka seperti dulu.mungkin karena faktor usia atau bisa jadi karena faktor berumah tangga dengan mantan istri orang.


ehmmmm.....


" Siapa yang telah berani membuat tuan Elden sekesal ini pagi- pagi begini ?" tanya Billy dengan sedikit mengejek.


bug


" Sialan kau "

__ADS_1


" Tadi saya ketemu Radit " sambung Elden , kemudian ia menceritakan pertemuannya dengan laki-laki yang pernah menjadi suami dari istrinya.


Dengan hati-hati ,Billy menyimak setiap kalimat yang di ucapkan oleh tuannya.


" Sabar tuan , menurut saya tuan Radit mungkin menyesal sudah menyia-nyiakan nona sherena.sehingga sampai saat ini. ia masih menganggap tuan adalah orang yang telah merusak pernikahan mereka " jelas Billy panjang lebar .


Elden terdiam ,kemudian membuang pandangannya keluar jendela Yang ada diruangan itu. pikirannya melayang jauh ,sehingga ia tidak mempedulikan Billy yang sejak tadi memanggil namanya.


*


*


" Apa dia sibuk ? " gumam sherena sambil menatap layar ponselnya.


kembali jari lentiknya menekan tombol-tombol angka .terlihat nama kontak "My Gladiator ".


sudah berapa kali ia berusaha menghubungi sang suami,namun sampai saat ini laki - laki yang membuatnya bahagia itu belum juga mengangkat telponnya.


" Aku susul saja "


Dua puluh menit menempuh perjalanan dengan perasaan yang tidak enak,akhirnya sherena sampai di kantor elden. langkah kaki mungil itu terlihat melangkah dengan cepat.


^^^Ting ^^^


Pintu Lift terbuka .saat ini ia sudah berada di lantai atas dimana ruangan sang suami berada.


" Sheren "


" Eh Met, suamiku kemana ya ?" tanya sherena saat bertemu dengan Meta


" Maksud kamu taun Elden? " tanya meta sedikit gugup.


Ucapan meta membuat sherena mengerutkan keningnya.tidak biasanya Meta terlihat gugup seperti itu . seperti menyembunyikan sesuatu.


"Met , kita kenal sudah lama. apa terjadi sesuatu ? " tanya sherena serius


"Mmmmm... tidak ada apa-apa.hanya saja ....." Meta menjeda ucapannya.


Tanpa menunggu jawaban Meta dan tingkah Meta yang tidak seperti biasanya, Sherena langsung menerobos masuk keruangan yang bertulisan PRESDIR tersebut.


" Sayang ...... "


"Sherena " Elden terlonjak kaget melihat istrinya berada di ruangannya.


Dengan wajah yang kurang bersahabat ,nafas yang sudah mulai menyesak, Sherena berjalan mendekati sang suami yang tengah duduk di sofa dengan seorang perempuan dengan pakaian serba minim.sorot mata nya tajam melihat perempuan tersebut tengah merangkul suaminya.

__ADS_1


" Sayang,biar aku jelaskan " Elden Berusaha membujuk Sherena yang sudah mengeluarkan tanduknya.


__ADS_2