Aku Si PEBINOR

Aku Si PEBINOR
EPISODE 37


__ADS_3

Dengan didampingi pengacaranya,Sherena masuk kekantor pengadilan agama dengan tujuan menggugat Radit suaminya.setelah selesai dengan urusannya ,Sherena menuju hotel xxx tempat ia bekerja .ia turun dari taxi dan kemudian berjalan dengan tergesa-gesa.Sherena memulai kegiatannya setelah dua hari tidak masuk .semua berjalan dengan semestinya,ia bisa berada kembali diantara bahan-bahan makanan.membuat menu-menu baru dan spesial untuk para tamu.


*


Sementara itu Elden dan asisten pribadinya saat ini tengah berjalan menuju ruangannya.saat berada di depan meja Meta ,Elden terus berjalan tanpa menoleh kesamping dimana Meta sudah berdiri dan menundukkan kepala.Billy hanya memberi sebuah kode agar Meta tidak bertanya apapun saat ini.


Elden langsung duduk dikursi kebesarannya saat sudah berada dalam ruangannya .belum ada yang memulai percakapan diantara mereka.Elden merasa kesal kepada asistennya itu ,karena dengan mudah meluluhkan hati sang sekretaris .


Elden berdiri ,kemudian ia melirik Billy yang masih berdiri dihadapannya.


"Mau pamer ?" ledek Elden dengan sorot mata tidak suka.


kemudian ia berjalan mengelilingi tubuh Billy .


"Bukan tuan " jawab Billy singkat .


"Bangga sekali kau rupanya bisa meluluhkan hatinya.baru jadi pacar sudah bangga " ejek Elden menunjuk pintu keluar dengan bibirnya .


"Saya tidak lagi meluluhkan hatinya tuan ,saya sudah mengajaknya bertemu dengan kedua orang tua saya .dan saya akan secepatnya melamarnya" ucap Billy jujur dengan seringai tipis dibibirnya.


"Brengsek" bathin Elden yang merasa hampir kalah dari asistennya.sementara hubungannya dengan Sherena belum ada kemajuan alias masih jalan ditempat .


"Aku tidak boleh kalah dari dia " bathin Elden sembari duduk di sofa dengan melipat kakinya .


Perang dingin diantara keduanya belum mencair.Elden dengan segala rasa iri dihatinya dan Billy dengan segala kesombongannya .mereka sama-sama bertahan dengan sikap mereka masing-masing .


"Selamat siang tuan" Meta muncul dari balik pintu .pandangan Meta langsung tertuju pada sosok pria yang berdiri tegap yang tak lain adalah Billy .ia melempar senyum kepada sang kekasih dan dibalas dengan senyum termanis dari Billy .


Ehemmm


Elden berdiri dari duduknya ,kemudian berdiri di samping Meta .


"Mulai besok saya akan buat peraturan baru ,tidak boleh ada hubungan kekasih atau suami istri di perusahan saya ini" tegas Elden .jelas saja dia sengaja membuat peraturan itu karena saat ini ia merasa sangat iri dengan hubungan Mereka yang akan lanjut ketahap lamaran.

__ADS_1


"Tapi tuan?saya dan Billy akan Segera menikah " ucap Meta kaget dengan peraturan baru yang Elden sampaikan.


"Tidak ada bantahan" gertak Elden kemudian duduk dikursi kebesarannya.


Meta melirik Billy seolah ingin minta bantuan,tapi Billy hanya menggangguk pelan .Meta yang tidak paham dengan anggukan Billy ,Kembali bertanya dengan bahasa tubuh .


"Berapa lama lagi kau berdiri disitu?" ujar Elden membuat Meta terkejut .


"Ma'af tuan,di luar ada Tuan Takashi ingin bertemu dengan anda " ucap Meta .


"Suruh masuk " perintah Elden.


Meta berjalan keluar dan mempersilahkan tamu untuk masuk sesuai perintah bos nya.


"Kenapa sih dia ?" gumam Meta bingung setelah sampai dimejanya.kemudian ia mengambil ponsel dan berniat menghubungi Sherena untuk memberitahukan kelakuan kekasih temannya itu.


"Halo " ucap Sherena saat sambungan telpon diangkat.


" Astaga Sheren,kekasih kamu itu kenapa sih?" tanya Meta berapi-api


"Siapa lagi" balas Meta sembari memutar mata malas.mendengar nama itu saja ia mulai merasakan mual diperutnya.


"Kenapa dengan dia " Sherena semakin penasaran .tidak biasanya temannya itu berbicara dengan intonasi kesal seperti sekarang.


"Intinya kamu harus cepat-cepat gugat suami jahat mu itu,Agar kamu dan si tuan songong itu cepat-cepat meresmikan hubungan kalian secara SAH" Meta menekan kata sah.


"Sebenarnya ada apa sih?" Sherena belum paham maksud Meta.ia tidak bisa konsentrasi saat mendengar seseorang berbicara dengan nada kesal .


" Tuan Elden yang terhormat itu sengaja membuat peraturan baru bahwa dalam satu kantor tidak boleh ada hubungan kekasih atau suami istri .dia tahu kalau kami akan segera menikah dan sepertinya dia iri dengan hubungan kami "jelas Meta dengan detail .


"Kamu tenang saja ,itu tidak akan terjadi " ucap Sherena yakin.


Meta merasa senang dengan keyakinan temannya itu.ia juga percaya bahwa Sherena bisa membantu masalah yang sedang ia hadapi.

__ADS_1


*


Dikamar Erix ,Gracia sudah bangun dari tidurnya.ia menatap langit-langit ruangan yang ia kenali itu .kemudian turun dari ranjang hendak mencari keberadaan Erix .


"Erix " pekik Gracia sambil terus berjalan memegangi perutnya.


"Kau sudah bangun rupanya " Erix muncul dari ruang kerja dengan sebotol minuman beralkohol.


"Ini semua gara-gara kamu,aku seperti ini gara-gara kamu " pekik Gracia marah mengingat apa yang tadi pagi dilakukan pria itu kepadanya.


"Aku tidak akan mengulanginya ,aku lupa bahwa kau sedang hamil " ucap Erix merangkul pundak gadis itu.


Gracia berjalan pelan untuk keluar dari rumah Erix dan masuk kedalam mobilnya .ia harus segera meninggalkan tempat itu sebelum Radit pulang dari kantor.ia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang .saat ia menoleh kekiri ,ia melihat Radit sedang berjalan masuk kedalam mobil bersama seorang perempuan .ia mencoba untuk tidak curiga .bisa jadi perempuan yang bersama Radit itu adalah kliennya .mobil yang dikendarai gracia sudah sampai dirumah besar milik radit.ia turun dan berjalan menaiki anak tangga untuk menuju kamarnya.segera ia membersihkan diri masuk kekamar mandi.ia ingin selalu tampil cantik dan wangi di hadapan suaminya.biar semua rencana yang ia susun dengan Erix berjalan dengan lancar.


dua puluh menit ia menyudahi mandinya dan mengenakan pakaian terbuka di bagian dada .sengaja ia lakukan untuk menyenangi mata Radit .ia tahu betul suaminya itu mempunyai libido tinggi .


Gracia berjalan menuju balkon ,menatap keluar melihat apa saja yang bisa ia lihat .ia melihat mobil Radit masuk kedalam perakaran rumah .dengan tergesa-gesa ia masuk kembali kekamar dan merebahkan dirinya ke ranjang.


Ceklek...


Radit masuk dengan tas ditangannya .Gracia Segera bangun ,meletakkan tas dan membantu Radit melepas jasnya.


"Bersihkan dulu tubuh kamu di sana mas "ucap Gracia menunjuk kamar mandi.


Radit mengikuti apa yang disuruh istri sirinya itu .ia berjalan masuk kedalam kamar mandi . hanya butuh waktu lima belas menit,Radit keluar dengan handuk melilit dipinggangnya.kemudian berjalan menuju walk in closet untuk mengenakan pakaian.


namu Radit tidak mengganti pakaian dengan pakaian rumah,ia mengenakan kaos putih oblong dengan celana katun panjang .


"Mau kemana mas?" tanya Gracia heran.


"Mau bertemu dengan klien " jawab Radit singkat.


Gracia tidak bisa tinggal diam,ia semakin curiga dengan sikap Radit hari ini kepadanya.ia menarik tangan Radit dan mendorong tubuh Radit ke atas ranjang.kemudian ia langsung naik keatas tubuh suaminya itu .dengan gerak cepat ia melepas pakaiannya sendiri .ia tidak peduli dengan apa terjadi padanya tadi .saya ini dalam benaknya Radit tidak menjauh darinya.

__ADS_1


pergulatan panas sepasang suami istri itu tidak bisa dihindarkan.keduanya mencapai puncak kenikmatan setelah bekerja keras .


__ADS_2