Aku Si PEBINOR

Aku Si PEBINOR
EPISODE 31


__ADS_3

Deg


"Apa? dia bilang apa barusan ? aku hanya dijadikan pacar pura-puranya saja ?" bathin Meta yang tidak suka dengan permintaan Billy.


"Bagaimana ?" Tanya Billy saat Meta tidak juga memberikan jawaban atas penawarannya.


"Saya tidak mau" ucap Meta tegas.kemudian ia meneguk air putih sampai habis sebagai bentuk dari rasa kesalnya kepada pria yang suka main perintah itu .


"Hanya satu bulan.dan saya akan membiayai hidup mu selama satu bulan penuh.setelah itu kamu bebas" ujar Billy kembali memberi penawaran.


Meta memutar mata malas,ia tidak tertarik sama sekali dengan penawaran pria tukang perintah itu .bukannya ia tidak suka uang ,ia masih bisa menghidupi kebutuhan sehari-harinya dari penghasilannya saat ini.malahan bisa dikatakan lebih dari cukup.


"Kenapa harus pura-pura tuan? kenapa kita tidak jadian aja sekalian ?" tanya Meta mengurucutkan bibirnya.


"Jika saya masih belum punya kekasih ,saya akan dijodohkan oleh orang tua saya dengan anak temannya " ucap Billy menghembus nafas kasar .ia membayangkan bagaimana orangtuanya tidak main-main dengan keputusannya.ia tidak ingin dijodohkan.ia ingin memilih sendiri perempuan yang akan menjadi istrinya nanti.


"What? sekarang sudah tahun 2022 ,kenapa perjodohan masih berlaku juga?" tanya Meta bingung .dia heran,kenapa orang tua Billy masih punya pikiran kuno seperti itu.


"Mau atau tidak?hanya itu pilihannya " ujar Billy mengusap mulutnya dengan tissue.


"Saya tidak mau" sambung Meta cepat." saya tidak mau membohongi orang tua anda,saya tidak mau jadi pacar pura-pura anda.saya setuju kalau anda jadi pacar saya benaran.it's my dream ( kenapa jadi ingat dialog kinan layangan putus sih?? " sambung Meta kemudian menutup mulut dengan kedua tangannya.


Billy tidak menjawab pertanyaan Meta.dia hanya terus menatap perempuan dihadapannya itu dengan tatapan teduh.


"Kamu harus mau.kalau tidak ,saya akan pecat kamu" ancam billy .


"Hah?anda mau pecat saya ?bukankah yang berhak memecat saya itu adalah tuan Elden ?" tanya Sherena ketus .ia benar-benar sangat kesal menghadapi pria kaku seperti kanebo kering itu.


"Benar,tapi tuan Elden akan menuruti keinginan saya " jawab Billy angkuh .


"Oke fine ,saya ikut permainan tuan Billy yang terhormat " geram Meta ,kemudian berdiri meninggalkan Billy yang masih duduk .ia berjalan meninggalkan restoran tersebut.


"Berhenti " teriak Billy .


Meta terus berjalan melangkahkan kakinya menjauh dari pria yang tengah mengikutinya dari belakang.ia tidak mempedulikan tatapan orang yang lewat terhadapnya.saat ini ia hanya ingin cepat-cepat sampai di apartemen.


emp...empp..


Meta terkejut saat Billy menarik tangannya,kemudian langsung mencium bibirnya .ia ingin melepaskan tangkupan tangan Billy yang berada dikedua pipinya,namun tangan laki-laki itu tidak goyah sedikitpun.Billy masih terus menciuminya dan menyesap bibirnya.


Kemudian Billy mengentikan ciumannya .lalu menggendong Meta dan memasukannya kedalam mobilnya .ia ikut masuk kedalam mobil dan duduk dikursi kemudi.Billy menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang .ia tidak menghiraukan Meta yang bertanya ini dan itu.

__ADS_1


Setelah sampai di apartemen ,Billy kembali menarik Meta untuk masuk ke apartemennya.ia melanjutkan ciumannya yang belum selesai.ia mendudukkan Meta di pahanya dan mengalungkan tangan gadis itu di lehernya.kali ini Meta tidak meronta,ia seperti ikut menikmati ciuman laki-laki itu.


Keduanya saling tatap saat Billy melepas pagutan bibirnya.baik meta maupun Billy tidak ada yang mengeluarkan suara.yang terdengar saat ini hanya deru nafas mereka berdua.


"Sekarang keluarlah " ucap Billy tiba-tiba setelah sekian lama terdiam .


"Apa?dia mengusirku ?setelah dia memporak porandakan bibirku ,sekarang dia menyuruh ku keluar?" bathin Meta geram.ia langsung berdiri dari pangkuan Billy .kemudian berjalan dengan menghentakkan kakinya kelantai .


Meta keluar dari apartemen milik Billy ,kemudian langsung masuk ke apartemen sebelah.ia melempar tasnya kesofa,membanting sepatunya kelantai dan menjatuhkan tubuhnya kesofa.


"Bisa-bisanya dia tidak merasa bersalah sedikitpun dengan apa yang telah ia lakukan padaku ,memangnya aku penerima jasa ciuman ?"geram Meta .


*


Elden dan Sherena sedang duduk santai di sofa sambil menonton tv setelah menghabiskan makan malam mereka .Elden menyandarkan kepala gadis itu didadanya sembari membelai lembut rambut panjang hitam milik Sherena.sesakali ia mengecup pucuk kepala gadis itu .


drt...drt...drt...


Sherena mengambil ponselnya yang berdering.kemudian menjawab panggilan dari nomor yang tidak dikenal.ia berbicara dengan sipenelpon membahas perceraiannya dengan Radit.kemudian ia meletakkan ponselnya dimeja .


"Siapa?" Tanya Elden yang bisa menebak pembicaraan Sherena ditelpon tadi.


Sherena mengangkat kepalanya, " pengacara mas Radit " ucap Sherena jujur.


"Mas Radit tidak lagi menggugatku ,dia sudah membatalkan gugatannya " ujar Sherena lemah.


"Lalu?" tanya Elden menunggu jawaban Sherena .


"Besok aku akan menggugat mas Radit " ucap Sherena .ia tidak bisa mempertahankan rumahtangganya lagi.bukan karena kehadiran Elden ,tapi karena Radit sendiri yang tidak konsisten dengan ucapannya.ia masih ingat betul bagaimana Radit memperlakukannya,berkencan dengan perempuan lain didepan matanya sendiri.pada saat ia ingin terus mempertahankan rumah tangganya, Radit justru ingin mengakhirinya dan ingin menikahi kekasihnya,.sampai-sampai ia diusir dari rumah .


"Lakukan apa yang menurutmu baik,sekarang kita istirahat " ujar Elden mengangkat tubuh sherena .


"Tunggu " sahut Sherena


"Kita tidur satu kamar?kamu yakin tidak apa-apa?"tanya sherena meyakinkan Elden.ia tahu betul laki-laki itu tidak bisa menahan hasratnya


"Ya ...kamu tidur di ranjang ,aku tidur di sofa " jawab Elden sembari berjalan menuju kamarnya .


Elden meletakkan tubuh sherena di atas ranjang .kemudian menarik selimut hingga batas dada.


"Tidurlah " ujar Elden mencium kening gadis yang telah mengisi seluruh ruang hatinya.

__ADS_1


Kemudian ia berjalan kesofa dan merebahkan diri disana.Elden memejamkan mata dan akhirnya terlelap.begitupun dengan Sherena ,saat ini ia sudah berada dialam mimpi.


*


Pagi itu langit berwarna biru cerah .cahaya terang dari luar masuk kedalam kamar Elden.namun Kedua orang yang tengah tidur terpisah itu masih bergelung dalam selimutnya.


tok...tok...tok...


tok...tok...tok..


masih belum ada jawaban


tok...tok...tok ...


Sherena membuka matanya perlahan,kemudian dilihatnya Elden masih tertidur pulas .


ia turun dari ranjang ,kemudian membuka pintu.


"Selamat pagi Non,sarapannya dibawa ke kamar atau bagaimana? "Tanya Mba Nani membungkukkan kepalanya .


"Di bawah aja mba"ujar Sherena tersenyum.


"Baik Non,kalau begitu saya turun" ujar mba Nani meninggalkan kamar tuannya.


Sherena berjalan kekamar mandi untuk membersihkan dirinya.dan setelah mengenakan pakaian,ia mendekati Elden yang masih tertidur pulas.


ia pandangi wajan tampan itu.kemudian Sherena mengelus lembut pipi Elden .


Elden terbangun karena merasakan sentuhan dipipinya .kemudian membuka mata perlahan.seulas senyum dari si pemilik bibir pink membuatnya bersemangat untuk bangun .


"Mandi sana" Sherena menarik tangan Elden .


"Mandi bareng yuk"ajak Elden sengaja menggoda .


Sherena tidak menghiraukan ajakan Elden ,ia terus menarik tangan kekar itu dan mendorong tubuhnya kedalam kamar mandi. saat sudah sampai disamping bathup,Sherena melepas pegangan tangan Elden .namun Elden kembali menarik tangan gadis itu hingga mereka berdua terjerembab ke dalam bath up yang sudah berisi air .


"Eldeeenn" pekik Sherena saat tubuhnya sudah basah sempurna.kaos putih yang ia kenakan memperlihatkan pembungkus aset berharganya dengan jelas.


Elden melihat pemandangan indah didepannya tanpa berkedip.namun tiba-tiba ia berdiri dan keluar dari bathup tersebut .


"Tersiksa bukan?" ledek Sherena sembari tertawa, karena tatapan Elden terhadapnya sudah berubah menjadi tatapan penuh hasrat.

__ADS_1


"Aku mandi disana saja" ucap Elden berjalan ke shower .kemudian mengguyur tubuhnya yang sudah memanas itu.


__ADS_2