
"Sekarang jelaskan pada ayah,ada hubungan apa kamu dengan laki-laki tadi?" Ayah Sherena sudah tidak bisa menahan keingintahuannya .
Saat ini Sherena dan ayahnya sedang berada ditaman rumah sakit.ayahnya sengaja mengajaknya keluar untuk meminta penjelasan apa yang dia lihat tadi.
Sherena paham yang dimaksud oleh ayahnya.karena sedari tadi dia hanya bertemu dengan satu laki-laki yang membuat ayahnya curiga.
"Dia itu teman aku yah " ucap Sherena meyakinkan ayahnya.
"Tapi ayah lihat perlakuannya kepadamu tidak seperti teman pada umunya.dia seperti menaruh rasa terhadapmu.dan kamu...." ayah Sherena menjeda ucapannya sambil menunjuk wajah putrinya .
"Kamu membiarkannya mencium pipimu" sambung ayah Sherena .
Sherena terhenyak mendengar setiap kalimat ayahnya.dia merasa marah saat ini.jika saja Elden tidak mengganggunya dan tidak mencium pipinya di kantin tadi ,mungkin ini semua tidak terjadi.
"Ayah....aku bisa jelaskan " ucap Sherena memohon sambil merangkul laki-laki paruh baya itu.kemudian Sherena mengajak ayahnya duduk dikursi yang ada ditaman itu
"Ayah,laki-laki tadi bukan siapa-siapa aku .dia pemilik hotel tempat aku bekerja " sambung Sherena jujur.
" Tapi dia menyukaimu,dia bilang sama ayah kalau dia menyukaimu". ujar ayah Sherena yang mulai tersulut emosi mengingat pengakuan laki-laki yang sudah berani mencium anak perempuannya.
FLASHBACK ON
Saat Elden melangkahkan kakinya keluar kantin,dia di hadang oleh laki-laki paruh baya.laki-laki paruh baya itu adalah ayah Sherena.
"Anda disini juga ?" tanya Elden gugup saat melihat ayah dari perempuan yang dia suka tengah berada tepat dihadapannya.
"kenapa? kamu kaget ?" jawab ayah Sherena dengan tatapan tidak suka .
" bukan begitu pak " sambung Elden menelan salivanya.
"aku tidak tahu apa hubunganmu dengan putriku.yang jelas apa yang kalian lakukan itu salah.putri ku sudah menikah.laki-laki yang sedang terbaring diruangan tadi adalah suaminya.dan kau mengaku sebagai rekan bisnis menantuku agar kau bisa masuk kedalam ruangan tadi.sebenarnya kau ingin melihat menantuku atau ingin melihat putriku?" ucap ayah sherena dengan panjang lebar.
Elden terdiam .dia tidak tahu harus bilang apa
" saya menyukai putri bapak " ucap Elden berusaha jujur .
Plak.....
Satu tamparan mendarat di pipi Elden .sehingga terlihat seperti stempel 5 jari.
__ADS_1
Elden mengusap pipinya kemudian tersenyum .
" saya benar benar mencintai putri bapak, saya akan menikahinya setelah sidang perceraiannya putus" Elden terus memberanikan diri berbicara dengan calon mertuanya.
Ayah Sherena nampak kaget dengan ucapan Elden.
" bercerai? siapa yang akan bercerai ?" tanya ayah Sherena mengguncang bahu Elden.
"Sherena putri bapak sudah digugat cerai oleh Radit .hari ini seharusnya sidang pertama perceraian mereka .namun Radit mendapat musibah.sehingga sidang perceraian ditunda sampai Radit sembuh " Elden menjelaskan dengan hati-hati .
Bagai petir menyambar ,Ayah Sherena nampak shock mendengar cerita Elden.
"tidak ,kamu pasti bohong .kamu ingin merebut Sherena dari Radit .sehingga Radit menggugat cerai putriku.kamu laki-laki berpendidikan bukan? jangan coba-coba jadi pebinor " gertak ayah Sherena memegangi kerah jas Elden .
"Ma'afkan saya pak,tapi semua yang saya ceritakan adalah benar.bapak bisa langsung bertanya kepada putri bapak sendiri .selama ini Sherena tidak bercerita kepada bapak Karena Sherena takut dengan kondisi kesehatan bapak" sambung Elden meyakinkan ayah sherena yang sudah mulai mengendurkan tangan dari kerah jasnya.
FLASHBACK OFF
Sherena kaget mendengar cerita ayahnya.selama ini dia berusaha terlihat baik-baik saja demi kesehatan ayahnya.tapi sekarang ayahnya sudah tahu semua.
"Ayah ..." Sherena menyandarkan kepalanya di lengan ayahnya.
"mas Radit tidak mencintaiku .dan perempuan yang ayah dan papa lihat diruang rawat mas Radit pada saat itu adalah calon istrinya mas Radit " sambung Sherena dengan sangat hati-hati .kemudian mendongakkan kepalanya untuk melihat wajah ayah nya.ingin memastikan kalau ayahnya baik-baik saja.
Laki-laki paruh baya itu menangis .sesekali mengusap pucuk kepala putrinya.
" Ayah tidak tahu nak ,selama ini kamu menyimpannya sendiri.ayah Yang salah karena sudah menjodohkan kalian.ayah tidak bisa membayangkan bagaimana kamu menjalani hidup tanpa cinta dari suamimu" ujar ayah Sherena sembari menghapus air mata yang mengalir dipipinya.
" jangan menangis yah ,aku kuat kok .aku sudah bisa menerima keputusan mas Radit " Sherena berusaha meyakinkan ayahnya .
"Apa karena dia ?" tanya ayah sherena sengaja menggoda putrinya.
"Maksud ayah?" Sherena nampak gugup dengan pernyataan ayahnya.
"kamu tidak usah malu nak.kamu berhak bahagia .kamu juga boleh memilih laki-laki yang menurut kamu bisa membahagiakanmu.dan si pebinor itu sepertinya benar-benar tulus mencintaimu " .sambung ayah Sherena sembari menerbitkan senyum dibibirnya.
Sherena yang mendengar kata PEBINOR berusaha menahan tawanya .memang benar yang dikatakan ayahnya. Elden memang Pebinor .saat ini Sherena mulai merasakan ada rasa cinta untuk pebinor itu.
"Kita masuk yuk yah" ajak Sherena sembari berdiri menggandeng tangan ayahnya.
__ADS_1
*..
Meeting berlangsung dengan baik.elden ,Billy dan meta berjalan menuju ruang Presdir .
"Bagaimana dengan anak perusahan yang di kota B tuan?" tanya Billy ingin tahu keputusan bos nya.
"kau pergi kesana dengan meta. kau bisa mengurusnya bukan ?Elden menautkan alisnya sembari menunggu jawaban dari asisten jomblonya itu.
" Tapi tuan ,kenapa harus dengan dia ?" protes Billy sambil melirik perempuan Yang sedang duduk hadapan bosnya.
"kenapa ?kamu tidak suka?" tanya Elden menyelidik .km
"bagaimana dengan tuan?siapa yang menghandle semua-semua berkas kalau dia ikut pergi ke kota B? " sambung Billy yang merasa tidak nyaman di lirik oleh bosnya.
" Tenang saja .saya sudah atur semuanya " ucap Elden santai ."kau boleh keluar! " Elden menyuruh meta untuk meninggalkan ruangannya .
Elden mengambil ponsel dari saku jasnya.kemudian membuka applikasi salah satu chatt .
✉️ Elden : " aku jemput kamu sekarang ?"
✉️ Sherena : " 👍"
✉️ Elden : " 😘 "
Suara tawa menggelegar diruangan Presdir ..Billy yang melihat tingkah bos nya menautkan alisnya .
"Sejak kapan dia menjadi gila seperti itu ?" bathin Billy heran.sementara yang dikatai gila masih terus menatap layar ponsel.kemudian beranjak dari duduknya.
" Aku ingin menyetir sendiri " ujar Elden yang langsung disetujui oleh Billy.
Langkah kaki jenjang Elden dan Billy berjalan menuju parkiran.saat Elden sudah meninggalkan parkiran gedung SJY group ,Meta datang dengan sedikit berlari menemui Billy .
"Tuan ,kita berapa hari dikota B?" .tanya meta sambil mengatur nafasnya yang tersengal-sengal karena berlari.
"kau maunya berapa lama?" tanya Billy tanpa menoleh kearah meta. karena masih sibuk dengan ponselnya.
"Saya tidak mau berlama-lama disana tuan.saya takut nanti tuan macam-macam sama saya.karena tuan kan sudah cukup umur untuk menikah .saya takut tuan khilaf saat berduaan terus sama saya ". jawab Meta yang mendapat tatapan tajam dari billy.
Mohon dukungannya .ini Novel pertama saya.jangan lupa tinggalkan jejak yaa....🙏🤗
__ADS_1
*